Married With Baba

Married With Baba
Tatapan saling sengit


__ADS_3

Lintang menatap mata Isro tak suka, ia masih tak melupakan kejadian satu tahun yang lalu saat ia di kenalkan oleh Mama Zulaikha dan berakhir dengan pukul memukul dan saling tampar.


'' Untuk apa dia kesini, apa urat maunya sudah putus. '' gumam Lintang Dalam hati.


Sedangkan Isro tak kalah sengit menatap Lintang dari atas sampai bawah. '' Sial, kenapa dia semakin cantik sih pasti Omar terlalu memanjakan dirinya sehingga dia jadi besar kepala. Lihat saja Lintang kebahagian mu harus berakhir, aku akan merebut Omar dengan cara apapun. '' ucapnya dalam hati sambil meremas abaya yang ia kenakan.


Lintang pun duduk dan berbincang², Tak berapa lama Isro pun menghampiri Lintang. '' Selamat sayang kau akan menjadi seorang ibu. '' ucapnya dengan senyuman, lalu berbisik di telinganya Lintang. '' Nikmati kemewahan mu sekarang, namun tidak dengan hari esok.


Lintang tersenyum. '' Coba saja kau berani macam² aku tak akan sungkan menyingkirkan dirimu dari dunia ini. '' ucap Lintang dengan mencengkram tangan Isro..


Mereka berdua saling tatap dan ingin membunuh satu sama lain, Tak berapa lama Omar masuk yang mana Isro langsung pergi dari hadapan Lintang.


'' Tunggu saja rencanaku pasti berhasil. '' Janji Isro.


.


.


Makan malam begitu meriah apa lagi Lintang begitu senang mendapatkan kado yang lumayan banyak ia dapatkan dari para tamu dan sodara, Mata Lintang berbinar takkala ia melihat beberapa kotak set perhiasan.


Omar yang melihat sang istri terus saja memperhatikan hadiah²nya, seakan takut ada orang yang mengambil darinya. Omar mengelengkan kepala dengan kelakuan sang istri, padahal Omar selalu memberikan perhiasan kepadanya


ia tak mempermasalahkan apa pun kesukaan sang istri, bagi Omar semua wanita memang menyukai perhiasan dan uang bukan. Omar tak begitu masalah jika Lintang mau menghabiskan uanya sekali pun, ia akan bekerja keras untuk bisa membahagiakan sang istri kecilnya itu.


.


'' Liurmu sampai menetes sayang, '' godaan Omar

__ADS_1


Lintang menoleh dan mengusap mulutnya dengan cepat. '' Benarkah. '' tanya Lintang


'' Mmm.. '' jawab Omar dengan deheman.


'' Ish tak ada, ucap Lintang mendelik tak saka


Omar memeluk Lintang dari samping, mencium pucuk kepalanya.'' Apa kau takut hadiah mu di ambil orang.? sampai² kedua mata mu ingin keluar dari tempat nya. '' ucap Omar terkekeh.


'' Hubby masih banyak orang aku malu. '' ucap Lintang yang merasa di tatap semua orang..


'' Aku tak perduli. '' ucap Omar


.


.


'' Ya zulaikha, kau begitu beruntung memiliki menantu sepertinya. '' ucap Amera teman mama Zulaikha.


'' Bukankah terbalik.? seharusnya istri Omar yang beruntung memiliki mertua seperti Zulaikha yang tidak memandang status bahwa dia pernah menjadi khodimah.'' ucap Tumiah terselip nada sindiran


'' Zulaikha apa kau tidak malu memiliki menantu orang miskin sepertinya.? tanya Aasiya


Mama Zulaikha tersenyum, '' Kenapa harus malu memiliki menantu seperti dia.? dia telah membawa kebahagiaan untuk putraku, dia mau miskin atau kaya bukankah kita semua sama di mata sang halik.? hanya orang² yang berpikiran sempit yang tidak bisa melihat kebaikan menantuku. '' ucap Mama Zulaikha


Semua teman sosialita terdiam mendengar penuturan Zulaikha, yang seakan bangga memiliki menantu seperti Lintang. Mama Laila ibu dari Isro mengepalkan tangannya di dalam abaya..


'' Sialan..

__ADS_1


.


.


Makan malam penuh dengan drama pun telah usai, Lintang sedang bermanja dengan mertuanya.


'' habibty Mama punya sesuatu untukmu. '' ucap Mama Zulaikha memberikan sebuah amplop kepada Lintang.


'' Eish hada.( Apa ini).? tanya Lintang


'' Buka lah..


Lintang pun membuka amplop itu dan melihat isinya, mengaga tak percaya. ' Mah ini..


Mama Zulaikha memberikan tiket untuk pulang ke Indonesia, ia tau bahwa sang menantu membutuhkan sang ibu oleh sebab itu Zulaikha membiarkan Lintang pulang terlebih dahulu sebelum kandungnya membesar..


.


.


Baba Omar dan Lintang nengokin nih😍😍 jangan lupa like setelah membaca..



.


__ADS_1


__ADS_2