Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
usaha terakhir seno


__ADS_3

kringggggg.. suara hp Seno berbunyi ditengah sarapan


"halo.."


" sen.. ada yang menyerang lagi"


" baik kamu bikin konferensi pers bahwa perusahaan kita akan mendukung dan sedang bekerja sama dengan perusahaan ini"


"tapi untuk apa kamu ngelakuin ini?"


" udah kamu kerjain aja"


" baik boss terserah kamu "


Seno menutup telponnya


" aku sudah selesai makan.. bawa aku keruang tengah" tuan besar menyuruh pelayan di sampingnya


" baik tuan"


pelayan itu membawa tuan besar pergi ke ruang tengah. tuan besar menyuruh pelayan nya pergi menemui Seno, menyuruh dia datang


" sen .. apa yang akan kamu katakan pada nya?"zoya


"tentu aku akan jawab dengan jujur"


" em...." Zoya bergumam


" kenapa?"


"terserah kamu.." Zoya


" kamu tenang aja"


Seno pun pergi menemui tuan besar


" ada apa?"


" sepertinya kita tidak dalam kubah yang sama?" tuan besar


" benar"Seno


" apa alasan mu?"


" ini karena anakmu"


" apa yang dia janjikan?" tuan besar


" dia akan mengatakan iya.."


" apa yang kamu inginkan?" tuan besar


" aku belum pasti tentang semua itu.."


" kami grup frozz tidak akan ragu untuk bergerak jika kamu macam macam"


" grup elang juga tidak akan mundur.. tapi aku rasa aku tidak akan menyulitkan dia"


" apa yang kamu mau?"


" itu hanya Zoya yang bisa memberikan"


" apa kamu ingin memanfaatkan anak itu?"


" tidak... tenang .. kita tidak bermusuhan .. yang bermusuhan 2 grup itu.."


" baik kamu bisa pergi" ucap tuan besar..


" siapa yang ingin menghancurkan perusahaan mu?"seno


" ada 2 .."


" laki laki yang ku usir karena mendekati anak ku atau tunangan yang di tolak anak itu.."


" baik." Seno pergi seakan sudah mengerti maksud di balik perkataan tuan besar


tuan besar menatap sebuah Poto..


" Li.. andaikan kamu masih disini apakah kamu akan marah karena aku tidak berdaya menjaga anak itu.." ucap tuan besar ..


** seno kembali ke ruang baca..**


"gimana zo?"


" sudah lebih stabil kondisinya..." Zoya bernafas lega


" terimakasih ya kak sen..."


" apa kamu melupakan sesuatu..." Seno


"apa?"


" jangan pura pura... "


" iya... aku akan setuju.."


" baik kita bicarakan itu nanti.."seno


" baiklah aku akan memberi tahu ayah.."


" em.." Seno tidak menjawab sambil menatap komputer


setelah semuanya beres... Seno kembali ke rumah nya... dia istirahat di kamarnya


**tringghhh...** suara hp seno


" terimakasih banyak atas bantuannya.."


" kamu tidak perlu berterima kasih karena aku melakukannya tidak cuma cuma"


" aku tau... tapi tetap saja aku ingin mengucapkan terimakasih"


" iya.. aku menerima ucapan itu.. dan besok kamu kembali kerja"


" baik.."


************


keesokan paginya... Zoya sarapan dengan ayahnya..


"kamu mau kemana?" ayah


"aku mau bekerja ayah.."


" bukan kah kamu sudah janji akan mengelola perusahaan.. "

__ADS_1


" iya.. ini juga termasuk itu juga.."


" baik.. dan hati hati dengan bocah itu . . "


" iya ayah... " ucap Zoya manja


" baik aku pergi dulu ya Ayah... bye..." Zoya melambaikan tangan kepada ayahnya**


mobilnya melaju ...


" heh... semoga tidak ada yang salah .." ucap tuan besar


******* dikantor..


" selamat pagi tuan..." Zoya membuka pintu kantornya .Zoya terkejut melihat sekertaris cantik Seno sedang menggoda Seno .


" pagi juga" ucap Seno


" oh maaf tuan jika mengganggu anda.."


" apa?" Seno mengernyit kan keningnya


" ini berkas yang harus saya serahkan... dan juga ini surat dari saya..." menyerahkan amplop berwarna putih dengan kunci mawar


"baik..." Seno melihat surat itu.. dia berfikir itu surat tentang isi hati Zoya


" jadi biasakan.. surat itu berlaku hari ini juga..."


" tentu bisa..." ucap Seno.


" kalau begitu saya pergi sekarang..."


" baik..."


" tunggu zo... bawa nona Jenni ini ke ruang penyimpanan dia bisa menghitung stok..."


" baik pak..." ucap Zoya


Zoya pun pergi dengan jenny...


" baik.. akan ku baca kamu nanti..." Seno menyimpan surat itu dengan hati senang


************"


akhirnya malam pun tiba.... Seno membuka surat itu... dia sangat terkejut...


" sialan... apa apaan cewek ini..."


Seno langsung menelpon Zoya


" ya...." suara serak Zoya karena sudah tidur


" kamu apa apaan..." teriak Seno...


membuat Zoya langsung loncat duduk .


" ada apa kenapa?" Zoya bingung


" kamu memberikanku surat apa ini.??"


" surat pengunduran diri" jawab Zoya polos


" apa kamu bodoh?"


" nggak" Zoya


" lha memang aku harus memberikan surat apa?"


" aaaakkkhhhh... " Seno mengamuk...


"kak. sen.. seno... kamu kenapa?"


" dasar gadis bodoh.. aku tidak mengijinkan kamu keluar dari kantor"


" tapi aku udah resmi keluar...maaf aku harus mengurus perusahaan ayah saat ini...ini permintaan ayah..."


" kamu ingat perjanjian kemarin..."


" iya... tapi ini tentang perusahaan.. jadi perjanjian itu tidak berlaku.."


"em... pintar ya kamu mau bermain kata kata dengan aku.."


" mana berani aku... hehehehe..."


" baik kalau gitu kamu yang mulai..."


" apa?"


" besok kamu bawa berkas diri kamu ke restoran xxx"


" buat apa" tanya Zoya


" kamu tidak bisa menolak"


" baik..."ucap Zoya


Seno menutup telfonnya. kemudian dia menelfon orang lain..


" hallo..." Seno


" iya tuan Seno..." ucap pak Harto


" pak saya minta tolong daftarkan pernikahan atas nama xx "


" baik.."


🌹 keesokan paginya...


Zoya datang ke restoran tempat dia janjian dengan Seno kemarin dia membawa semua berkas... "untuk apa semua ini.. 'pikir Zoya


seno pun datang menjemput Zoya...


mereka masuk mobil


" ayo kita pergi"


"kemana?"


"kamu akan tau nanti"


" mana berkas nya"


"ini .." Zoya menyerahkan berkas itu...


" untuk apa berkas itu..." tanya Zoya

__ADS_1


" kamu akan tau nanti.. bukankah kamu suka bermain kata..."


"ah.. nggak... kamu jangan marah dong..." bujuk Zoya


" aku gak marah... aku mau ajak kamu main..."


" main apa?"


" main trik... "


" trik... apa?" Zoya mulai waspada..


" dhuggggg..." Seno memukul kepala Zoya hingga dia pingsan.


" sen... kamu gila... kalau dia bangun terus meracuni kita gimana"felix


" Dia gak akan bisa..." Seno mengikat tangan Zoya dan mengeluarkan semua racun yang Zoya bawa... Seno menyimpannya


" kamu yakin mau melakukan ini...apa gak mau berfikir lagi... wanita ini menyeramkan.. dia gak bisa di jinakkan..."


" aku sudah yakin... ini kesempatan yang tidak bisa muncul 2x.."


" jadi kamu melakukan semua itu kemarin untuk hal ini..."


" sebenernya rencana ku tidak begini... tapi dia kemarin sudah ingin pergi dariku.." ucap Seno mengelus rambut Zoya


"hahaha... hanya wanita ini yang bisa membuat tuan muda Seno melakukan perbuatan sekonyol ini..."


" diam kamu.... kamu cepat menyetir"


5menit kemudian mereka sudah sampai di kantor sipil... bahkan kantornya belum buka..


kemudian pak Harto membuka pintu dari dalam...


" selamat datang tuan Seno.." ucap pak Harto . pak Harto yang terkejut melihat seno membopong seorang gadis yang di ikat tangannya..


merekapun masuk ke dalam ruangan


" zo... " Seno membangunkan Zoya..


" ah..." Zoya pusing karena baru bangun dari pingsan nya


" zo... " panggil Seno lagi..


Zoya sadar...


" kamu...dasar brengsek... kenapa kamu mukul aku .. dan ini apa ini kamu ikat aku.. lepaskan... lepaskan.." Zoya berteriak teriak.


" kamu diam.." ucap Seno..


" apa nya yang diam..." Zoya menendang seno..


" akh... " Seno tertendang di kakinya...


" ****** kamu..." ucap zoya..


Zoya kaget melihat ternyata di ruangan itu terdapat beberapa orang.. termasuk pak Harto.


" kamu udah puas.." Seno memeluk Zoya


" kamu apa apaan.. lepasin akun.."


" aku lepasin kamu tapi kamu diem jangan bertingkah .. semua senjata kamu udah aku buang..."


" ah .. sialan kamu..."


" lepasin nggak? " Seno


" iya iya aku diem..." Zoya tenang


" nah gitu" Seno melepaskan ikatan tangan Zoya


" sekarang kamu harus menuhin janji kamu.."


" oke.. siapa takut..." Zoya yang belum menyadari dia dimana..


" pak Harto mana suratnya" ucap Seno..


pak Harto yang yang bengong karena masih takjub melihat adegan sebelum pernikahan barusan...


" pak Harto..." ucap Seno keras


" iya iya tuan..." menyerahkan surat nikah..


" tanda tangan..." menyuruh Zoya tanda tangan


Zoya mulai membaca surat itu... di membolak-balik buku nikah itu...


" ini? kita menikah?" nyali Zoya menciut


" iya..."


" tapi...."


" kamu tadi bilang apa .. "


" setuju.."


" jadi..." Seno


" kamu gak mau mikir mikir lagi..."


" nggak..."


" lix... suruh temen kamu mikir..." Zoya


" sorry zo... aku rasa dia memang gila hari ini..."


Seno menatap felix tajam...


" emmmmm... iya iya. .. aku tanda tangan.." dengan terpaksa Zoya tanda tangan..


Seno mengembalikan surat itu kepada pak Harto setelah di tandatangani. ..


10 menit kemudian...pak Harto menyerahkan surat itu kembali..


" selamat ya tuan Seno dan nyonya Zoya...


" terimakasih pak.. atas bantuannya" ucap seno


Zoya terduduk lesu...


" aku menikah... aku menikah... " kata itu yang berputar putar di otak Zoya


tiba tiba... brraaaakkkk..... suara pintu di tendang..

__ADS_1


bersambung🍁


__ADS_2