
" tuan seno...." zoya berkata pelan... sambil masih berusaha melepaskan tangannya dan dilihat semua orang
"ma...!" ucap seno memberi tanda pada mamanya
" ish... kamu ini... gak kasih kabar kalau mau bawa calon menantu mama..."
(zoya terdiam)' hah... apa... aku dimana.. ini apa.
. bagaimana...' zoya tidak bisa berfikir saat mendengar kata kata nyonya besar.
" kamu bawa sini dong calon menantuku..." ucap nyonya besar
'duh... gusti... mati aku' batin zoya..
seno menggandeng zoya mengantarkan ke arah mamanya...
" ibu ibu... kenalin.. ini zoya... calon menantu ku"
" ya... salam kenal tante semua..."
"wah... jeng calon mantunya cantik banget" tante 1
" iya iya... pas banget sama kamu loh jeng.." tante 2
" harus cepet ini... kalau nggak bisa di samber orang ini..." tante 3
" iya jeng... cepetan aja di nikahinnya... biar jeng bisa cepet punya cucu kaya saya.. enak loh punya cucu..."
" iya iya jeng...pokok nya grup arisan kita harus di undang semua VIP pokoknya..."tante 3
" iya.. iya ibu ibu... pasti itu..." nyonya besar
^ seno dan mamanya ter senyum senyum mendengar semua orang.. sedangkan zoya... wajahnya sudah merah padam malu dan bingung mau bilang apa...^
"em.. tante... saya permisi mau ke toilet dulu ya tante "
" iya zo...."
zoya dengan cepat melangkah meninggalkan ruangan itu... setelah keluar dari ruangan itu dia bingung mau kemana...
" kenapa?" seno
" ah kamu...." zoya kaget
" kamu mau kemana"
" udah cepet bawa aku keruangan lain..." zoya menggandeng tangan seno.
mereka berjalan melewati beberapa lorong dan banyak kamar...
' ini rumah apa istana di opera opera... wah.. bisa malu kalau sampai nyasar disini..' pikir zoya.
" apa yang kamu pikirkan?" seno
" udah... ntar kalau udah nyampai aku kasih tau kamu"
5menit kemudian...seno membuka sebuah pintu...zoya cepat cepat masuk...
" lho kok... "
" kenapa?"
" ini dimana?"
" kamarku..."
" maksud aku tuh ruangan bukan kamar kamu juga.."
" kalau kamu mau kamu bisa pergi dari sini sendiri..."
" kalau aku yakin dari tadi bisa keluar sendiri.. aku udah keluar dari rumahmu dari tadi..."
" benarkah?" seno tersenyum
" hey... tunggu... bukan ini yang mau aku bicarain..." zoya mulai mengomel
" memang kamu mau ngomong apa?"
" tuan seno yang terhormat... anda mikir dong ini nih nyusahin saya... saya kan udah bilang semua hal sebelumnya .. apa saya harus mengulang nya satu persatu... masa kamu gak ngerti sih kata kata saya... kamu itu bikin malu saya dan bayangin mama kamu malah ngomong gitu kamu pasti udah rencanain ini kamu pikir saya bodoh apa.. * bla...bla
.. bla...*" ( zoya mengomel 10 menit) dan dia ke capekan... sedangkan seno hanya tersenyum seolah tidak mendengarnya.
" ini air" seno memberikan segelas air...
" makasih.." zoya mengambilnya dengan sewot...
" jadi... udah capek ngomelnya .." seno
" kamu... kamu ini apa gak dengerin aku dari tadi... pokoknya kamu jelasin sama mama kamu..."
" jelasin apa?"
" aku bukan calonmu.. dan hubungan kita gak sedekat itu..."
" benarkah....?"
" ya emang kamu fikir ini main main bisa merusak reputasi ku dan...( zoya mulai mengomel lagi..)"
" cuppp..." seno mencium zoya.. zoya tersentak kaget..
" kamu apa apaan?" zoya melotot
" aku penasaran aja sama radio yang bisa ngomong panjang lebar tanpa jeda.."
" kamu..." zoya tidak bisa berkata kata lagi karena sudah kehabisan tenaga untuk marah marah dan ngomel dari tadi
seno tiba tiba menggendong zoya dan melemparkan tubuh itu ke atas sofa besar di balkon kamarnya menghadap ke taman buatan yang indah..
" ah.. kamu mau apa?" zoya
" udah kamu tiduran sini aja..."
__ADS_1
" aku mau pulang..."
" pulang aja sendiri... kalau emang gak lupa jalannya"
" anterin aku pulang" rengek zoya
" gak mau... atau kalau kamu mau kamu bisa coba pergi sendiri dan bakal di temukan mama..."
" ah... " zoya teringat bayangan acara arisan tadi
"kamu menipuku..." zoya
" gak... kita memang mengunjungi mama ku... aku gak tau juga kalau dia sedang arisan..."
" benarkah.."
" tentu ... kalau aku tau bakal ada acara aku pasti bawa kamu lebih awal"
" kamu..." zoya melempar bantal ke seno..
mereka berdua berbaring di sofa
" zo..."
" apa..."
" kamu itu lebih pantas jadi seperti ini daripada jadi mawar hitam "
" gimana lagi... aku harus melindungi diri sendiri..."
" aku bisa melindungi kamu zo..."
" benar kah?"
"aku gak yakin... kamu gak mungkin bisa selalu disampingku..."
"zo... ada kemungkinan gak aku masuk ke hati mu .."
" em... " zoya berfikir...
" gimana?"
" gak" zoya
" kenapa?"
" aku gak suka laki laki yang suka gombal"
" aku serius..."
tiba tiba zoya melihat titik merah di jas seno... ' laser' pikir zoya..
zoya langsung bangkit dan menumbruk seno membuat mereka terjatuh dan sofa itu terguling..
"ssssskkkkkkkkkk" peluru menancap di kursi.
" ada orang mengincar kamu..." zoya
" terbukti kan..." seno
" apa?"
"aku emang bisa menempati hati kamu..."
" ah.. kamu jangan gombal ... " zoya
setelah... beberapa lama yakin sudah aman mereka keluar... zoya tidak sadar roknya sobek...
" kamu menggoda aku?" seno
" apa?"
" itu..." seno menunjuk rok zoya...
" ah... " zoya membetul betulkan roknya...
"ini..." seno memberikan selimut ..
" aku suruh orang bawa pakaian ganti buat kamu.."
" jangan... nanti mereka mikir macam macam.."
" terus?"
" kamu pinjamin aku jaket aja..."
" buat apa?"
" udahlah... kamu pinjamin aja.."
" iya iya zo..."
" oh iya... siapa yang ngincar kamu ya..." zoya
" banyak orang yang ingin menempati posisi ku..."
" jadi kamu selalu berada di posisi ini..."
" ya... contohnya ayah kamu .. pasti ada penghianat di grup frozz.."
" kamu yakin...? ayah selalu tegas"
" kalau di dunia bawah... memang grup frozz dan elang selalu bersaing... tapi untuk dunia atas aku rasa aku masih lebih unggul..."
"uh... gedhe nya..." zoya
" apanya?"
" kepala kamu..."
" hahahaa... dunia atas dan bawah itu beda zo..."
__ADS_1
" dunia bawah itu mengandalkan kekuatan dan dunia atas mengandalkan posisi dan koneksi dan 2 dunia ini tidak bisa di satukan ..."
"jadi gitu.."
" ya seperti itu kenyataannya..."
" aku sial banget kalau gitu..." zoya
" kenapa?"
" kenapa... juga aku harus kerja jadi pelayan terus sekarang disini sama kamu..."
" kamu nyesel...?"
" sedikit..."
" kenapa?"
" rencana hidup ku tuh... aku mau kabur dari ayah.. mau hidup biasa jadi orang biasa.. sukses.. menikah dengan gaya kesukaan aku dan punya 2 anak cewek cowok tanpa perlu takut bahayain dia... .bisa santai gak perlu repot repot mikir tembak menembak racun berkelahi... pokoknya jadi orang biasa aja... sekarang aku rasa aku terjebak makin dalam..."
" hahaha... kamu itu gak cocok seperti itu..."
" ya... mungkin iya juga... tapi kan gak papa punya hayalan ..."
" gak papa sih... tapi kita sebagai manusia hidup hanya bisa bertahan dan usaha .. gak bisa terlalu banyak membelokkan baja..."
" iya juga sih... ah..."
" kita berdua udah kaya suami istri ya .."
" kamu ini apaan gaje banget..."
" biarin..."
" kalau orang kantor dengerin kamu yang kaya gini pasti bakal jadi trending topik..."
" kamu bisa sebarin ke mereka..."
" ogah... bisa bisa gue yang jadi trending topik... kamu gak tau sih...para fans mu itu bisa tiba tiba jadi gila gara gara kamu... mereka bisa jadi sangat menakutkan gak waras..."
" kamu cemburu...?"
" idih... PD nya... dunia kamu..."
" gak papa loh.. kalau kamu jujur aku bisa langsung bilang ke mama..."
" nggak..."
seno membalik tubuh zoya.. ingin menciumnya... zoya kaget...
tiba tiba...
" tok tok tok .. " pintu kamar seno di ketuk...
" siapa lagi.. ganggu moment..." seno
" huft..." zoya bernafas lega.
****
"cklekkk" pintu di buka..
" apa?"
" tuan.. ini ada orang mengirim bunga "
' mawar hitam' pikir seno
" iya..." seno langsung membuang bunga itu
" sen... ada apa?"
" gak papa... pelayan bilang makanan udah siap."
" ah... gak usah... aku pulang aja..."
" ya ntar aku anter... tapi kamu harus pamit sama mama"
" apa harus... ?"
" harus "
" kalau gak?"
" kamu gak bisa pulang...
" ini pemaksaan namanya..."
" aku gak keberatan kok jika kamu nginêp di kamar ini..."
" aku yang keberatan..."
" mana jaket nya?"
" kamu ikut aku..."
seno membawa zoya ke dalam ruangan isinya baju dan pelengkap pakaian
" kamu pilih sendiri..."
zoya memilih jaket baseball besar... dan mengikatnya di pinggang nya menutupi roknya
"ternyata kamu pinter dandan"
" aku kan cewek.. apa kamu lupa?"
" aku kan belum tau..."
" udah minggir.." zoya mendorong seno keluar dari ruangan itu..
BERSAMBUNG 🍁
__ADS_1