
Kita sebagai manusia tidak akan tau kapan kita kan mati. Hidup kembali, atau masa depan kita seperti apa ... Di dunia ini kita hanyalah boneka hidup yang sudah di atur garis takdirnya, kita tidak akan bisa melawan takdir sang halik. Jika Allah sudah berkehendak, apapun bisa terjadi, kun fayakun.
~
~
Di Qars milik Lintang sedang mengadakan makan makan mewah, walau hanya di hadiri keluarga Arrashid saja dan semua khadiamah bebas memilih makanan apapun yang mereka ingin pesan..
Para khadimah bertepuk ria begitu pun sang koki, mereka di liburkan untuk hari ini.
Mama Zulaikha menelaktir semua penghuni Qars dan langsung membagikan makanan kepada pekerja hindi atau orang pakistan yang selalu nongkrong di jalanan sehabis kerja bangunan..
Author: Karna disana jarang ada fakir miskin atau pengemis. Orang asli sana tidak semuanya kaya, namun hidup berkecukupan. paling jika ingin bersodakoh ke panti asuhan, itu pun perintah setempat selalu mencukupi.
Tinggalkan mama Zulaikha yang sedang riweh bersama para khadiamah. Di kamar, Lintang sedang merajuk seperti anak kecil kepada sang suami karna meminta Omar menjenguk sang martabak yang sudah bulukan itu. Harap di maklum, Omar selalu menahan hasratnya karna tidak ingin menyakiti sang istri. Jika di pikir pikir setelah Lintang mengalami kecelakaan, Omar selalu bermain solo itu pun jarang ia lakukan.
''Hubby ... aku sudah sembuh, ayolahhh ha'ahhh,'' rujukan Lintang yang menoel noel handuk yang Omar pakai.
Lintang sudah tak tahan ketika melihat Omar sehabis mandi..
''Sayang besok saja yaa, kau harus di periksa terlebih dahulu.'' ucap Omar tanpa melihat Lintang, ia sibuk memilih baju di lemari. Bukan ia tak mau, namun ia masih takut jika lutut Lintang patah kembali jika sedang berpose \*\*\*\*\*.
__ADS_1
"Ish ... dasar suami durhaka! Pamali menolak ajakan seorang istri, atau kamu mau aku perkosa hah!'' Lintang sudah sangat kesal dan melangkah ingin meninggalkan Omar, namun Omar mencekal tangan Lintang.
Hingga Lintang menubruk dada bidang Omar yang kokoh dan lebar.
Dugh..
''Aww.''
Omar memeluk pinggang ramping Lintang hingga kedua squishy Lintang bertubrukan dengan dada bidang Omar yang berbulu dan tak memakai baju..
Tangan Lintang meraba rahang Omar, lalu menarik tengkuk dan menempelkan bibir keduanya. Lintang berjinjit dan mengabsen setiap rongga mulut Omar, bertukar air liur dan bermain perosotan Lidah dengan lihai nya.
Omar mempererat pelukannya dan me remas bakpau yang begitu ia sukai, tak sampai disitu ... si Surotong pun selalu menyundul nyundul kedepan, mengisyaratkan jika ia ingin segera keluar dari sarangnya.
__ADS_1
Satu tangan Omar menyusup dengan tak tau dirinya dan meraba martabak yang sudah banyak bulunya. Jari jemari itu menyusuri jalan setapak ingin menemukan sarangnya ... ketika jari jemari itu menemukan inti dari sebuah kenikmatan Lintang men de sah pelan. Yang mana membuat Surotong berdiri tegak bak pemukul besbol.
Omar sudah menggila ketika mendengar Lintang berkicau nikmat, ia pun mendorong Lintang ke dinding menyerupai cicak dan melemparkan handuk kesembarang arah.
''Kau yang meminta, Hah!''
Terpampang jelas surotong yang susah siap tempur, dan melahap martabak susu kental manis berlapis coklat.
''Aarghh.''
Mulut Omar menge rang nikmat saat surotong bertemu kangen si Martabak, begitu pun Nyai martabak yang sudah tidak bulukan lagi karna sudah di lahap si Surotong.
Keduanya menghabiskan malam yang sahdu, penuh keringat akan kenikmatan yang hakiki. Setelah sekian lama Omar berpuasa. Kini ia bisa kembali memakan Martabak yang dia sukai.
•
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...