Married With Baba

Married With Baba
Lumpuh


__ADS_3

Omar berjalan di lorong rumah sakit dengan tergesa gesa, ia mendapatkan kabar jika Lintang kecelakaan dan di karikatur ke rumah sakit terdekat..


Dari arah yang masih lumayan jauh, Omar bisa melihat sang adik tengah duduk meringkuk dan menangis..


Omar semakin mempercepat langkahnya dan menghampiri sang adik..


''Zenah..


Zenah yang sedang duduk di lantai, mendongkakan kepalanya melihat siapa yang memanggil dirinya..


''Omar..


Zenah berdiri dan memeluk sang kakak..


''Apa yang terjadi..? tanya Omar dengan lembut dan mengelus punggung sang adik agar berhenti menangis..


''Omar aku minta maaf karna lalai menjaga kakak ipar, dia.. Dia__ tertabrak mobil yang sedang melaju dengan cepat Omar, dia malah menyelamatkan aku dan...


Zenah tak kuasa untuk meneruskan kata katanya, ia malah semakin kencang menangis..


''Sudah, berdoa lah jika Lintang baik baik saja...


Omar dan Zenah duduk menunggu dokter selesai memeriksanya..


.


Sementara mama Laila berada di kantor polisi, ia masih linglung dan shock. Ia tak menyangka, jika rasa bencinya akan melakukan hal sekeji ini dan merenggut nyawa seseorang..


Tatapannya kosong...

__ADS_1


.


Omar dan Zenah berdiri seketika melihat Dokter keluar dari ruangan ugd..


''Dok, bagaimana keadaan istri saya.? tanya Omar


''Kalian keluarga pasien.? tanya sang Dokter


Omat dan Zenah pun mengangguk dengan cepat..


''Istri anda tidak terluka parah di bagian kepalanya, hanya saja__ Maaf kedua kaki istri anda patah, karna benturan sangat keras hingga menyebabkan kelumpuhan total. tapi ini hanya diagnosa sementara, kita akan lihat jika dia sudah sadar..'' ucap sang Dokter..


''Apa boleh aku menemuinya Dok.? tanya Omar.


''Silahkan Tuan, hanya satu orang yang boleh masuk bergantian.'' Jawabnya


Omar melangkah masuk dan melihat istri kecilnya yang sangat ia cintai, sedang berbaring di ranjang pasien dengan perban di kepalanya..


Omar mengecup pipi sang istri, lalu duduk di kursi sebelah ranjang.


Omar memejamkan matanya, ia masih bersyukur sang istri masih di beri kesempatan hidup oleh yang maha kuasa, Omar tak mempermasalahkan jika sang istri lumpuh. Ia akan mengurusnya dan membawa Lintang ber'obat hingga sang istri bisa kembali bisa berjalan..


''Kau harus kuat sayang, Affan masih membutuhkan dirimu terlebih aku yang tak bisa jauh darimu Ea'aziji..'' Omar mengelus tangan Lintang yang sedang di infus..


Omar terus memperhatikan Lintang yang tak bergerak sedikit pun, Ia tak kuasa menahan rasa sakit yang ada di dalam dadanya..


Omar menangis untuk pertama kalinya, ia tak kuasa melihat sang istri yang bisanya ceria. Sekarang harus terbujur kaku tak sadarkan diri..


''Sayang,, cepatlah sadar. Aku tak bisa melihat mu terbaring lemah di sini.. Aku lebih suka melihatmu menghabiskan uangku di banding melihatmu tak sadarkan diri.'' ucap Omar di sela tangisannya. ''Aku tidak perduli jika nantinya kau tidak bisa berjalan sekali pun, aku yang akan menjadi kaki untuk mu. Aku yang akan menuntun mu dan menjagamu..

__ADS_1


Zenah yang berada di luar melihat dari kaca bahwa sang kakak menangis, rasa bersalahnya semakin membesar karna Lintang lebih memilih menyelamatkan dirinya..


Zenah menghubungi Khalid untuk menemaninya ke kantor polisi..


.


.


Sesampainya di kantor polisi, Zenah dan Khalid langsung saja keluar dan masuk ke dalam..


''Permisi, dimana orang yang bernama Nyonya Laila. Yang menabrak seseorang hari ini.? tanya Khalid


''Sebelah sini Tuan..


Polisi itu membawa Zenah dan Khalid menemui mama Laila, yang sedang duduk di ruang introgasi..


Zenah yang melihat ternyata mama Laila yang menabrak kakak iparnya, ia berjalan tergesa dan menghampirinya..


PLAAKKK..


Satu tamparan dengan sangat kencang mendarat di pipi mama Laila. hingga membuat mama Laila tersadar dari lamunannya..


Mama Laila melihat Zenah dengan diam, ia tak mengeluarkan sepatah katapun..


''Kau puas sekarang hah.!! puas kau telah menghancurkan kebahagiaan yang kami miliki.?!! Apa salah keluarga kami kepadamu, hingga kau dengan tak punya perasaan menabrak kakak iparku hingga menjadi lumpuh.!! Lihatlah dirimu yang menyedihkan ini, kau dan anak mu sama saja berhati jahat. Akan aku pastikan kalian berdua mendekam lama di penjara..'' Bentak Zenah menggebu gebu..


Khalid yang ada di sebelahnya hanya bisa mengelus pundak Zenah..


''Sudahlah tidak usah marah marah..

__ADS_1


__ADS_2