Married With Baba

Married With Baba
LDR Sementara.


__ADS_3

Sudah satu minggu Lintang berada di Indonesia, satu minggu pula ia mengurusi sang ibu tercinta hingga bisa manjat pohon pisang kembali.


Ia dan Omar harus mau menjalani hubungan LDR beberapa minggu kedepan, karna Omar pun harus pergi ke Saudi Arabia untuk mengecek salah satu cabang perusahaan miliknya disana.


Walau pun jauh, tak membuat mereka sedih. Mereka berdua setiap ada waktu luang selalu menghubungi satu sama lain dan menanyakan kabar.


Namun hal yang membuat Omar sedih adalah, ia tak bisa memakan atau sekedar menjilat martabak berlapis susu kental manis kesukaan nya menggunakan dua jari.


Jangankan memakan martabak itu, melihat pun sepertinya tidak bisa. Hatinya resah, gundah gulana karna berjauhan dengan Lintang.


Sama halnya dengan Omar, surotong pun layu di dalam sangkarnya berdiam diri tak mempunyai gairah karna di tinggal induknya.


Author :Hahahaha kasian deh lo.


Surotong :Othor jahat banget.


Author : Puasa dulu tong! Jangan makan martabak mulu, nanti kena diabetes makan manis terus.


Surotong : Jangan lama lama pisahkan aku sama yayang marta ya thor..


Author : Sapa itu marta?''


¤¤¤¤¤


Seorang gadis tengah berjalan luntang lantung. Siapa lagi jika bukan Lintang yang sedang berjalan jalan di kota S, ia tengah mengenang masa masa waktu dulu saat ia masih sekolah.

__ADS_1


''Heii ... gadis kecil.'' teriak salah satu remaja.


Lintang menoleh dan melihat ada empat remaja pria, yang sedang menghampirinya menggunakan motor sport.


''Ada apa?''


''Serahin duit kamu, mana?'' Teriak salah satu pemuda.


Lintang dengan santai mengeluarkan uang lima ribu kepada remaja di depan nya.


Nazril namanya, ia mengererutkan kening karna melihat uang lima ribu di tangannya. ''Ini gak akan cukup, serahin yang ada di dompet kamu, cepet!'' bentaknya lagi.


''Aku itu udah gak ada uang, itu pun buat ongkos naik angkot.'' jujur Lintang, karna memang ia membawa uang pas pasan hanya untuk bayar angkot saja.


''Ih, cewe bokek.'' timpal remaja yang bernama Saipul.


''Hari gini minum jasjus, gak level layaw.'' Jawabnya mendelikan mata tak suka.


''Gini aja deh bos, bawa aja ini cewe ke markas lumayan buat senang senang.'' ucap Anto yang di angguki Saipul bersama Baden.


Nazril nampak berpikir lalu menoleh, namun Lintang tak ada di tempat. Ia sudah nangring di motor milik Nazril dengan manis menggunakan helm..


''Kuy ah, jjs kita.'


Nazril dan ddk terbengong melihat kelakuan Lintang, tanpa merasa takut kepada mereka..

__ADS_1


''Sudahlah Bos, ajak jalan jalan aja itu bocah. Kasian jadinya liat muka sumringah nya, terlebih Bos bisa manas manasin Sinta kan.''


Nazril tersenyum dan menghampiri Lintang.. ''Kamu mau kemana?'' tanya Nazril akhirnya.


''Kamu nanyaaa ... aku mau kemana? Kamu bertanya tanya ... he hehe, kemana aja adek ikut abang.'' goda Lintang, mengedipkan sebelah matanya.


''Pakai itu helm nya yang bener, takut nanti aku hilang kontrol dan ngebut.''


''Gak papa aku senang ko di bawa ngebut, selama ini aku jarang sekali di bawa ngebut sama Omar.''


''Omar? siapa Omar.''


''Jangan kepo, cepat lajukan saja motornya.''


Lintang naik motor mengelilingi kota S, bersama Nazril dan ddk. Lintang begitu gembira sampai sampai lupa akan suami yang sedang cemberut di ruangan kerja sambil memeriksa berkas yang perlu ia tanda tangani.


''Khalid, cepat keruanganku.''


Thakk..


Omar menutup telponnya dengan kasar, ia tidak memiliki gairah hidup ketika jauh dari belahan jiwanya.



...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2