
namaku zoya gadis lumayan cantik menurutku dengan kulit kuning langsat tinggi yg ya..... cukup lah...rambut bergelombang kecoklatan dan wajah khas orang jawa. sekarang aku tinggal sendirian sejak keluar dari panti asuhan. karna umurku sudah 19tahun.
aku bekerja di sebuah villa milik seorang laki- laki yang bahkan aku tidak tahu namanya dan wajah orangnya.
aku gadis yang ceria.. walaupun sebenarnya aku menyembunyikan sisi yang berbeda di hatiku saat sendirian.
"zoy.......elo dimana?" teriak ria
"gue disini... ada apa kangen ya?"candaku
"kangen.. kangen... tuh kamu di panggil pak herman ."
"kok pak herman sih...?? kok gak pak deni.." jawab ku
"ah... itu mau nya lo aja!!" jawab ria sambil menjitak kepalaku
"ah.. sakit... ntar kalau palaku benjol gimana? ntar cantik ku jadi turun 50%dong..." jawabku sambil terkekeh
"ah .. elo. pala lo emang sengklek kaya nya butuh direnofasi"gerutu ria
"iya iya... ntar gue bawa ke ketok magic"
"hehehehe" tawa kami berdua.
akupun bergegas menemui pak herman.
"maaf pak. permisi pak herman.. ada apa ya bapak mencari saya??"
"kamu zoya" tanya pk herman
"iya pak.."
"jadi gini tuan minta kamu untuk nganterin berkas ini ke kantornya" terang pak herman
"saya pak?"
"iya kamu... kenapa?"
"ya gakpapa pak.. tapi saya belum tau apapun tentang tuan. bagaimana saya bisa mengantarkan berkas itu?"
"kamu nanti di anterin supir ke sana dan kamu nanti cari saja direktur seno" terang pak herman
"oh. baik pak..!"
"sekarang kamu ganti baju. jangan memakai pakaian pelayan"
"baik pak"
setelah beberapa saat kemudian aku menuju gerbang menantikan pak deni supir sekaligus asisten pribadi tuan seno.
"pagi mas deni" sapa ku
"pagi juga zoya" Jawabnya dengan senyuman
__ADS_1
'uh... gantengnya... rasanya kaya meleleh deh hatiku disenyumin dia...' batin zoya.gak rugi pokoknya hari ini ... mau sampek sore juga gua jabanin kalo sama pk deni' pikir zoya sambil senyum senyum...
"kamu kenapa senyum senyum zoy?"tanya deni
"eh.. gak papa mas.. seneng aja bisa sama kamu ...haahha"jawabku
"ah kamu... masa ada cewek bicara seperti kamu"
" ya gimana lagi mas ini udah bawaan dari lahir" jawabku
"iya kamu itu emang beda. udah cantik baik nyenengin lagi"
"wah... rasanya aku udah mau terbang ini...hahaha" jawabku sambil tertawa
"aku serius zoy" jawab deni sambil memegang pipiku
"ah... bisa aja kamu mas.." jawabku sambil memalingkan mukaku yang merah padam
"ah... maaf... aku refleks " deni
"haaa... gak papa kok santai aja... " jawabku
" oh ya mas .. tuan seno itu seperti apa sih orangnya??" tanyaku memecah ke canggungan
"tuan seno ya.... dia baik, walaupun agak dingin."
"oh begitu..."
"emmmm... apa ada yang perlu aku perhatiin mas saat ketemu dia?"
" dia cuma gak suka orang yang berbohong dan jangan lupa ketuk pintu" terang deni
"ah ..kayaknya gak serem serem amet kalau gitu..."
"hahaha... kamu ini mikirin apa.." tukas deni
" hehehe gak apa apa mas..."
setelah 15 menit kemudian.
"udah sampai zoy"
"oh ...iya..." jawab ku
"hati hati ya zoy..."deni
"ah... kamu mas... jangan nakut nakutin.." jawab ku
akupun berjalan cepat masuk ke kantor itu.
'wah .. gede banget perusahaan ini.. pantesan bisa beli villa mewah gaji banyak pelayan lagi ckckck' gumamku dalam hati
"maaf mbak permisi.. saya zoya dari kediaman pak seno mau nganterin berkas ini ke pak seno"
__ADS_1
"oh nona zoya ya... ya sudah ditunggu sama pak seno di ruangannya"
"iya mbak terimakasih "
akupun naik kelantai 12. dan....
BBBRRRRRAAAAAAKKKKKK.....! suara dari dalam ruangan... jantungku kaget seperti mau copot.. astaga ada apa ini... apa ini hari sial ku. batinku
"huft... tarik nafas... tenang tenang zoy... tenang . ingat ... jangan sampei mati dulu... kreditan hp elo belum lunas" kata zoya berbicara sendiri
"TOk tok tok... permisi pak... " zoya mengetuk pintu sambil membukanya
seperti disambar petir perasaan zoya .darah dimana mana ada satu mayat tergeletak berlumuran darah. ya ampun sial banget!!!! pikir dia
"KAMU!!!" bentak seno
"eh... copot copot.. mati aku copot " jawab zoya dengan latah karena terkejut
"kamu mau mati seperti dia" kata seno sambil menunjuk mayat
"gak pak! saya gak lihat apa apa" jawabku
"ok. ada apa kamu kesini?"
"saya zoya pak. saya di suruh pak herman mengantarkan ini" menyerahkan amplop besar
"iya. kamu bisa pergi. tapi ingat kalau sampai kamu mengatakan tentang ini kamu bakal tau akibatnya" ancam seno
"iya pak..." aku berjalan melewati mayat tanpa memandangnya.
zoyapun keluar kantor dengan biasa tanpa menunjukan sesuatu yang salah. zoya berhenti di bangku taman di dekat perusahaan.
" ya tuhan... kakiku lemes... untung bisa nyampek sini" keluh zoya
heh...apa aku berhenti kerja aja ya... jangan jangan ntar belum sampek 1 bulan aku udah mati gara gara punya bos kaya begitu..
dipikir pikir pak seno itu ganteng banget masih muda lagi paling umurnya baru 20 an.. tapi ... kalau lihat dia kaya gitu .. aduh... jauh.. jauh... jauh... jangan sampek ...bisa mati yang jadi istrinya.
tau gitu aku tadi bikin alasan waktu di suruh kesini... huft...
apa lagi kata deni baik... baik darimana nya... kalau orang kaya gitu di bilang baik terus setan ama malaikat apa bedanya... " lamun zoya.
PLLLLLEKKKK" zoy... zoya...."
"kamu zoya kan???"
"iya aku zoya.. kamu siapa???"
"aku rendi..." memeluk zoya dengan erat.
CCCCCCCIIIIIITTTTTTTTTT..... BBBBBRRRAAAAKKKKKKKK!!!!!!!!
BERSAMBUNG...
__ADS_1