
15jam lebih tujuh menit. Sari Bandar Udara internasional King Abdul Aziz Jeddah, sampai dengan selamat di bandara Soekarno hatta tercinta.
Omar merasa lelah karna harus duduk di klas ekonomi, padahal Khalid sudah bilang kepadanya untuk menunggu esok hari, karna klas bisnis sudah kosong untuk penerbangan hari ini. Namun karna Omar sudah tidak tahan untuk bertemu si marta, Ia pun rela berdesak desakan dengan penumpang yang lain. Bahkan harus rela transit beberapa jam.
''Marta I'm coming.'' gumam Omar, yang langsung naik mobil yang sudah menunggunya.
¤¤
Sedangkan di sisilain, Lintang baru selesai Video call bersama mertua dan anaknya Affan. Dari kemarin Omar tak bisa di hubungi sama sekali, yang mana membuat Lintang cemberut bukan kepalang..
Bahkan ia berencana untuk pulang besok, jika sang suami tak kunjung memberinya kabar.
Lintang yang masih cemberut, langsung keluar rumah dan tidak sengaja melihat anak anak yang akan pergi entah kemana..
''Eh bocah, kalian mau pada kemana?''
''Eh .. Teh Lintang, ini teh mau kedepan.'' jawab anak-anak serempak.
''Yeyy ... aku juga tau kalian mau kedepan, kedepan tuh mau kemana?'' tanya Lintang, sambil melipat tangan nya di dada dengan nada sewot. Entahlah, mood nya itu kurang baik hingga ia ingin marah-marah.
''Kepo banget sih, Teh. Urusan anak kecil! Ya udah sini aku bisikin.'' Anak lelaki berumur tujuh tahun itu membisikan sesuatu, yang membuat Lintang tersenyum senang.
''Kalau begitu Teteh ikut, ayo.''
Lintang begitu bersemangat saat mereka berjalan ke kebun jambu batu milik pak komar, yang di kelilingi pagar oleh sang pemilik agar tidak ada yang mencuri jambu miliknya.
Lintang melihat pagar yang terbuat dari bambu dengan kening mengkerut. ''Siapa yang mau manjat pohon nya?'' tanya Lintang.
Ke empat anak itu melihat Lintang secara bersamaan, lalu tersenyum penuh makna yang mana membuat Lintang begidik ngeri.
''Heh! Kenapa kalian melihatku seperti itu!''
¤
¤
__ADS_1
¤
Dan, sinilah Lintang berada. Ia merutuki kebodohan nya karna mau saja ikut bersama bocah bocah nakal ini, yang mana dia harus memanjat pagar dan pohon jambu.
''Ayo Teh manjatnya, nanti keburu yang punyanya dateng.'' ucap bocah yang bernama Rizki.
''Iya Bawel.''
Tanpa mereka sadari ... jika pak Komar sudah berada di belakang mereka, sedang berkacak pinggang dengan tanduk jambul katulistiwa yang siap menyeruduk mangsa.
''Khem..''
Deheman seseorang membuat ke empat anak itu menoleh dan terkejut, melihat sang pemilik sedang berkacak pinggang sambil melotot kearah mereka.
Empat bocah itu cengengesan, lalu lari terbirit birit meninggalkan Lintang yang masih diatas pohon. ''Woy anak nakal, ini tangkap jambunya.'' teriak Lintang menjatuhkan satu keresek berisi buah jambu yang penuh, lalu ia turun dengan senyuman bangga di bibirnya karna telah mencuri jambu..
HAP!
Lintang turun dari atas pohon, sambil menepuk nepuk tangannya. ''Gimana? hebat 'kan Teee--teh.''
Lintang terkejut bukan main, melihat pak Komar sudah mengeluarkan tanduk yang sudah siap menyeruduk nya hingga terbang ke alam baka.
Gluk..
Lintang menelan salivanya.
''Lihat pak, ada yang mencuri jambu lagi di sebelah sana.'' tunjuk Lintang sambil berteriak, yang mana membuat pak Komar menoleh kebelakang.
Di saat itu pula Lintang kabur membawa satu kantong keresek berisi jambu, sambil berteriak. ''Kabuuuurrrrrr.''
Pak Komar menoleh dan melihat Lintang yang sudah kabur.
''Dasar budak bangooorr! Awas siah mun mantog dei. Dicacag eta cokor ku aing.'' (Dasar anak nakal! Awas saja jika kembali lagi. Di cincang itu kaki sama saya)
Pak Komar menggerutu di kebunnya seperti orang gila, menyumpah serapahi karna sudah berani menyolong jambu miliknya.
__ADS_1
¤¤¤¤¤
Hos.. Hos.. Hos..
Lintang berlari dengan sekuat tenaga, lalu berhenti ketika ia rasa sudah jauh dari kebun jambu itu.
''Teteh.'' teriak ke empat bocah itu menghampiri Lintang yang sudah kembali.
Lintang berkacak pinggang, memelototi ke empat anak kecil itu. ''Dasar gak setia kawan!" bentak Lintang.
''He he he ... maaf Teh, kita refleks kabur gara gara kaget liat pak Komar yang sudah ada di belakang kita."
''Bener teh."
''Benerr."
''Ahh yaudah, ayo kita kerumah Teteh.''
Mereka dengan riang berjalan pulang kerumah Lintang, namun di tengah perjalanan ... Lintang berpapasan dengan Lia dan suaminya yang sedang menaiki motor.
Lia menatap Lintang sinis, sambil memeluk sang suami dengan erat. ''Eh ... pasti udah di cerein dan di pulangin sama suaminya yaa.'' ejek Lia.
Lintang menyunggingkan bibirnya, '' Eh anak anak, kalian denger orang ngomong gak sih? tapi ko gak ada orangnya yaa?''
''Ayo kabur, takut dedemit lewat..'' ajak Lintang yang mana membuat Lia cemberut, karna Lintang lagi dan lagi tak meladeninya.
Sedangkan Omar, ia sudah sampai di depan rumah Lintang dan turun dari Mobil.
''Salam'alaiq.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1