
"apakah aku perlu membantumu?"ucap Seno sambil menahan tawanya
"apa lagi?"Zoya kesal
"perlukah aku membantumu memukulkan kepalamu?"ucap Seno sambil datang ingin memeluk istri tercintanya itu
"jangan dekat dekat!" teriak Zoya
"kenapa, apakah aku membuat mu takut?" ucap Seno sambil mengelus wajah Zoya
"aku mohon berfikirlah yang lurus, aku harus menghadiri rapat setelah ini,"ucap zoya sambil membetulkan scraf di lehernya.
"baiklah aku lepaskan kamu istriku sayang" Seno mencium kening Zoya
"huh... ayo kita segera berangkat aku tidak mau ada kesalahan hari ini.."
"memang apa yang akan kamu lakukan hari ini?" tanya Seno penasaran
"hari ini rapat pertama ku, dan aku ingin mengubah beberapa hal disana,"
"oh ya... kalau begitu aku akan menunggu hasil dari pekerjaan mu itu"
"iya..aku pasti berusaha yang terbaik.." ucap Zoya semangat.
mereka berdua pun naik mobil dan berangkat ke kantor Seno mengantarkan Zoya kekantornya duluan....
*sampai di perusahaan*
"pulang nanti tidak usah kamu jemput, aku akan pulang sendiri" ucap zoya saat turun dari mobil
"baiklah" ucap Seno
*Seno kemudian menelpon anak buahnya
"halo boss"
"kamu ikuti nyonya di kantornya"
"baik boss"
mereka pun berjaga di luar kantor Zoya*
*disaat yang sama didalam kantor**
Zoya melihat banyak perubahan seperti yang dia minta untuk menata ulang ruangan itu.
"em..bagus,mereka cepat juga" gumam Zoya sambil melihat lihat ruangan itu..
"selamat siang nona" sapa bon bon yang sedang meletakkan sebuah dokumen di meja Zoya
"siang juga, apa itu bon?"
"ini beberapa berkas yang harus anda pelajari"
"baiklah..." Zoya mulai membuka dokumen itu...
"oh ya bon.. katakan pada semua kepala divisi untuk keruang rapat 30 menit lagi..."
"baik nona"ucap bonbon tegas
"dan untuk asistenku?"
"dia akan bekerja besok,ini datanya"
__ADS_1
Zoya membuka data itu dan melihat foto itu...
"em..dia laki laki?"
"benar nona,dia adalah seseorang yang pantas direkomendasikan"
"baiklah..kamu boleh pergi"
"terimakasih nona" bonbon pun pergi meninggalkan ruangan itu
"emm..guno.... kenapa seperti nya aku tidak asing dengan wajah ini ya...tapi dimana.."ucap Zoya sambil terus melihat foto itu dan berfikir..
"ah.. mungkin hanya perasaan ku.. tapi apa ini gak masalah ya..ah, jika Seno bertanya aku baru akan memberitahunya" guman Zoya sambil terus membaca dokumen yang diberikan oleh bonbon padanya tadi
tak terasa 30 menit berlalu* diruangan rapat*
semua orang sudah masuk kedalam ruangan rapat kemudian Zoya masuk..
"selamat siang tuan tuan, perkenalkan saya direktur baru disini, saya Zoya putri dari tuan ze"Zoya memperkenalkan diri dengan sopan.
"jadi anda putri tuan ze itu" ucap salah seorang kepala divisi
"ya benar itu saya"
semua perhatian tertuju pada zoya.
*"apa dia bisa menggantikan tuan ze"
"iya iya apa dia mampu ya"
"dia hanya seorang wanita"
"benar"
"benar" bisik bisik para ketua divisi**
semua orang kaget.
"aku tidak butuh keraguan kalian,dan aku tidak mau mendengar kalian mengatakan hal tidak penting, aku memperkenalkan diriku agar kita bisa bekerjasama jika ada yang tidak suka boleh pergi dari sini sekarang!" ucap zoya dengan nada tinggi
semua orang diam tidak ada yang berani bergerak dan bersuara.
"jadi apa kalian setuju bekerjasama dengan ku atau tidak katakan sekarang!" ucap zoya tegas
"setuju!" semua orang menjawab dengan kompak karena takut pada direktur baru tersebut
"baik kalau begitu terimakasih sebelumnya untuk divisi yang mengatur ulang ruangan kantor ku sesuai permintaanku, walaupun ada beberapa yang kurang maksimal tapi untuk 1 hari saya rasa itu sudah termasuk memenuhi syarat untuk bersaing dengan perusahaan lain" ucap Zoya serius
"terimakasih nona" ucap kepala divisi yang menangani hal itu.
"dan aku mempunyai sebuah rencana untuk membuat sebuah ruang anak dan ruang menyusui untuk karyawan wanita yang memiliki anak balita," ucap Zoya
"em..."semua orang bergumam dan mulai berfikir.
"jadi divisi mana yang harus kupilih untuk bertanggung jawab melakukan ini?" tanya Zoya mengetes mereka
"ini tugas untuk kami nona"jawab divisi bagian pembangunan.
"itu juga tugas untuk kami nona"ucap kepala divisi perencanaan
"baik jika kalian sudah tau tugas kalian, aku harap bisa segera melihat tempat itu."
"baik nona" ucap 2orang ini.
__ADS_1
"dan untuk yang lainnya,aku harap aku bisa lebih bekerjasama dengan kalian di masa depan" ucap zoya
"terimakasih nona" jawab semua serentak
"baik apa ada pertanyaan?"
"nona, untuk ruang anak kita membutuhkan pengasuh dan ini tidak murah jika kita membutuhkan lebih dari 3orang, apakah perusahaan akan merugi dengan ini setiap bulan?"
"untuk ini,tentu aku sudah memikirkannya, semua tidak akan merugikan perusahaan tenang saja.." ucap Zoya penuh senyuman.
'tenang, mereka sudah setuju untuk membayar biaya bulanan.. tapi tidak aku sangka hal ini benar benar jadi pertanyaan,huh orang ini ingin menjatuhkanku ya..'batin Zoya
"baik kalau begitu saya tidak ada pertanyaan lagi.."
"baik kalau begitu, apa ada yang lainnya?" tanya Zoya
mereka semua diam selama 5 menit.
"baik kalau semua sudah tidak ada pertanyaan kita akhiri rapat ini, kalian bisa kembali bekerja sekarang" ucap Zoya
"baik"semua menjawab kompak dan mereka keluar satu persatu dari ruangan itu, tinggal Zoya sendirian di ruangan itu.
"huft...leganya.." ucap Zoya sambil melepaskan scraf yang melilit leher nya.
"ini salah laki laki kurang ajar itu,badanku bahkan tulang tulangku terasa seperti cokelat leleh" gerutu zoya
"tringggggg,🎶" bunyi chat di hp Zoya
"ah, siapa lagi" ucap Zoya sambil mencari hp di dalam tas kecilnya
kemudian dia membuka hp itu.
"ada 2 chat?" Zoya penasaran dengan chat itu
"em...satu dari Seno satu lagi nomor baru,em..tunggu sejak kapan aku menyimpan nomor Seno" ucap Zoya sambil menggaruk kepalanya
"ini pasti ulah dia..."Zoya membayangkan wajah Seno
kemudian zoya membuka chat itu.
"istriku ingat janjimu,aku akan menagihnya"itu isi chat Seno
"janji apa?" balas Zoya
'janji apa ya..'batin Zoya
kemudian Zoya membuka chat satu lagi
"*maaf nona saya asisten baru anda, tolong anda menyimpan nomor ini"
"ya saya akan menyimpannya" balas Zoya*
"sepertinya asisten ini tidak buruk juga,hanya saja dia laki laki,kira kira akan ada masalah tidak ya. .."pikir Zoya
Zoya
"kalau memang bermasalah ya biarlah, masalah memang selalu ada, dan memang harus di hadapi... huuuuuuuuhhhh .."Zoya mengeluh panjang...
tak terasa sudah agak lama dia diruangan itu sendiri,dia pun segera meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangannya sendiri
****************
tak terasa waktu sudah sore dan sudah waktunya pulang,Zoya keluar kantor dengan santainya tiba tiba Zoya berhenti di parkiran.
__ADS_1
"keluuuuuaaarrrrrr!" teriak Zoya
bersambung 🍁......