Married With Baba

Married With Baba
Kedatangan


__ADS_3

MALAM HARI•


Jam menunjukkan pukul 21:30 masih siang memang, namun namanya di kampung ... Jam segitu sudah sepi, apa lagi jika ada orang yang baru meninggal. Beeuuuhhh udah kaya kampung mati..


Omar sudah menunggu Lintang yang masih di kamar mandi, Ia sedang berleha leha sambil tumpang kaki dengan tangan menjadi senderan kepalanya..


Dalam benak Omar, ia sedang berfantasi liar dengan gaya gaya yang sudah ia persiapkan. Omar pun melihat surotong yang sudah berkedut memberontak di balik cemvak.


''Tong, sabar napa yaa ... si marta sedang di bedakin. '' ucap Omar, memberitahu surotong di bawah sana yang sudah tak sabar meminta untuk keluar kandang..


Omar mengelus surotongnya supaya diam, namun semakin di elus ... semakin besar pula surotong itu rupanya.


''Alamak.'' Omar langsung berdiri dari tempat tidurnya, namun ia mendengar jika pintu kamar mandi terbuka..


Ceklek.


Rettetewwwwwwww ...


Pintu terbuka, menampilkan Lintang yang memakai kostum kekurangan bahan..


Gluk.


Omar menelan salivanya, ia berdiri mematung melihat sang istri begitu semoookeu. Tidak sia-sia ia berfantasi liar karna Omar tau jika Lintang selalu menyuguhkan yang terbaik untuknya..


Surotong yang sudah mencium bau bau si marta, menggeliat seperti cacing kepanasan..


Surotong : cepat Keluarkan aku ... aku sudah sesak berada di sini.


Lintang yang melihat sang suami begitu terkesima, ia malah tersenyum jahil. Bukan nya menghampiri Omar, ia malah melangkah ke arah sofa pojok kiri..


Lintang duduk seperti laki laki, yang mana paha ayam itu terkepose begitu menggiurkan di mata Omar. Badan bersender dengan tangan melambai menyuruh Omar untuk menghampirinya..


Bak terhipnotis, Omar melangkah pelan menghampiri Lintang yang sedang menggigit bibir bawahnya membuat Omar semakin tidak karuan.


Omar sudah berada di depan Lintang, namun bukannya duduk di sebelah sang istri, ia malah berlutut di depan si marta yang sudah cantik di balik kain satu jari itu..


Omar meraba kaki jenjang Lintang yang putih mulus tanpa noda, bahkan si marta tidak memiliki bulu sedikit pun. Halus seperti perosotan tk..


Omar menatap Lintang dengan tatapan meminta, yang di beri jawaban senyuman oleh si pemilik marta..


Author : Hati hati si marta masih panas bang..


Omar masih setia berlutut memandangi martabak yang ada di depannya, ia sudah tak sungkan untuk membelai bahkan merabanya. Omar yang sudah tak tahan langsung memakan martabak itu dengan rakus.


Sementara Lintang menikmati apa yang Omar lakukan, ia selalu menyukai salam dua jari yang selalu Omar lakukan, jika sedang memakan martabak berlapis susu kental manis bertabur keju keju kenikmatan..


Uhhhh...


Si marta mengeluarkan susu kental manis dari dalam, yang mana membuat tubuh Lintang bergetar. Omar yang sudah melihat bahwa si marta sudah puas, kini ia langsung mencium Lintang dan mengabsen setiap inci bibir ranum milik Lintang..


Selanjutnya silahkan berimajinasi dengan pikiran mesum kalian masing-masing wkwkwkwk..

__ADS_1


¤


¤


¤


¤


¤


Pagi dini hari, Lintang terbangun karna mendengar suara adzan berkumandang. Lintang melihat jam menunjukan pukul 4:30, ia pun bangun dan bersender terlebih dahulu dan mengambil gelas yang ada di nakas lalu meminumnya..


Lintang melihat kamarnya begitu berantakan, dan melihat sang suami beserta dirinya hanya terbungkus spray..


''Oh yaa ampun, apakah tetangga mendengar jeritanku semalam?'' Gumam Lintang, yang langsung berdiri dari ranjang. Tidak lupa ia menyelimuti Omar yang masih terlelap dalam tidurnya.


Ia melangkah ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, lalu melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.


¤¤¤¤¤


Siang hari, Lintang sudah memasak makanan dan membungkusnya untuk di antarkan kepada Omar dan sang Ayah. Tadi pagi Omar meminta ikut dengan mertuanya ke ladang yang sedang panen..


''Lin, sudah bungkus nasi dan lauknya?'' tanya sang Ibu.


''Sudah buk.''


''Cepat antar, kasian mereka keburu lapar.''


''Yaudah, Lintang pergi dulu ya buk.''


Lintang pergi kebelakang rumah dan melewati sungai kecil, lalu berjalan setapak. Ia bisa melihat sang suami yang sedang berbicara dengan seseorang di ponsel..


''Hubby.''


Omar menoleh dan melihat sang istri sedang membawa sesuatu, ia pun mematikan telponnya dan membantu Lintang.


''Hati hati sayang.''


Omar menuntun Lintang ke gubuk yang ada di perkebunan, dan menaruh makanan yang Lintang bawa..


''Kemana Ayah dan pegawai yang sedang memetik cabe? ko gak kelihatan?'' tanya Lintang, yang melihat sekitar kebun tak melihat siapapun..


''Ayah dan yang lainnya barusan pergi, Aku gak tau pergi kemana.''


''Ouhh, kalau begitu ayo kita makan duluan sayanggg ... kamu pasti lapar 'kan?''


Omar mengangguk dan memperhatikan sang istri yang sedang membuka kotak makanan, Omar duduk di belakang sang istri lalu memeluknya..


''Apa jika kita melakukan di sini, akan ada orang yang datang?'' bisik Omar yang mana membuat Lintang melotot dan menoleh kebelakang..


Cup.

__ADS_1


Omar mengecup bibir Lintang..


''Hubby ka--''


Lintang tak bisa meneruskan kata katanya karna Omar menciumnya. Lintang mencoba memberontak karna ia tidak mau melakukannya di sini..


''Hubyy ... jangan disini, jika ada orang yang datang bagaimana?''


''Ahh ... baiklah, baiklah, tapi jika di rumah boleh yaa?'' Omar mengalah..


">sshh kau itu.''


Mereka pun makan dengan tenang, tanpa melakukan hal hal goib yang bisa menggegerkan satu Rw setempat..


Author : Bayangkan jika mereka melakukan hal tak sesonoh di dalam gubuk reot, sudah di pastikan gubuk derita itu akan ambruk jika surotong mengeluarkan kekuatannya..


Setelah selesai makan, Lintang melihat ibu ibu yang bekerja memetik cabe di kebunnya..


''Loh ibu ibu, bapak saya kemana?''


''Ehhh Neng Lin, itu si bapak gak bisa balik ke sawah lagiiiii katanya ada tamu dari jauh berkunjung.'' jawab si Ibu.


''Ouhhh, Yasudah lanjutkan yaa, kami mau pulang dulu.'' ucap Lintang melangkah pergi bersama Omar..


Lintang dan Omar akhirnya sampai di depan rumah, namun mereka di kejutkan dengan ada nya Affan yang sedang di gendong oleh ayah Lintang..


Omar dan Lintang saling pandang.. ''Hubby ini bukan mimpikan?'' bisik Lintang.


''Ummah.''


Belum Omar membuka mulut, teriakkan Affan membuat Lintang berlari menghampiri anak semata wayangnya


''sayangggg ... Affan, anakku.''Lintang memeluk sang anak yang ia rindukan..


''Menantu ku, kau sudah pulang?'' sapa mama Zulaikha dari dalam bersama ibu Lintang..


''Maaa..'' Lintang melepaskan Affan dan memeluk sang mertua yang jauh-jauh datang kesini.. ''Kei'fhalk ya maa..''


''Tam'mam ya Habibty..''


Omar memeluk dan mencium kening sang ibu. ''Mah, kenapa kau tak mengabari aku, jika kau ingin datang kesini.''


''Kejutan untuk kalian, lagian mama juga ingin bertemu besan mama.'' jawab mama Zulaikha dengan senyuman..


Ibu Lintang senang atas kedatangan besannya yang selama ini selalu ia Lihat lewat ponsel saja, terlebih cucu yang sudah lama ingin ia lihat akhirnya tersampaikan juga..


Ia tak menyangka jika kehidupan keluarganya bisa seberuntung ini..


Lintang dan sekeluarga masuk kedalam rumah dengan senyuman menghiasi wajah mereka masing masing..


__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2