
TUT.
...TUT....
TUUUUUTTT ...
Kelakson truk berbunyi dengan sangat kencang dan itu membuat Omar bagun dari rasa keterkejutan nya..
''Ahhh ... Omarrr.'' teriak Lintang.
Supir truk berhenti mendadak, lalu melihat Omar yang berada di belakang.. ''Haii dasar gilaaa, apa kau mau mati. Kenapa kamu berdiri di tengah jalan. Dasar pria tak berguna!'' teriak marah sang supir truk karna hampir saja ia menabrak seseorang..
Omar mengelus dadanya dengan jantung berdegub kencang, untung saja ia dengan tepat waktu bisa mundur dua langkah kebelakang hingga ia masih di beri kesempatan hidup..
Omar yang di teriaki oleh supir truk merasa kesal sekaligus marah.
''Kenapa kau yang jadi marah sialan! Seharusnya aku yang marah. Kenapa kau menjalankan truk dengan kecepatan tinggi.'' bentak Omar tidak mau kalah dan melangkah ingin menghampiri sang supir truk.
Namun sebelum ia melangkah, Omar mendapatkan pukulan dari arah belakang.
''Apa kamu mau mati!'' bentak Lintang sambil memukuli tangan Omar dengan membabi buta..
Aw.. Aw..
''Sakit Habibty.''
Aw..
__ADS_1
''Maafkan aku sayang, aku tidak hati hati.''
Supir truk menjalankan kembali truknya, sambil terkekeh puas saat melihat Omar mendapatkan pukulan dari seorang wanita yang ia kira itu istrinya..
''Syukurin..''
~
~
Setelah puas memukuli Omar, kini Lintang memeluk Omar dan menangis di pelukan sang suami, ia sangat takut jika harus kehilangan Omar dari hidupnya.
Ia tak bisa membayangkan kehidupannya tanpa kehadiran sang suami di setiap harinya.
Omar merasakan bahunya bergetar dangan isak tangis dari sang istri, membuat ia merasa bersalah. Ia pun membalas pelukan sang sang istri dan mengelus punggung Lintang..
''Maafkan aku sayang, lain kali aku akan berhati hati.''
''Ya, aku berjanji.'' ucap Omar sambil menghapus air mata yang ada di pipi Lintang. ''Ayo kita masuk kedalam mobil.''
Mereka berdua pun berjalan dan masuk kedalam mobil, dan melupakan jika Lintang di beri keajaiban bisa berjalan normal kembali.
Mereka berdua mungkin masih Shock.
Braaakkk.
Keduanya menutup pintu secara bersamaan, dan melajukan mobilnya menuju Qars mereka.
__ADS_1
Susi yang ada di belakang menatap kedua Majikanya yang seakan cuek ketika Madam nya bisa berjalan kembali, ia ingin memberi selamat namun ia urungkan karna suasana di dalam mobil terasa hening..
Dua puluh menit, akhirnya mereka telah sampai Qars..
Omar dan Lintang keluar secara bersamaan, sedangkan Susi berjalan di belakang mereka sambil menggendong Affan yang sedang tertidur..
''Madam. Madam.'' Pangil Susi dari belakang, yang membuat Lintang menoleh kearah Susi..
''Ya Sus ada apa?'' Tanya Lintang, yang masih belum menyadari jika dirinya visa berjalan kembali.
''He he heh ... Tidak ada apa apa madam, hanya ingin memberikan selamat kepada Madam karna sudah bisa berjalan normal.'' ucap Susi, yang mana membuat Lintang dan Omar saling pandang dan secara bersamaan menatap kaki Lintang..
''Aaaahhkm ....''
Lintang berteriak gembira, karna kaget saat ia melihat kakinya berjalan normal tanpa menggunakan tongkat lagi.
Affan yang sedang tertidur pulas langsung bangun dan menangis.
''Apa ini sebuah mimpii.'' teriak Lintang.
Omar tersenyum bahagia dan langsung memeluk Lintang dengan haru. ''Selamat sayang, aku bahagia kau sembuh total. Besok kita akan memeriksa kaki mu ke rumah sakit. Dan jangan meloncat loncat seperti itu, aku merasa ngilu melihatnya.''
''Sayang aku gembira, karna ternyata ucapan Dr.Diego benar. jika kakiku sudah sembuh dan hanya menunggu keajaiban datang kepadaku. See, ini semua mukjizat dari yang maha kuasa.''
Lintang berhamburan memeluk sang suami kembali, bersujud syukur karna Tuhan masih menyayangi dirinya.
•
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...