Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
awal pernikahan


__ADS_3

Zoya mulai sadar... dia melihat sekitar


" kamu.."


" udah sadar?" Seno


" kita dimana?"


" kita di mobil ku"


"rawan?"


" jadi kamu mau kembali dengan dia?"


" nggak"


" sen kok panas banget.. apa AC nya mati?


" gak kok ini bahkan dingin..."


tiba tiba...


" ah sial'...." maki Zoya


" kenapa zo?" Seno


" aku di beri obat..huft.. huft.." Zoya bernafas tidak beraturan


" kamu gimana" Seno mengecek Zoya


" kamu jangan dekati aku jauh jauh sana.." Zoya mendorong Seno.


Zoya merapatkan duduknya...


" lix... bawa Aku pulang.. ke jalan xxxx"


" kenapa... itu rumah siapa"felix


" udah jangan banyak tanya..."zoya


5 menit kemudian..


" zo" Seno berbisik di telinga Zoya..


" ah.... kamu jangan bodoh..." Zoya makin menjauh


" kenapa" Seno memeluk Zoya...


" aku pikir kamu pasti tau apa yang terjadi sekarang... kalau sampai malam ini terjadi sesuatu aku pastikan akan memotong *** kalian"


" uh.. ancaman yang sadis " sahut Felix


" kenapa kita pulang ke rumah mu?" seno


" itu bukan urusanmu"


" jangan jangan kamu mau melakukan dengan ku di rumah mu..." Seno


" kamu jangan bodoh.. aku tidak akan melakukan itu dengan mu"


" jadi kamu mau melakukan itu sendiri.. biarkan aku membantu mu saja .. gratis kok..." Seno


" apa nggak ada perkataan yang lebih bodoh lagi dari mulut mu..." ucap Zoya


" pfttttt..." felix...


" kamu mau ngomong juga"


" nggak"


" kenapa kamu melambat kan mobilnya.. apa yang ingin kamu lihat? omel Zoya


" tidak ada.."


" kalau tangan kamu nggak bisa nyetir lebih cepat biar aku lumpuh in dia.."


" baik nyonya saya percepat.." Felix menjawab dengan sigap..


Seno tersenyum..


" kamu jangan dekati aku saat ini..." Zoya


" tapi aku pikir laki laki itu memberikan kado yang tepat untuk pernikahan kita... hahaha"


" awas kamu.. kalau aku sudah sembuh akan ku balas..." gerutu Zoya


" tapi kamu cantik juga dengan wajah merah padam itu...dan jadi lebih diam.."


Zoya tidak menyahut dia mencoba menenangkan pikirannya yang semakin mulai tidak sadar


" lix berapa lama lagi.."


" 15 menit nyonya"


" percepat.." keringat Zoya bercucuran.. menahan semuanya


"zo.. ini muka mu makin merah..."


" air... aku haus..."


" Seno memberikan sebotol air mineral"


Zoya langsung meminum nya


" gak cukup" Zoya mulai tidak sadar.


Zoya membalik posisi menindih Seno mencium nya sangat lama...


" ah... mataku... perlu sensor... hhhhh" Felix

__ADS_1


"Felix..."


" jadi kita perlu membawa dia ke tempat lain..." Felix


" apa kamu lupa ancaman dia.. dia akan memotong milik mu jika terjadi sesuatu pada nya..."


" ah iya... wanita iblis ini.." Felix langsung mempercepat mobil itu


sementara di mobil Seno sedang menikmati ciuman Zoya...


' jika kamu wanita lain aku pasti langsung membunuhnya..


tapi ini menarik kamu mempunyai sisi seperti ini...' Seno tersenyum senyum..


10 menit kemudian mereka sampai di rumah Zoya.


" kamu pulanglah" menyuruh Felix pergi


Seno menggendong Zoya ke kamar mandi.. dia menyiram Zoya dengan air dingin.. ' ah sial' ucap seno melihat Zoya makin menggoda


"zo... sadar zo..." ucap Seno


" kotak obat.. kotak .." ucap Zoya linglung


Seno pun mengambil kotak obat itu.. ternyata di dalam nya terdapat banyak obat berharga...


" ambil botol merah..."


" ini" Seno menyerahkan


" satu ambilkan satu..."


Zoya pun menelan obat itu kemudian pingsan...


" heh.. wanita ini tidak akan ada tandingannya " Seno mengganti pakaian Zoya dan meletakkan nya di tempat tidur.


seno berkeliling di rumah itu... kemudian Seno memasak di dapur...


setengah jam kemudian


"Ah... " Zoya sadar


" kamu sudah sadar?" tanya Seno di sebelah Zoya


" kamu... siapa yang menggantikan bajuku"


" tentu aku.. siapa lagi..."


" kamu berani nya kamu..."


" aku kan suami mu lagian apa kamu mau masuk angin..."


" ah iya..."


" huh... gak ada yang menarik juga..." seno


" apa...kamu bilang gak menarik.. banyak laki laki tergila gila sama body aku tau"


" misalnya...ah... kamu mencoba menipu ku..."


" hahahaha... ternyata kamu bisa sadar juga..."


"; kamu diam..." bentak Zoya


"sekarang yuk kita makan.."seno


" kamu bisa masak?"


" ya sedikit bisa..."


" kenapa aku meragukan ya.. "


" udah lah aku tau kamu lapar.. aku juga lapar.." Seno


" baik.. mereka berdua turun ke meja makan.


mereka pun mulai makan


" gimana?"


"lumayan lumayan..." Zoya


" kamu harus nya buka restoran.."


" apa kamu mau mengurus nya jika aku membuka restoran?"


" kenapa aku?


" kamu istri ku..."


"maaf Seno aku mau jujur masalah aku dan rawan.. sebenarnya aku belum resmi bercerai dengan dia.."


" aku sudah tau.. rawan sudah menceraikan kamu"


" benarkah.."


" ini surat nya.." Seno memberikan surat cerai itu..


" muah.. muah... " Zoya mencium i surat itu..


" segitu kamu bahagia nya.."


" iya dong... sekarang tinggal kamu aja.."Zoya


" jadi kamu ingin pisah dengan ku?"


" tentu .. tentu... jadi...." ucap zoya


" jadi kamu belum baca perjanjian pada surat nikah kita"

__ADS_1


" ha... perjanjian..." zoya mencari cari surat nikah nya


" ini" Seno memberikan surat nikah


Zoya membaca perjanjian dibuku itu...


" ha... apa apaan ini... aku tidak bisa menggugat untuk bercerai dengan kamu?"


" Tentu..."


" ah... kamu kamu...." ucap Zoya terbata bata


" apa"


" aku tidak merasa menandatangani surat ini..."


" benarkah?"


"ah.... " Zoya mengacak ngacak rambut nya frustasi...


" jadi sekarang kamu istriku.. aku gak mau kamu dekat dengan laki laki lain..."


"iya.. iya... aku paham..." ucap zoya sewot merasa tertipu


" sen... sebenernya aku ini bukan wanita yang baik untuk kamu jadikan istri..."serius


" aku tau itu..."


" terus.."


"bisakah kamu melepaskan aku.."


" tentu......"


" benarkah?" Zoya gembira


"maksud ku tentu tidak"


" ah .. kamu sen..."


mereka pun selesai makan...


"sekarang kamu ikut Aku pindah ke rumah besar.. "


" kamu yakin?"


"tentu.. kamu sekarang resmi jadi nyonya.."


" baiklah..." zoya lesu


" apa segitu kamu tidak menyukai aku.."


" sebenernya bukan begitu.."


" jadi kamu menyukai aku...?"


" ah... kamu main kata lagi" wajah Zoya memerah...


Seno tersenyum..


mereka pun menuju ke rumah besar...


" selamat datang tuan dan nyonya." ucap semua pelayan yang berbaris rapi


..


" tak.. tak... Zoya dan Seno berjalan..."


" ingat dia nyonya Zoya... istri ku... bagi siapapun yang ingin berbicara tburuk tentang dia silahkan langsung pergi" ucap seno tegas.. "


" baik" Jawab semua serentak


"ayo masuk kedalam..." Seno menggandeng tangan zoya


" baik"


sampai di kamar..


" kak sen... untuk apa sih kamu bikin rumah sebesar ini bahkan jarang kamu tempati..."


" ini rumah dari nenek ku.. aku mewarisi nya karena aku cucu satu satunya.."


" terus rumah yang ke dua?"


" itu rumah yang sering aku tempati... "


" oh gitu..."


" jadi kamu lebih suka tinggal dimana?"


" aku?" Zoya


" tentu kamu..."


" jujur aja kalau gitu... 1. aku gak suka rumah yang banyak orang dan pembantu. 2. aku ingin bisa masak sendiri bikin semuanya sendiri... menurutku itu baru yang namanya rumah.. kalau gini... ini namanya istana bukan rumah yang hangat..."


" em...... " Seno bergumam...


" kenapa?"


" jadi kamu juga gak suka rumah ke 2?"


" gak gitu juga..."


" kalau gitu kita beli rumah baru.."


" gak usah... rumah ke 2 mu udah cukup kok.."


"emmmmm...." Seno

__ADS_1


' ekspresi macam apa lagi itu...' batin Zoya


bersambung 🍁


__ADS_2