
"baik.. sekarang aku ingin melihat sekeliling kantor..." ucap Zoya
"silahkan nona" ucap bon bon
mereka berjalan jalan mengelilingi kantor...
"dimana kantin?"
"kantin ada di sebelah barat gedhung"
"baik.. aku mau kesana??"
bon bon pun mengajak Zoya ke kantin... disana ada tempat yang besar dan nyaman.
"jadi.. ini kantinnya?"
"iya nona..."
"bagus... apa di perusahaan kita ada ibu rumah tangga yang memiliki anak bayi?"
"ada sekitar 20% dari data yang saya tau..."
"apakah ada ruang anak dan ruang asi?"
"tidak ada nona"
"jadi dimana anak mereka?"
"mungkin mereka di titipkan di penitipan anak"
"mungkin?" Zoya
"iya.. kami tidak memiliki data atas itu"
"sekarang suruh semua yang memiliki anak balita ... datang ke sini sekarang juga"
"baik nona..."
bon bon menelpon seseorang untuk mengumumkan hal itu...
selang 30 menit mereka datang...
"jadi semua sudah berkumpul?"
"sudah"jawab mereka
"jadi aku menyuruh kalian semua kesini untuk menanyakan masalah anak kalian..saat kalian bekerja siapa yang mengurus anak kalian?"
semua menjawab sendiri sendiri .. hingga ribut
"sudah.. sekarang aku mau tanya berapa banyak yang anaknya di urus orang tua kalian?"
hanya sekitar 10 orang yang mengangkat tangan
"berapa banya yang menitipkan di tempat penitipan anak?"
sekitar 50 orang mengangkat tangan.
"em... kalau begitu... jika disini aku membangun tempat penitipan anak di kawasan kantor bagaimana pendapat kalian.?"ucap Zoya
"wah... itu sangat bagus.. "celetuk salah seorang karyawan
"jadi bagaimana untuk ibu ibu yang lain?" Zoya
"apakah tidak akan mengganggu kinerja perusahaan nona?"bonbon
"tentu tidak bukankah kita ini manusia?... "tanya Zoya pada bonbon
"baik nona" bon bon
"jadi apakah kalian setuju? jika setuju perusahaan akan segera menyediakan tempat nya dan mencari pengasuh anak..."
"setuju!!!"semua berteriak kompak.terus tertawa
bon bon melihat Zoya dengan pandangan lain mulai saat itu..
"bon..kamu sudah tau kan apa yang harus dilakukan"Zoya
"baik nona" bon bon
"sekarang kalian semua boleh pergi" ucap Zoya
__ADS_1
mereka kembali bekerja dengan terus membicarakan soal rencana Zoya
"aku mau lihat kedapur koki"
Zoya berjalan kearah dapur.. Zoya melihat dapur bersih dan rapi... Zoya melihat makanan yang disediakan..
"dimana kepala koki?" teriak Zoya
"saya disini" ucap koki bergegas keluar
"maaf nona apa yang bisa saya bantu?"
"duduk sini pak..."
koki itu bingung...siapa wanita yang menyuruh nya duduk
"saya penanggung jawab baru di perusahaan ini" Zoya
"anda direktur?"
"iya.. lebih tepatnya begitu"
"maafkan saya nona jika saya kurang sopan membuat anda duduk disini"
"tidak usah sungkan pak...saya kesini mau bertanya apa saja menu yang anda siapkan setiap hari?"zoya
"biasanya kami menjadwalkan senin Selasa menu western, Rabu Kamis cheenisfood, Jum'at Sabtu perpaduan keduanya.."
"em..kalau begitu gantilah Jumat Sabtu dengan makanan dalam negeri.. aku mau tiap 1 bulan sekali ada acara makan santai.."
"maksudnya makan santai apa nona?" koki
"aku mau mereka membawa makanan dari rumah masing-masing bukan dari perusahaan.. aku mau mereka semua sama .. di perusahaan ini terlihat sekali kesenjangan sosial" ucap Zoya
"baik nona" koki
"ya sudah terima kasih waktu nya.. bapak bisa terus kan memasak nya" ucap Zoya
"baik nona"
Zoya pun melangkah keluar kantin bersama bon bon mereka menuju gazebo disamping kantor. Zoya duduk
"bon.. duduk!" ucap Zoya
"bon.. apa kamu yakin aku bisa menggantikan ayah?"
"tentu bisa nona.. saya melihat kualitas pada diri anda"
"tapi aku tidak secerdas mereka"
"nona anda itu berbeda.. saya yakin anda pasti bisa ."
"benarkah bon?"
"itu pasti nona.."
"baiklah kalau begitu aku akan lebih semangat!" teriak Zoya
"oh iya bon setelah ini apakah kamu punya rekomendasi asisten untukku.. aku pikir tidak mungkin aku membawa kamu kemana pun aku pergi.."
"ada nona.. ada beberapa pilihan karyawan cerdas dan berbakat disini.."
"baik besok aku mau berkasnya saat rapat..." ucap Zoya
"baik nona..." bonbon
"ya sudah kita kembali keruangan.. aku mau memulai pekerjaan ku sekarang"
"baik nona"
mereka berjalan bersama menuju ruangan masing-masing ...
hari itu Zoya melihat setumpuk dokumen yang harus ditandatangani . dia membaca semua dengan teliti dan menandatangani nya.
"huh .. ternyata capek juga jadi ayah..." ucap Zoya
"oh iya.. sebentar lagi waktu pulang aku akan panggil ojek.."
tiba tiba.
*kringgg....hp zoya berbunyi
__ADS_1
"halo ya...siapa ini?"
"apa kamu tidak menyimpan nomer telpon ku.."teriak Seno yang menelepon.
"oh.. maaf aku lupa" ucap Zoya
"sekarang kamu turun"
"kenapa?"
"ini sudah waktunya pulang?"
"ta.. tapi .." Zoya
"kamu turun atau aku naik kesana!" ancam Seno
"baik.. baik aku turun.."
10 menit kemudian Zoya sampai di mobil Seno.
"huh.. kamu kenapa harus jemput aku?"
"jadi kamu gak senang aku jemput? apa kamu mau naik motor sama laki laki tadi pagi"
"tadi pagi.. laki laki?" Zoya berfikir
"jangan pura-pura ****"
"oh... tukang ojek itu. itu kan tukang ojek jadi ya wajar lah aku di bonceng"
"mulai sekarang aku gak mau kamu naik ojek lagi"
"kenapa?" Zoya
"sekali aku bilang tidak ya tidak"
"baiklah apapun keinginan mu tuanku" ucap zoya menyindir
Seno melajukan mobilnya ke grup frozz..
"kenapa kita kerumah ayah?"
"kamu lupa. malam ini acara apa?"
"acara.... oh iya .. malam ini pelantikan ku...aku sampai lupa tentang itu.."
"kenapa kamu begitu ceroboh hal sepenting ini bisa lupa"
"nama nya juga lupa"
"kamu bawa ini.."Seno menyerahkan pistol
"iya . makasih.."
Seno dan Zoya melangkah masuk ke grup frozz...
semua terkejut melihat Zoya bersama ketua grup elang..
"nona bagaimana anda bisa mengajak orang luar datang ke sini, bahkan di acara penting seperti ini"
"dia suami ku bukan orang luar" jawab zoya
semua orang terkejut
"berarti anda tidak perlu menjadi ketua ini... anda hanya perlu mengikuti dia saja... sungguh wanita pemimpi" ejek salah satu anggota
"kamu kesini" ucap Zoya
Zoya mengelus wajah orang itu dengan lembut . memeluknya.membisikkan sesuatu di telinga orang itu .
membuat wajah orang itu merah..
'untung dia tidak menciumnya, sepertinya aku harus menyuruh dia memikirkan cara lain untuk melakukan nya .. kalau sampai orang itu tidak mati akan aku bunuh dia . ' pikir Seno dengan muka jengkel karena melihat rayuan Zoya pada laki laki lain.
semua kaget melihat kelakuan Zoya pada orang yang menghina nya
"hahaha... kamu memang wanita murahan" ucap orang itu... beberapa orang ikut tertawa
1menit kemudian..
"brugggghhhhhhhh"
__ADS_1
bersambung 🍁