
Zoya pun sampai di sebuah sorum...
"selamat datang nona" ucap karyawan di sana
"iya" Zoya tersenyum.
"anda mencari mobil atau motor?"
"em.. saya mau lihat motor dulu mbk"
"baik, silahkan kesini" karyawan itu mengajak Zoya keruangan yang berisi beragam merk dan jenis motor
'wah.... mataku' batin Zoya
"jadi nona mau motor sports atau motor matic atau jenis motor yang lain, disini menyediakan berbagai jenis kendaraan" ucap pelayan itu
tiba tiba... kringgg 🎶 (suara hp zoya)
"maaf saya angkat telpon sebentar ya.."
"iya, silahkan nona" ucap karyawan itu ramah
Zoya pun mengangkat telponnya
"halo"
"kamu dimana, kenapa belum pulang?" tanya Seno di telpon
"aku sedang di sorum xx, kata kamu aku harus mencari kendaraan?"
"tuttttt..." Seno langsung mematikan telponnya
"halo, hais.. apa apaan sih laki laki ini telpon sendiri, tiba tiba dimatiin sendiri juga.." gerutu Zoya sambil memandangi telponnya
kemudian Zoya kembali melihat lihat motor bersama karyawan tadi
setengah jam kemudian..
"jadi apa anda sudah memutuskan apa yang ingin anda beli?" ucap karyawan
"iya, kalau begitu saya mau memilih 2 motor, satu motor matic warna silver itu" Zoya menunjuk sebuah motor matic
"dan satu lagi motor yang ini". Zoya mendekati motor sport warna merah hitam
'em.. aku rasa ini gak masalah garasi rumah masih luas bahkan jika ingin diisi 3 mobil aku rasa juga masih cukup' pikir Zoya
"baiklah nona silahkan ikut saya untuk mengurus administrasi" ajak karyawan itu
"baik" ucap Zoya, mereka pun membuat surat surat dari kendaraan tersebut dan Zoya membayar dengan kartu nya.
"silahkan nona bisa menunggu proses ini di ruangan sana" ucap karyawan
"apa proses ini lama?"
"tidak, mungkin sekitar 15menit saya harap anda bersabar"
"iya tidak apa apa"
Zoya duduk di sebuah gazebo disana sudah di sediakan camilan dan minuman
"ya sudahlah, sambil istirahat dulu" zoya pun mulai bermain hp dan beristirahat
10 menit kemudian..
"nona" panggil karyawan
"ya, apa sudah selesai?"
__ADS_1
"maaf, anda di panggil menejer kami"
"aku? apa ada masalah ya?"Zoya sedikit khawatir
"saya tidak tau, silahkan mengikuti saya"..
"ya baiklah.." Zoya mengikuti karyawan itu dari belakang
sampai di ruangan administrasi tadi.
"maaf apa ada yang salah ya?"
"tidak, justru anda hari ini mendapatkan keberuntungan.
"keberuntungan apa?"
"karena hari ini anda telah membeli 1 unit mobil dan berencana di tambah 2 motor..maka motor matic yang anda pilih,akan jadi milik anda cuma cuma"
"ha? maaf tapi saya hanya membeli 2 motor saya tidak membeli mobil" zoya menjelaskan
"apakah anda nona Zoya al-Faruq?"
"benar itu saya"
"tapi tuan itu mengatakan, anda membeli sebuah mobil dan itu dia yang memilih" menejer itu menunjuk ke ruang mobil
Zoya pun langsung menghampiri laki laki itu.
"maaf tuan, kenapa anda memberikan saya sebuah mobil, apa ada kesalahan?" ucap zenda sambil menepuk pundak pria itu dari belakang
"Hem.. kenapa, apa suamimu tidak boleh memilih kan mobil untukmu?" ucap Seno sambil memegang tangan zoya
"kamu.. sini ikut aku" Zoya menarik tangan Seno mengajak nya ke gazebo
"kenapa?" tanya Seno
"aku bahkan bisa membeli sorum ini atas namamu jika kamu menginginkannya"
"ya ampun...kamu ini, aku merasa 2 motor itu sudah banyak tapi karena aku suka jadi aku membeli ke duanya"
"jadi kamu gak suka sama mobil yang aku belikan?" tanya Seno dengan pandangan menakutkan
"suka sih suka.. tapikan..."
"kalau suka ya terima saja, kalau gak suka biar di hancurkan saja mobil itu" ucap Seno kesal
"kok jadi kamu yang marah" Zoya mulai ikut emosi.
"jadi kamu suka nggak?" tanya Seno meninggi
"suka sih.." ucap Zoya perlahan.
"nah.. gitu dong.." ucap Seno tersenyum puas.
'hais.. aku ditipu oleh dia' batin Zoya
mereka pun kembali ke ruangan administrasi nya,
akhirnya Zoya mendapatkan 1 mobil, 1 motor sport 1 lagi hadiah motor matic.
'walaupun semuanya aku gak beli, tapi kenapa endingnya aku mempunyai kendaraan sebanyak itu, mau pergi kemana juga aku ini...huffff' batin Zoya
akhirnya semua proses selesai dan mereka pulang
*didalam mobil*
zoya diam seribu bahasa.
__ADS_1
"kamu kenapa?" tanya Seno
"gak papa, kenapa kamu memberikan aku kendaraan sebanyak itu, tapi ujung ujungnya aku pulang sama kamu?" Zoya langsung mengomel karena Seno tidak membiarkannya naik skuter yang baru dia beli.
"jadi kamu lebih suka naik skuter itu?" ucap Seno setengah mengancam
"awas kalau kamu macam macam sama skuter ku, aku pastikan kamu akan bernasib sama dengan skuterku" ancam Zoya
"wah, berani ya kamu mengancam ku?"
"heh,sejak kapan aku tidak berani padamu, dasar laki laki sok ganteng" ucap Zoya
"jadi kamu pikir aku ini gak ganteng?" tanya Seno langsung menghentikan mobilnya
"ha... kamu ganteng? bagiku kamu ini ya biasa lah standar saja seperti cowok cowok lainnya" ucap Zoya asal.
"cupppp" Seno ******* habis bibir yang mengomel itu dan menggigitnya
"ah.." teriak Zoya mendorong Seno merasakan sakit pada bibirnya
"itu hukuman untuk kamu, tidak boleh ada laki laki lain difikiran kamu titik!" ucap Seno tegas
'dasar laki laki mesum, akan aku kasih dia racun biar dia gatal gatal 1 Minggu gak sembuh sembuh' batin Zoya yang penuh amarah
"jika kamu berfikir ingin meracuni aku, jangan sampai aku mengetahui itu duluan karena aku yakin ayahmu tidak akan memaafkanmu untuk yang satu itu dengan alasan apapun" ucap Seno
'apa orang ini punya Indra keenam?' pikir Zoya sambil melihat kearah seno
"kalau kamu terus melihat aku tanpa menjawab apapun, pasti semua yang aku katakan benarkan?"
"ya benar, aku ingin meremas kamu seperti cucian.." ucap Zoya sambil tangannya mempraktekan cara meremas
"ayo remas saja silahkan"ucap Seno
*sontak Zoya mengubah posisi dan langsung mengacak-acak rambut Seno, dan mencubit i pipi dan hidung Seno gemas campur sebal
tiba tiba Seno mengubah posisi dan mencium bibir Zoya yang sudah sakit tadi dan membuatnya semakin bengkak
tak lama kemudian*
"tok tok tok" suara orang mengetok kaca mobil
Zoya dan Seno segera merapikan pakaian mereka
kemudian Seno membuka kaca dan Zoya memakai masker
"permisi tolong keluarkan SIM dan STNK nya!" ucap polantas
"ini" Seno memperlihatkan surat suratnya pada polisi itu
"baik semuanya ternyata lengkap, tapi anda tetap kami tilang karena mengganggu ketertiban umum" ucap polisi itu
"baik pak"
"dan satu lagi apakah kalian adalah pasangan?"
"iya pak" jawab Seno
"saya hanya mengingatkan jika ingin melakukan hal yang bersifat pribadi, tolong perhatikan tempat,saya yakin anda tahu tempat yang tepat" ucap polisi itu sambil memberikan surat tilang
"iya pak iya.." ucap Seno
kemudian polisi itu pergi. dan Seno mengemudikan mobilnya lagi.
"bhaahhhahahahhaha" Zoya tertawa terbahak-bahak..
bersambung 🍁
__ADS_1