
Beberapa tahun kemudian•
Duduk seorang pria tampan mengenakan Tsaub berwarna merah maron dan sorban putih yang melilit di kepalanya, ia tengah memeriksa berkas-berkas yang harus ia tanda tangani.
Affan. Pria berusia 27thun itu menjelma menjadi pria tampan yang sangat di gilai para wanita. Namun ia memiliki sifat layaknya sang ayah, yang cenderung pendiam tak banyak bicara.
Di usianya yang masih terbilang muda, namun ia mampu memegang perusahaan sang Ayah yang sudah di serahkan kepadanya.
Sementara Omar, ia hanya fokus ke MARSRUQ BANK yang ia kelola. Karna Omar tak ingin di pusingkan oleh beberapa perusahaan yang menghabiskan waktu kebersamaan nya dengan sang istri tercinta..
...¤¤¤¤¤...
''Tuan, dua hari lagi kita harus terbang ke London untuk memeriksa cabang perusahaan disana.'' Ujar Dayan asisten pribadi Affan.
''Baik, persiapkan semuanya agar tidak ada kendala.'' Jawabnya, tanpa melihat Dayan. ''Dan yaa ... kapan sekretaris itu datang?"
''Besok dia mulai bekerja Tuan.''
''Baikah, kau ajari supaya dia terbiasa dengan pekerjaan nya."
''Baik Tuan."
Affan sibuk dengan urusan kantor, lain halnya dengan di tempat lain. Di mana Lintang tengah mencari anak gadisnya yang nauzubilah nakalnya melebihi emaknya.
''Radiah, Oh ... Radiah.'' teriak Lintang, memanggil Art nya.
''Naam, Mandam'' (Iya Madam)
''Radiah, Apa kamu liat si Kustini?'' Tanya Lintang, yang mana membuat khadimah nya bingung.
''Maaf Madam, setau saya disini gak ada yang kerja namanya Kustini.'' jawab Radiah bingung.
''Haiiisss ...." Lintang menepuk jidatnya, ''Maksudku si Kaleea, diaman dia?''
''Oohh ... Non Kaleea, ada di atas pohon mangga.'' Jawabnya, sambil menunjuk ke arah pohon mangga belakang rumah.
Lintang pun melangkah lebar menghampiri sang anak. Sedangkan Kaleea tengah menikmati mangga muda di atas pohon dengan santai.
''Ahh ... segarnya.''
''Kaleea, turunnnn!'' Teriak Lintang, yang mana membuat Kaleea jatuh dari atas karna terkejut.
BBRUUGH!
''Aaaiiii ...''
__ADS_1
Lintang yang melihat sang anak jatuh dari atas pohon langsung berlari. ''Apa kau baik-baik saja?''
''Aahh, aku baik baik saja Ummah.'' jawab Kaleea.
''Siapa yang bertanya kepadamu, aku bertanya kepada pohon mangga kesayangan ku.'' Cetus Lintang, lalu menjewer sang anak.
''Aaii ... Ummah, kenapa menjewer kuu.''
''Kamu itu yaa, ya Allah nakalnya gak ketulungan. Mana ada anak gadis perawan manjat pohon mangga, kamu tuh keturunan siapa sih.''
Author : dih nggak nyadar diri.
Lintang : Thor, aku itu gak pernah yaa manjat manjat kaya monyet.
Author : heh eleh ...
''Lagian kenapa sih, Mom.''
Hmmpptt!!
Lintang mendengus dan melepaskan tangannya yang menjewer Kaleea. ''Kau itu mau bertemu calon suami mu, masa kau lupa! Cepat mandi dan berdandan yang cantik, jangan malu-maluin Ummah mu!'' Sentak Lintang.
''Ih ... jadi aku fix di jodohin sama pria kemayu itu! Ummah, aku tidak mau menikah dengan pria berjiwa wanita itu.'' Kaleea menolak dan merengek.
Lintang menampar bokong sang anak. ''Kamu itu bisa gak sih, gak ngeledek pria yang mau nikah sama kamu? pokoknya Ummah gak mau tau, kau harus menikah dengannya. Titik gak pake koma! Lagian, kamu mau menolak pernikahan yang sudah nenek mu atur sewaktu kau masih di bedong?''
Kaleea terdiam, sementara Lintang pergi meninggalkan sang anak yang sedang berteriak prustasi.
''Aahhkkk ... sialan! awas saja jika aku bertemu dengannya, akan aku kuliti dia hidup hidup! Aku tidak mau menikah dengan pria lembek, aaaa ...'' Kaleea mengacak ngacak rambutnya prustasi.
Sebenarnya Lintang pun tak setuju dengan adanya perjodohan ini, namun apa yang harus ia lakukan jika wasiat terakhir sang mertua harus di laksanakan.
Ia mencoba membujuk sang suami, namun Omar pun sudah membuat janji kepada sang ibu yang tidak akan pernah ia ingkari. Terlebih Affan sebagai Kakak nya juga selalu menentang perjodohan ini, namun Affan pun tidak bisa berbuat banyak..
¤
¤
¤
¤
¤
Malam pun tiba•
__ADS_1
Kaleea sudah berdandan layaknya Amera (Putri). Wajahnya yang mungil dan cantik dengan mata sayu membuat siapa saja terpesona melihatnya.
Namun jangan pernah tertipu akan parasnya yang cantik, karna sebenarnya dia adalah wanita bar-bar, pembuat onar, galak, plus judes.
Jika Affan sepenuhnya mengalir gen dari sang Ayah, beda dengan Kaleea, yang memiliki seratus persen gen sang Ibu. Bisa di bilang duplikatnya Lintang.
Kini kedua keluarga tengah berada di restoran, mengobrol dan bercanda tawa ... namun tidak untuk kedua manusia yang di jodohkan oleh kedua Orangtua mereka.
Mereka saling tatap sinis, yang satu tatapan mengintimidasi ... yang satu menatap tak suka, kedua orang itu mendengus dan langsung membuang muka satu sama lain.
''Ummah, boleh aku berbicara dengan Gaurav?'' pinta Kaleea yang mana membuat semua menoleh ke arah Kaleea.
''Tentu saja boleh, sana Nak pergi dengan calon istrimu.'' ucap Ibunya Gaurav..
Kaleea terlebih dahulu pergi, Lalu di susulan dari belakang oleh Gaurav. Setelah mereka berdua sudah mojok di sisi ruangan, kini Kaleea menatap Gaurav dengan tatapan dingin.
''Jangan harap aku menerima perjodohan ini! Aku gak sudi mempunyai suami lembek dan gaya bak perempuan seperti mu!'' Sentak Kaleea, yang mana membuat Gaurav mengusap dadanya akibat teriakan Kaleea yang mengejutkan dirinya.
Gaurav, yang memang mempunyai hati bak hello kitty itu menatap balik Kaleea. ''Ih, najis! Apa kamu pikir aku mau menikah sama kamu wanita bar-bar? gak sudi layaw.''
Tegas Gaurav, walau nada bicaranya begitu lembut di dengar namun itu malah membuat Kaleea mengorek ngorek kupingnya yang tidak gatal karna risih.
''Ngomong aja kamu udah lemes, jadi cowo itu harus LAKII gak boleh lemes gitu.'' Ledek Kaleea.
''Terserah kamu, yang penting aku juga gak mau nikah sama cewe ajaib kaya kamu yang suka manjat pohon udah kay--''
Tuk!!!
''Kaya apa?'' Bentak Kaleea sambil menjitak kepala Gaurav, yang mana membuat pria itu langsung berlinang air mata.
Kaleea yang melihat Gaurav akan menangis jadi salah tingkah sendiri, ia melihat kanan kiri dengan khawatir dan takut jika orang akan salah paham padanya.
''Jangan nangis, jadi laki ko gitu sih."
Gaurav berdiri dan pergi, ''Mamiiiii ..."
Kaleea yang melihat Gaurav pergi pun merasa prustasi, ia takut jika sang ibu menceramahinya.
''Haiiiss dasar menyebalkan."
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
__ADS_1