Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
CEMBURU YANG MENAKUTKAN


__ADS_3

duaaarrrrrrrrrrrrr.. Zoya serasa disambar petir..


"HK..glek..." Zoya menelan ludahnya


'pantas saja perasaan ku gak enak, ternyata ini alasannya' batin zenda


Seno menatap Zoya dengan tatapan yang tajam, Zoya melihat kearah lain seolah olah tidak merasa apapun..


"eh, ternyata kamu kak.." ucap Zoya penuh senyuman


"Hem.." sahut Seno dengan gumam


"oh ya, perkenalkan ini asisten baruku Guno, dan ini..." ucap Zoya


"iya, saya sudah kenal ini pasti tuan Seno" ucap Guno sambil mengangkat tangannya untuk bersalaman


"ya" Seno menerima jabat tangan itu.


Seno menggenggam tangan Guno dengan erat, ternyata Guno membalas genggaman tangan itu dengan erat juga


'sepertinya ada yang tidak beres dengan asisten ini' pikir Seno


"ehm.." zenda kemudian memegang tangan mereka berdua dan memisahkannya


"kamu kenapa gak bilang kalau kamu adalah klien kami?" tanya Zoya pada Seno


"kalau Aku mengatakannya mungkin aku tidak akan melihat hal ini" ucap Seno dengan wajah menyeramkan


"iya,iya.. sudahlah sekarang kita bahas kerjasama kita" ucap Zoya


"kamu, bawa semua berkas mereka dan setujui apapun yang nyonya ini mau" ucap Seno pada asistennya


"baik tuan" ucap asisten Seno


"dan kamu wanita, kerjasama kita sudah sepakat sekarang kamu ikut aku" ucap Seno sambil menarik tangan zoya


"hey, apa yang kamu lakukan jangan bersikap kasar pada wanita" ucap Guno dan langsung menengahi zoya dan Seno


'ah, ini akan bertambah rumit' batin Zoya sambil memegang keningnya,dan menggeleng gelengkan kepalanya


"wanita katakan pada laki laki ini kamu ini siapa ku!" perintah Seno


"siapapun anda saya akan tetap membela nona Zoya, karena.." ucapan Guno terputus


"Guno , Seno ini suamiku" ucap Zoya memutus perkataan Guno


"karena apa?" ucap Seno kepada guno


"karena dia wanita yang pantas dibela" jawab Guno tegas


'akh.. semakin gila hidupku.. apa aku akan mati setelah ini' batin zoya menangis didalam hati.


"berikan kuncimu" perintah Seno


Zoya langsung menyerahkan kunci motor nya, Seno langsung menarik Zoya pergi dari tempat itu..


dia membawa motor itu dengan kecepatan penuh.


'mati aku..mati... sudah pasti ini' batin Zoya sambil terus memeluk pinggang Seno erat dan memejamkan matanya


"ciiiiiiitttttttt" bunyi rem motor itu,akhirnya Seno berhenti.


Zoya pelan pelan membuka matanya.


ternyata mereka pulang ke rumah,


"huffff... syukurlah ternyata aku belum disurga" ucap Zoya

__ADS_1


"masuk!!!!!!" teriak Seno


Zoya pun langsung masuk kedalam rumah.


'tuhan, kalau aku mati hari ini paling nggak tolong kamu kasih aku istana yang indah ya Disana' batin Zoya sambil berjalan dan terus menundukkan kepalanya


Zoya pun berjalan melewati pintu depan.


"BAAMMMMMM!!!!!" Seno menutup pintu dengan keras


Zoya berjingkat kaget, dia mengelus dadanya


"jantung jantung" ucap Zoya pelan


tiba tiba Seno menggotong zoya seperti sedang memanggul beras..


"sen.. lepasin aku, aku bisa jalan sendiri" Zoya berteriak teriak


Seno tak menjawab apapun, dia terus menggendong Zoya masuk kekamar.


Zoya menggigit pundak Seno.


'dasar kucing, kamu tidak tau apa yang sudah kamu lakukan' batin seno


"brukkk.." seno meletakkan Zoya dengan kasar di kasur itu


"kamu mengaku salah tidak?" tanya Seno dengan nada tinggi.


"iya iya.. aku salah" ucap Zoya


"apa kesalahan kamu?"


'kalau aku jawab karena Guno, dia pasti akan tambah marah' pikir zoya


"aku membuat kamu menunggu lama" jawab zoya


"hah.. hah.." Zoya gelagapan bertambah bingung


Seno mulai menutup gorden kamar


'ah..apa dia akan membunuhku sekarang, apa aku perlu memberi dia racun,tapi aku tidak sempat menyiapkan racunku, bagaimana ini' pikir zoya kebingungan


saat Zoya berfikir dan tengah kebingungan tiba tiba


Seno memeluk Zoya dengan kasar dan membuat Zoya terhempas dan terlentang di atas tempat tidurnya..


"awas kamu jangan macam macam." ucap Zoya


"apanya yang macam macam, kamu itu istriku" ucap Seno sambil membuka ikat rambut zoya


"tapi.. tapi..." ucap Zoya mulai takut


"tapi apa? atau kamu mau asisten mu yang melakukan ini.." ucap seno


"nggak" sahut Zoya cepat


"jadi kamu ngaku salah.."


"tapikan tadi aku terpaksa juga boncengan sama dia.."


"terpaksa?" tanya Seno meledek


"Iya.. iya..." jawab Zoya manggut-manggut


"heh..... akan ku buat kamu tidak bisa minta ampun padaku" bisik Seno di telinga Zoya, membuat Zoya merinding mendengarnya..


"aku kan sudah minta maaf" ucap Zoya

__ADS_1


"maaf, itu gak cukup.." ucap Seno


Seno memulai aksinya, dia menindih Zoya seakan berkuasa, dia tidak melepaskan Zoya sedikit pun, membuat zoya hanya bisa bernafas dan bersuara "ah......" setelah 1jam kemudian..


"sudah aku minta maaf, aku salah.." ucap Zoya


"aku sudah bilang aku tidak akan melepaskan kamu" ucap Seno di telinga Zoya menggoda.


"AAA..." Zoya mencoba memberontak tapi kalah tenaga dari Seno..


"kamu mau lari kemana, kamu gak akan bisa lari" ucap Seno dengan pandangan nakal.


akhirnya hari itu Seno menghabiskan waktu dan tenaganya bersama Zoya, dan merekapun tidur berpelukan karena kelelahan...


********


sore hari..


Seno bangun duluan, dia memandang istrinya yang masih tertidur kelelahan dengan senyuman


"cupp" Seno mencium kening Zoya


Seno pun meninggalkan kamar, pergi bersih bersih dan kemudian langsung ke dapur.


"kasian juga dia, pasti capek" ucap Seno sambil terus tersenyum


Seno pun memasak makan malam untuk Zoya..


15menit kemudian Zoya bangun, dia duduk bersandar ..


"ah.. kemana dia, laki laki kurang ajar, pinggang ku sepertinya mati rasa" ucap zoya sambil memijit pinggangnya sendiri.


"kapan kapan akan ku balas dia, lihat saja nanti" ucap Zoya yang sebal


kemudian Zoya berjalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi, karena kakinya yang terasa lemas


didalam kamar mandi Zoya terus mengatai Seno karena sangat sebal.


disaat bersamaan Seno masuk kekamar dan mendengarkan kata kata zoya, yang sedang memarahi dirinya, seno menahan tawanya,Seno menunggu Zoya keluar dari kamar mandi.


Zoya sudah selesai mandi ,diapun keluar dari kamar mandi.


"srak..." suara Zoya menutup pintu kamar mandi


dan kemudian di menoleh


"hah.." ucap Zoya yang terkejut karena Seno sedang duduk di sofa samping tempat tidur dan memandang kearah nya yang hanya memakai handuk.


"kenapa kamu kaget?" tanya Seno


"gak" ucap Zoya dan langsung berjalan keruang ganti


"kenapa kamu tidak memarahiku lagi?" ucap Seno langsung berjalan mengikuti Zoya dari belakang dan kemudian memeluknya.


"udah dong.. apa kamu tidak capek?" tanya Zoya


"kalau melihat kamu gimana bisa capek" ucap Seno sambil mencium pundak Zoya


Zoya pun langsung melepaskan diri berlari masuk keruang ganti dan mengunci kamar tersebut.


Seno hanya tersenyum melihatnya kelakuan istrinya


"cepat ganti bajumu, nanti makanannya keburu dingin.." teriak Seno


"iya....!!!"


bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2