Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
malam yang indah 18+


__ADS_3

akhirnya Zoya dan Seno sampai dirumah.


Seno membuka pintu rumah sambil membopong Zoya masuk.


'aku memang seharusnya mempunyai setidaknya satu pembantu di rumah ini' gerutu Seno dalam hati.


"dasar **** gemuk.. kalau tidak kuat minum kenapa kamu harus minum sebanyak itu" Seno mengomel kesal


"apa.. kamu sebut aku apa? berani beraninya kamu panggil aku ****" ucap Zoya


kemudian Zoya tiba tiba menggigit bibir seno.


"kamu berani menggigit aku?" ucap Seno.


"kenapa tidak berani,kamu pikir kamu siapa berani menyebutku ****"ucap Zoya mabuk sambil mengalungkan tangannya di pundak Seno


"heh, bukankah kamu memang mirip ****?" ucap Seno sambil senyum nakal menggoda Zoya.


"kamu lihatlah apanya yang mirip ****?" ucap zoya yang berpose sexsi di depan Seno.


"benarkah itu?" Seno memancing Zoya


"apa kamu buta?"Zoya menatap wajah Seno lekat


"hemmmm...**** yang gemuk"ucap seno


"kamu..."ucap Zoya


Zoya mencium Seno sangat lama dia menindih Seno diatas kursi mencium Seno dengan sangat intens..


"jadi, sekarang masih kah aku terlihat seperti **** untuk mu?" tanya Zoya


"tentu" Seno membalik keadaan.


"zo.. kamu lihat aku.. aku ini siapa?" tanya Seno.


"kamu Seno"


"aku siapa?"Seno menggigit bibir Zoya


"Seno.. suamiku" teriak Zoya keras


"jadi apakah kamu akan marah padaku jika aku membuat mu bahagia?"


"tidak"


"ingat kata katamu"


"apa?"


"jika kamu senang panggil namaku"


"iya.. Kamu Seno memang kenapa?"


"ingatlah itu.."


Seno membopong Zoya kedalam kamar mereka.


Seno meletakkan Zoya di kasur.


"**** gemuk" panggil seno


"kenapa kamu selalu memanggil ku ****, aku ini bukan ****"


Zoya berdiri dan menindih Seno.


"benarkah? kalau begitu buktikan" tantang Seno


"apa kamu pikir aku ini tidak berani,hah?"


"kalau berani buktikan"


Zoya mulai melepaskan pakaiannya,


tiba tiba..


"ah.." kepala Zoya pusing , efek alkohol mulai hilang


"kamu terlalu lama" ucap Seno

__ADS_1


"kamu pergi"ucap Zoya setengah sadar


"apa kamu berfikir kamu bisa lari dan tidak bertanggung jawab untuk ini semua" ucap Seno menyeringai.


"apa yang mau kamu lakukan" Zoya kaget


"ingat panggil namaku jika kamu senang"


"apa?"


Seno mulai mencium zoya. dimalam itu hanya ada suara desahan dan suara mereka berdua yang saling memanggil satu sama lain..


********************


pagi harinya


zoya terbangun duluan.


"ah...kepalaku ,badanku " Zoya memegangi kepalanya.


merasakan tubuhnya sakit semua


Zoya membuka matanya dan melihat sekitar, matanya terbelalak tapi tenaganya tidak ada.


"AAAAAAAAAAA" Zoya berteriak sekencang kencangnya


"kamu kenapa?" Seno terbangun kaget


"apa yang kamu, aku kita lakukan?" Zoya bingung


"coba kamu ingat ingat..apa yang kamu lakukan"


Zoya berfikir keras dikepalanya menari nari bayangan hal hal yang dilakukan semalam.


"itu.." wajah Zoya merah.


"jadi.. kamu sudah mengingat semuanya?"tanya Seno


"sudah" wajah Zoya semakin merah.


"kenapa apa kamu malu?"Seno menyenderkan kepalanya dipundak zoya


"apa yang kamu tutupi aku sudah melihatnya sampai hafal"


"kamu, apa kamu gak malu ngomong hal itu" ucap Zoya


"jadi kamu masih malu?" ejek Seno


"kamu mengejekku" Zoya melotot.


"tentu" jawab Seno sambil menyeret Zoya masuk kedalam selimut lagi.


semua hal semalam terulang sekali lagi, Zoya tidak bisa berkutik karena tenaganya yang kalah jauh dari Seno.


kali ini semua yang mereka lakukan dilakukan dengan sadar... dan Zoya mulai melihat kenyataan bahwa dia memang sudah seharusnya menerima Seno suaminya.


semua berlangsung sangat indah sampai mereka kelelahan dan tertidur sekali lagi.


sampai...........


"KRinggggg🎶" suara hp Zoya berbunyi


Zoya mengangkat telponnya


"halo.." zoya


"nona, apakah anda hari ini tidak kekantor?" suara bon bon dari seberang


"oh.. iya maaf.. pagi ini aku ada urusan jadi akan kekantor agak siang" ucap Zoya


"baik saya hanya memastikan bahwa rapat hari ini nanti bisa dilaksanakan"


"iya aku akan segera kesana jika urusan ini sudah selesai"


"iya baik nona" ucap bonbon


"klik.." Zoya menutup telfon


Zoya menoleh ke sebelah dan menemukan Seno yang tengah melihatnya penuh senyuman

__ADS_1


"kamu mau apa lagi, apa belum cukup?" tanya Zoya


"untuk sekarang sudah dulu, mungkin nanti malam.." goda Seno


"ah, kamu laki laki yang terlalu.." Zoya tidak meneruskan ucapannya


"terlalu apa?"


"gak ada" jawab Zoya yang sadar jika ucapannya akan mempermalukan dirinya sendiri


Zoya mencoba berdiri tapi seluruh badannya Sakit dan kakinya seperti lemas tidak bertenaga.


akhirnya Zoya hanya duduk di ujung ranjang.


"apakah aku sehebat itu?" ucap Seno sambil memeluk dari belakang


"lepaskan!" ucap Zoya sambil mencoba melepaskan tangan Seno


"jadi apakah ini permintaan atau perintah?" Seno


"ini permohonan"


"jadi katakanlah"


"suami ku aku mohon lepaskanlah aku, aku harus segera ke kantor.. apakah anda tidak punya pekerjaan dikantor?" ucap Zoya sambil senyum manis yang dibuat buat


"baiklah aku lepaskan kali ini, tapi kamu harus lebih berlatih caranya memohon" ucap Seno menggoda


Zoya berjalan kekamar mandi sambil membawa selimut yang menutupi tubuhnya.


"istriku bahkan kamu terlihat menggoda dengan selimut itu" teriak Seno mencoba menggoda Zoya


"kamu brengsek!!!!!" teriak Zoya dari dalam kamar mandi


20 menit kemudian Zoya keluar dari kamar mandi.


dia sangat wangi seakan dia memakai parfum untuk mandi bukan sabun.


Zoya memilih milih baju.


mengacak ngacak lemari


dia memakai rok panjang dengan atasan kemeja tanpa lengan dan memakai scraf ..


Seno keluar dari kamar mandi.


"kenapa kamu memakai itu, bukankan hari ini sangat panas?" tanya Seno


"kamu mau tau?" Zoya pun membuka lilitan di lehernya dan terlihat bekas ****** dari Seno yang sudah seperti bekas cekikan dan pukulan di lehernya.


"hahahaha.."Seno tertawa sejadi jadinya


"apa yang kamu tertawakan.. ini semua ulah kamu lihatlah. jika orang lain melihatnya bisa bisa di kira aku habis di keroyok orang" ucap Zoya marah marah


"tapi kamu menyukai prosesnya kan?" ucap Seno


"kamu, apa kamu tidak bisa berfikir dengan normal" omel Zoya


"tentu aku tidak bisa jika melihat kamu" ucap Seno dengan senyum nakal


"kamu... sudahlah cepat pakai baju sana, aku tidak sempat membuat sarapan..kita makan diluar saja"


"baik nyonya Seno"


"haisss.. aku fikir sekarang aku harus mencari pembantu" ucap zoya


"tidak boleh" teriak Seno


"kenapa?" ucap Zoya heran


"benar kata kamu rumah itu hanya boleh ada kita berdua tidak boleh ada orang lain.." jawab Seno


"aku menyesal mengatakannya"


"semua sudah terlambat,pokoknya tidak boleh ada pembantu dirumah ini kecuali untuk bersih bersih seperti yang kamu ucapkan dulu" ucap Seno


"bodoh bodoh bodoh" Zoya memukul mukul kepalanya sendiri ,sambil mengatai dirinya sendiri.


Seno yang melihat nya hanya tertawa ...

__ADS_1


bersambung 🍁


__ADS_2