Married With Baba

Married With Baba
Temu kangen.


__ADS_3

''Salam'alaiq.''


Omar mengucapkan salam dari depan pagar. Ibu Lintang yang berada di dalam warung sebelah rumah, langsung keluar saat ada yang mengucapkan salam.


''Waalaikum salam. Ehhh, mantuku datangggg.'' sambut riang Ibu Lintang, menyambut kedatangan menantu kesayangan nya.


Ibunya Lintang menyuruh Omar masuk kedalam, walau Omar tidak terlalu mengerti dengan apa yang di ucapkan sang mertua di akhir kata salam, namun Omar yakin itu adalah kata kata penyambutan untuknya.


Omar tersenyum dan mengangguk ''Dimana istriku.? tanya Omar yang sudah duduk di sofa..


Ibu Lintang menaruh air di meja untuk Omar minum, merasa sang menantu menanyakan sesuatu. Ia merasa bingung karna tak mengerti apa yang menantu nya katakan.


Sementara Omar yang peka, ia langsung menyebutkan nama Lintang agar sang mertua mengerti jika ia sedang mencari sang istri..


''Ouhhh Lintang, sebentar yaa ... Ibu carikan dia dulu.'' ucap Ibunya Lintang berisyarat dengan tangan agar sang menantu mengerti. Lalu ia keluar menyuruh Caca untuk mencari Lintang.


''Ca ... Caca! Sini.''


''Ada apa, Wa?'' tanya anak kecil berusia enam tahun.


''Cariin teteh Lintang, bilang kalau suaminya dateng gitu.''


''Ouhh ... iya Wa.'' Caca langsung berlari di mana Lintang berada, sedangkan ibunya Lintang ingin masuk kedalam rumah menemani menantu nya. Tapi ia urungkan karna ada seorang pembeli.


''Ibuuu, beliiii.''


''Beli apaa?''


''Beli roti Jepang kata mama, tapi ngutang dulu katanya.''


''Roti Jepang kaya gimana? bersayap atau nggak?''


''Bersayap dan lebar kata ibu, yang nggak bocor tambahnya lagi.''


''Oohh sebentar yaa.''

__ADS_1


...¤¤¤¤¤...


Sementara Caca, yang di suruh mencari Lintang sedang berlari kencang menuju tempat Lintang berada. ''Teteh ... Tetehhh.'' Teriak Caca yang melihat Lintang dari jauh.


Lintang yang melihat Caca berlari ke arahnya, mengerutkan keningnya. ''Datang lagi bocah nakal satu.''


''Kamu kenapa Lari?'' tanya Lintang


''Itu, Teh. Kata Uwa di suruh pulang, di rumah ada yang nunggu.''


''Ini juga mau pulang, emang siapa yang nunggu?'' tanya Lintang dengan santai.


''Suami teteh.''


''Hah!'' yayang sumbeb datang.'' kaget Lintang, sekaligus berlari kerumah dengan semangat empat lima.


''Makasih ya, Ca.'' teriak Lintang.


Sementara anak kecil itu heran melihat Lintang yang lari. ''Ke apa sebahagia itu.''


Omar yang bosan, akhirnya keluar dan duduk di teras memandang kedepan pesawahan padi. Tercetak jelas gunung berwarna hijau di ujung sana, Omar sangat menyukai tinggal disini, begitu tenang dan damai...


Pandangan Omar seperti flashback, dimana Ia pertama kali datang kesini untuk meminta izin menikah dengan Lintang. Ia tak menampik jika banyak wanita di luar sana yang lebih cantik dari Lintang. Namun hanya Lintang yang bisa menggerakkan hatinya yang lama kosong, bahkan tidak pernah di isi oleh seorang perempuan manapun..


''Hubbyyyy.''


Disaat Omar sedang flashback, suara cempereng sang istri membangunkan dirinya dan menoleh melihat Lintang berlari kearahnya..


Omar berdiri merentangkan tangannya, Lintang pun berhamburan kedalam pelukan sang suami yang ia rindukan..


''Ashtaqt lak ea'aziji.''(Aku merindukanmu sayang) ucap Omar mengeratkan pelukannya.


"Ana 'aydan 'aftaqiduk ya zuji."(Aku juga merindukanmu suamiku.) Lintang mengecup bahu Omar..


Lintang memeluk Omar seperti koala, yang mana membuat si marta dan Surotong temu kangen walau terhalang kain keramat..

__ADS_1


Surotong : Marta aku kangennn..


Marta : aku juga kangennn tong..


Cukup lama mereka berpelukan, akhirnya Lintang mengajak Omar masuk kedalam rumah dan duduk di kursi..


''Hubby, apa kau tidak bisa melepask---''


''Tidak! Kau tau, aku sudah merindukan dirimu. Apa kau ingin tau perjuangan ku bisa sampai disini.''Ucap Omar, sambil memeluk Lintang bak permen karet..


''Perjuangan?'' tanya Lintang.


''Ya perjuangan, dimana aku harus duduk berdesakkan di klas ekonomi yang sempit itu. Kau sudah tau, jika kursi duduk di klas ekonomi hanya muat untuk sebelah pantatku saja.''


Ingin sekali Lisa tertawa kencang, saat mendengar guyonan Receh suaminya. ''Klas ekonomi? memang kemana pesawat mu yang besarnya tak seberapa itu? sudah kau jual.''


''Tidak bisa di terbangkan karna gangguan.'' jujur Omar.


''Dih, jika tidak bisa digunakan, kenapa tidak di jual saja. Buang buang duit saja.'' ketus Lintang.. ''lagian nih yaa,, itu bukan perjuangan. Itu resiko dirimu karna aku tau kau itu kangen si marta!'' tebak Lintang yang sudah tau arah pembicaraan sang suami..


Heheheh...


''Apa boleh nanti malam dedek menjenguk neng marta?'' pinta Omar memelas.


Lintang mendelikkan matanya. ''Apa jika aku melarangmu, kau akan menurut.?


''Hmm tidak.''


''Jika sudah tau, kenapa nanya?'' ayo kita makan, aku lapar sayang.'' Ajak Lintang, yang mana membuat Omar mengekori sang istri dari belakang..



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2