
..._____♧♧♧♧_____...
...Happy reading ziyeng....
.
.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kini keluarga Arrashid tengah mengadakan pesta ulang tahun Affan yang ke 1thn. Dr.Diego dan Arrabella sudah di pulangkan ke London karna sudah tak ada lagi yang harus mereka kerjakan..
Lintang sudah tak menggunakan kursi roda, ia menggunakan satu tongkat di sebelah kiri saja. Ia sudah pasrah jika ia tak bisa berjalan lagi. Ia juga rela jika Omar menceraikannya atau menikah lagi, namun Omar selalu marah jika Lintang membahas perceraian atau menyuruh ia untuk menikah karna Omar selalu berkata, ia mempunyai satu ibu satu istri dan hanya satu hati. Tidak ada yang akan membagi ataupun di bagi, Omar selalu berkata jika dia menerima Lintang dalam keadaan apapun..
Lintang sangat terharu saat mendengarkan penuturan Omar, ia selalu bisa membuat hati Lintang berbunga bunga dan merasakan kebahagiaan yang begitu besar.. Entah kebaikkan apa yang sudah di perbuatnya dimasa lalu, hingga Lintang mendapatkan suami yang di damba dambakan kaum hawa..
Author juga mau sebenarnya :D
.
BULGARI HOTEL & RESORTS DUBAI.##
.
Resort mewah yang terletak di Teluk Jumairah, Viel ini berjarak 5km dari pantai Jumairah dan 8km dari The Dubai Mall..
Author mau sombong sedikit, Author juga pernah di ajak sekali ke hotel ini dulu waktu jadi tkw.. wkwkwkwk
.
.
Semua tamu sedang berbincang bincang setelah merayakan ulang tahun Affan.. para lelaki dan perempuan conglomerat terpisah di meja yang berbeda, bergosip dan memamerkan kekayaan mereka masing masing.
Omar bersama teman dan collega serta rekan bisnis, keluarga dan pejabat tinggi berbincang hangat..
''Selamat Omar, kau benar benar berada di puncak atas..'' ucap Hamid Assaud menepuk bahu Omar..
''Terimakasih Tuan Hamid..
__ADS_1
''Omar, apa kau tidak terpikir ingin memiliki perempuan lain.? tanya Muqfuan yang berada di di sebrang Omar..
''Tidak, aku hanya mencintai ibu dari anakku.!! ucap Omar tegas dan menatapnya dingin.
Sementara di sebrang tempat perempuan berkumpul, Lintang tengah berbincang hangat walau ia nggan untuk menimpali kesombongan mereka..
Mata Lintang tengah memperhatikan LuLu dari jarak jauh, yang sedang asik melihat makanan dan mencicipinya satu persatu. Melihat itu Lintang merasa dejavu, ia tersenyum dan menghampiri LuLu..
''Hai LuLu apa kabar.? sapa Lintang dari arah belakang..
Uhuk..
Uhuk..
LuLu sempat tersedak makanan karna kaget ada yang menyapa dirinya, lalu menoleh ke belakang dan melihat Nyonya rumah sedang menyapa dirinya..
''Hallo Madam.'' sapa balik LuLu membungkuk.
''Jangan seperti itu, jangan memanggil ku dengan sebutan madam, karna kau sendiri pun sudah menjadi madam sekarang.'' ucap Lintang terkekeh..
Lulu tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
''Aku pikir kau itu sombong seperti emak emak sosialita sebelah sana, yang sedang memamerkan berlian dan emas mereka.!! tunjuk LuLu menunjuk menggunakan liriknya mata..
''Baiklah nanti aku akan bermain ke Qars milikmu bersa___
Obrolan mereka terhenti ketika mendengar suara gaduh yang berasal dari meja para lelaki, di sana Omar tengah mengcengkram baju Tuan Masnad al muthairi dengan mata penuh dengan amarah..
''Jaga mulut mu, jika kau tidak mau ku hancur.!! bentak Omar
Bukannya minta maaf, Tuan Masnad malah terkekeh..
''Kau fikir aku takut kepadamu, aku katakan sekali lagi kepadamu. Kau tidak cocok mendapatkan Istri cacat di samping mu.!!
Bugh..
Bugh..
Omar sudah tak kuasa menahan amarah di dadanya saat ada orang yang menghina istrinya, Pria ini terus saja mempropokasi dirinya hingga kesabaran Omar mulai tipis..
''Kau pikir kau siapa hah!! sekali lagi kau menghina istriku dengan mulut kotor mu itu, akan aku buat kau bungkam selamanya.!!
__ADS_1
Bugh..
''Sudah Tuan, jangan seperti ini..'' lerai Khalid memisahkan Bos nya dengan Tuan Masnad..
Lintang tertegun melihat kemarahan Omar, selama ia menjadi istrinya. Omar tidak pernah menunjukan kemarahannya, Omar selalu bersikap lembut dan penuh cinta. Namun sekarang Lintang melihat ada kobaran api di mata sang suami yang kapan saja akan membakar orang yang mengusiknya..
Tiba tiba bulu kuduk Lintang berdiri, ia menelan salivanya susah payah. Ia berjanji tidak akan membuat Omar marah..
Security datang dan membawa Tuan Masnad keluar, Sementara yang lain pun sama tertegunnya melihat Omar marah untuk pertama kalinya.. Omar memang terkenal tak banyak bicara dan dingin, namun tidak kejam seperti kebanyakan CEO.. Ia akan bersikap dingin hanya kepada perempuan yang menurutnya tak layak..
Lintang menghampiri Omar dan memegang tangannya..
''Hubby..
Suara sang istri bagaikan pendingin yang menyadarkan dirinya dari amarah yang menggebu gebu, perlahan Omar memejamkan mata dan menghirup udara dengan panjang..
''Maafkan atas kekacauan yang saya perbuat.!! ucap Omar kepada tamu yang hadir, lalu ia pergi mendorong kursi sang istri keluar dari acara..
.
"Qars(Mansion)
.
Affan tengah asik membuka kado bersama Khadimah dan mama Zulaikha yang selalu berada di samping cucunya.. Sementara Lintang dan Omar tengah berada di kamar mereka, Omar memejamkan matanya karna masih kesal dengan ucapan Masnad yang masih terngiang ngiang di telinganya.
Istrimu cacat..
Istrimu cacat..
Aku mempunyai wanita lain jika kau ingin..
Tinggalkan istri mu yang cacat itu..
Itulah kata kata, yang Omar tidak bisa menerimanya walau ia sedang memejamkan matanya namun masih terdengar menyakitkan.
Lintang memeluk Omar, berharap bisa menenangkan hatinya yang sedang kacau..
''Maafkan aku.!!
.
__ADS_1
.