Married With Baba

Married With Baba
happy shopping.


__ADS_3

..._____♧♧♧♧♧_____...


...Happy reading ziyeng....


.


.


Kebahagiaan yang Lintang dapatkan begitu berlimpah, entah itu dari suami atau dari sang mertua.. Meraka melalui hari dengan ceria, terlebih di kehidupan mereka ada si kecil Affan yang kian hari bertumbuh gembul nan pintar..


Semua keluarga sedang berkumpul di meja makan, dengan riuh canda tawa karna melihat Affan kecil makan dengan berantakan..


''Sayang__ jangan melempar makanan.!! ucap Lintang sambil menyodorkan roti kepada sang suami, yang sudah di olesi selai stawberry kesukaannya..


Balita kecil yang baru berusia delapan bulan itu, nampak tak mendengarkan sang ibu berbicara. Ia malah semakin asik meremas makanannya...


''Amam,mam_ Aba ba.. hehehe Ba_ ba.'' jawab Affan sambil tertawa.


Semua orang termasuk kedua Aunty yang sedang sarapan, di buat gemas dengan tingkah sang keponakan yang mulai berceloteh..


''Kakak ipar, Affan sudah bisa memanggil Omar dengan sebutan Baba..'' ucap Norah sambil mencubit gemas sang keponakan..


''hmm.. Dia begitu pintar seperti aku.!! jawab Omar yang mendapatkan delikan mata tak suka dari kedua adiknya..


''Ya Ya Ya, kau memang pintar.'' jawab Zenah


''Ish, sudah sudah. Biarkan Affan makan sendiri biar pun berantakan.'' lerai mama Zulaikha, lalu melihat sang menantu. '' Mentantuku, bukannya hari ini kau mau pergi ke butik bersama Zenah.? tanya Zulaikha..


Yang di tanya malah mengerutkan keningnya, sambil memasukan roti ke dalam mulutnya.''Hari ini aku tidak pergi ke mana mana Maa.'' jawab Lintang yang sudah menelan roti berselai coklat..


Plak__


Zenah menepuk jidatnya, ia lupa memberi tahu kakak iparnya.'' Kakak ipar aku minta maaf, aku lupa memberi tahu mu...


''Auhhh, ya sudah tidak apa apa kita pergi sekarang.? tanya Lintang yang di angguki oleh Zenah.


Lintang lalu menatap Omar yang sedang sudah selesai sarapan.'' Hubby apa aku boleh pergi.? tanya Lintang


Omar menoleh ke arah sang istri. ''Tentu saja boleh sayang, asal hati hati ya, sopir yang akan mengantar kalian.'' Jawab Omar sambil mengelus pipi sang istri.


Lintang mengaguk senang. ''Yey shoping..


Tak munafik. Lintang sangat menyukai yang namanya berbelanja, membeli perhiasan dan yang lainnya. Omar selalu memanjakan Lintang dan memberikan apapun kemauan Lintang. Begitu pun dengan sang mertua yang tidak pernah melarang sang menantu menghambur hamburkan uang..


Bagi mama Zulaikha, cukup melihat anak dan menantunya akur saja sudah membuat ia senang. Terlebih Lintang sudah memberikan cucu untuknya maka semua yang Lintang lakukan tak masalah. Toh keluarga mereka tak kekurangan uang sedikit pun..


Author: Cih sultan mah bebas yaa, jiwa jiwa misquin ku meronta ronta..

__ADS_1


Lintang : Oh enaknya jadi orang kaya, mau apapun juga tinggal ngibas pake uang. Author jangan iri yaa.


Author: jangan sombong kamu!! ntar kalau Author buat bangkrut tuh si Omar, nangis kejer baru nyaho Lo..


Lintang: Ampun, jangan rampas semua yang sudah aku punya wkwkwkk...


Author:dih..


.


Kembali ke topik..


.


Lintang dan Zenah sudah berada di butik langganan mereka, kini mereka sedang memilah milah baju. Sementara Zenah memilih gaun untuk menghadiri pesta..


''Sepertinya ini cocok untukmu Zenah, cobalah terlebih dahulu..'' ucap Lintang memberikan gaun pilihannya


Zenah mengambil gaun yang di pilihkan oleh kakak iparnya lalu mencobanya. Merasa cocok, ia pun membayar dan keluar dari butik tersebut..


Tanpa mereka sadari, jika sepasang mata memperhatikan mereka berdua..


''Kau bersenang senang di atas penderitaan anakku.!! ucapnya sambil membuntuti Lintang dan Zenah..


.


''Kita akan pergi membeli perhiasan, kau ingin ke mana kak.?


Lintang berpikir sejenak. ''Mm__ bagaimana jika kita pergi ke Gold and Diamond Park.?!!


Zenah terkekeh, ''Kau memang penjajah perhiasan kakak, bagaimana bisa kau menumpuk perhiasan di kamar mu. Sementara kau tak suka memakainya..


''Lantas bagaimana dengan dirimu, yang selalu membeli tas branded tapi jarang memakainya.? tanya Lintang balik.


Mereka saling pandang dan sedetik kemudian tertawa bersama. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di.


Gold and Diamond Park


Disini ada sekitar 90 pedagang yang menjual emas, Gold and Diamond Park terletak di Sheikh Zayed Road. Berbelanja emas di sini lumayan nyaman karena ruangan mall yang ber-AC. Jumlah pedagang di Gold and Diamond Park ini memang tidak sebanyak di Gold Souk Dubai. Akan tetapi, banyak toko yang menyediakan desain perhiasan eksklusif, yang tidak banyak ditemui di tempat lain. Banyak toko di Gold and Diamond Park yang menyediakan artisan yang bisa membuat desain perhiasan sesuai keinginan pembeli. Selain toko toko yang menjual emas, di Gold and Diamond Park juga ada cafe dan restoran. Jadi kita bisa beristirahat dengan nyaman setelah lelah berkeliling..


Mereka masuk dengan riang sambil bergandengan tangan, masuk dari toko satu dan keluar dari toko lainnya. Entahlah kenapa Omar tidak pernah menjerit, melihat kelakuan sang istri yang gembor berbelanja itu. Ataukah karna memang uangnya tak akan habis dan berkurang,? Ataukah karna saking cinta.???


Mama Laila membuntuti Lintang kemana pun pergi, dan ia semakin geram ketika Lintang berbelanja perhiasan.


''Seharusnya itu semua menjadi milik anakku.! Dasar wanita kampung.'' geram mama Laila yang melangkah pergi, ke luar dan masuk kedalam mobilnya


.

__ADS_1


Setelah puas berbelanja, Lintang dan Zenah duduk di restoran meminum kopi..


''Kakak ipar, bagaimana persiapan minggu depan? apakah semuanya sudah lancar.? tanya Zenah yang di angguki oleh Lintang..


''Semuanya sudah beres, tinggal menunggu mainan dan boneka belum datang.'' jelasnya.


''Memangnya berapa orang yang akan hadir dari panti.? tanya Zenah


''Sekitar 20 sampai 30 anak yatim piatu yang akan hadir.


''Ouhh, semoga lancar ya kak.''


''Hemm, kalau begitu ayo kita pulang aku sudah merindukan Affan..


''Baik ayo kak, supir juga sudah ada di sebrang jalan..


Mereka keluar membawa barang masing masing, dan melihat sang mobil mereka sudah ada di sebrang jalan..


Mama Laila yang melihat Lintang akan menyebrang jalan, matanya menggelap dan menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi..


Lintang yang sedang menyebrang dan melihat mobil melaju dengan kencang, melototkan matanya dan refleks mendorong Zenah hingga tersungkur..


Zenah Awas.!!!


Aaaaa___


Bruukk...


Ciiiiitttt____


Braaakkk.


Mobil itu pun tak terkendali hingga menabrak toko.. Sementara Zenah melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana kakak iparnya terpental jauh berguling guling..


''Kakak, kakak ipar.'' teriak Zenah berlari menghampiri Lintang yang sudah berlumuran darah..


''Tolong,, siapapun tolong kakak saya..


Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut, langsung menolong korban dan melarikannya ke rumah sakit terdekat. Lalu mengamankan pelaku yang menabrak.


.


.


...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG....


...JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YAA LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2