Married With Baba

Married With Baba
BAB 58


__ADS_3

Seperti hari hari biasa, Omar pergi ke kantor, sementara Lintang sedang bermain dengan Affan. hari ini mama Zulaikha pergi ke kota Al'ain menjenguk sodaranya yang sedang sakit..


Susi sudah naik jabatan, dari pekerjaan cuci baju dan setrika kini ia di percaya oleh Lintang dan Omar untuk mengasuh Affan.. Sekarang Susi dan Lintang tengah berada di kamar main Affan.


Susi sedang menari seperti Childliders, menyemangati sang Madam yang tengah belajar berjalan tanpa tongkat dan berpegangan ke tembok untuk menahan. selangkah demi selangkah Lintang lakukan, ia bertekad ingin bisa berjalan kembali dan membuat kejutan untuk Omar..


Go madam, go madam Go..


Go madam, go madamGo..


Susi berteriak histeris bersama Affan yang sedang mengikutinya berjoget ria. Lintang yang melihat kelakuan Susi seperti itu mengulum senyum di bibirnya..


.


.


Sementara Omar di kantor sedang tersenyum puas, karna telah membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan milik Masnad. walau perusahaan Omar harus ganti rugi miliaran rupiah karna telah membatalkan kontrak dengan sepihak, namun bagi Omar tidak ada masalah. lebih baik kehilangan Miliaran rupiah di bandingkan harus mendengar istrinya di hina dan di remehkan..


''Khalid aku akan pulang kerumah untuk makan siang.!!


''Baik Tuan..


Omar melangkah keluar dari ruangannya dan melihat Baseera tengah berkutat dengan leptopnya..


''Baseera..


"Ya Tuan..


"Tolong periksa file berwarna biru yang berada di mejaku..


"Baik Tuan..


Omar melangkah masuk kedalam lift khusus untuk dirinya dan rekan bisnisnya..


15mnt akhirnya ia sampai di Qars miliknya dan masuk kedalam. "Ea'jizi..'' teriak Omar menggema di ruang tamu dan melangkah ke kamar sang anak..


''Yaa hubby aku di sini..'' Jawabnya


Dari ambang pintu Omar melihat sang istri menyembutnya dengan senyuman..


Cup..


Omar mengecup bibir Lintang dan mencium kening Affan..

__ADS_1


''Ayo kita makan siang di luar sayang..''


''Kau tidak makan dirumah.?


''Aku ingin makan siang bersama mu dan Affan..


''Baiklah ayo..


''Sus, gondong Affan dan pergilah terlebih dahulu kedalam mobil.''ucap Omar.


''Aku ikut Baba.? tanya Susi dengan bodohnya..


''Tentu saja kau ikut, kalau kau tidak ikut siapa yang akan menggendong Affan hah.'' jawab Omar dengan mentoyor kepala Susi..


'' Baik Baba.'' jawab Susi cengegesan dan mengangguk lalu pergi terlebih dahulu ke dalam mobil..


Omar menggendong Lintang Ala bridal dan melangkah menuju mobil..


Di sepanjang jalan, Lintang menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami, mendengarkan deguban jantung dengan kencang.


Suara jantung yang sama saat pertama kali Lintang memeluk Omar pertama kalinya..


Deguban jantung Omar yang membuat Lintang nyaman berada di dalam dekapan sang suami.


Muuuaacchh..


Lintang mencium pipi Omar dengan gemas, dan di balas ciuman dari Omar di kening Lintang..


''Ana ahibuk ya Lintang..''(Aku mencintaimu Lintang)


"Uhibuk 'aydan ya Omar."(Aku juga mencintaimu Omar)


.


.


Di dalam restoran, mereka makan dengan tenang, dan sesekali tertawa karna mendengar ocehan Affan yang segala sesuatu ingin mengetahuinya..


Netra mata Lintang tengah memperhatikan duq orang di ujung meja sana..


''Bukankah itu Zenah dan Khalid.'' tanya Lintang kepada Omar. sambil menunjuk mereka..


Omar menoleh kebelakang dan melihat sang adik dengan asisten pribadinya sedang makan siang bersama..

__ADS_1


''Yaa, itu mereka. Biarkan saja..'' jawab Omar, karna memang ia mengetahui jika Khalid sedang pdkt dengan sang adik dan itu tidak masalah untuk Omar jika keduanya saling suka..


Setelah cukup lama mereka menghabiskan makanan yang ada di meja, termasuk Susi yang sedang mengusap ngusap perutnya yang sangat kenyang..


''Kau itu rakus sekali sus.!!


Hehhehe___


''Makanan ini enak Madam, lainkali ajak Susi ke sini lagi yaa..


Lintang mengangguk dan tersenyum, mereka pun keluar dan masuk kedalam mobil..


Di perjalanan, tepat di lampu merah Affan melihat penjual balon, Affan merengek dan menangis meminta balon itu..


''Baiklah, sayang jangan menangis. Baba akan belikan itu untuk mu, tapi kita pinggiran dulu mobilnya sebelah sana yaa.''Ucap Omar yang di angguki oleh Affan..


Setelah meminggirkan mobilnya di pinggir jalan, Omar keluar dari mobil menyebrang jalan raya..


Lintang melihat Omar dari dalam mobil, netra matanya melihat tubuh Omar semakin menjauh darinya..


Lintang tersenyum dan membuka kaca, lalu mengeluarkan kepalanya untuk melihat Omar. namun matanya Lintang melihat truk dari arah berlawanan sedang melaju kencang..


Omar tak memperhatikan jalan, ia malah sibuk berbicara lewat telpon dengan seseorang..


''Omar awassss..'' teriak Lintang namun tak di dengar..


''Omarrrrr..


Lintang dengan refleks keluar dari dalam mobil dan berlari tanpa sadar tidak menggunakan tongkat..


''Omar awasss..'' teriaknya lagi


Kali ini Omar mendengar teriakan Lintang, lalu ia menoleh dan tertegun di tempat ketika melihat sang istri tengah berlari kearahnya tanpa menggunakan tongkat..


Sementara Lintang yang melihat suaminya malah melamun di tengah jalan merasa gemas sendiri..


Tuuttt..


Tuuuuuttttt.....


Kelakson truk berbunyi dengan sangat kencang dan..


.

__ADS_1


__ADS_2