
keesokan harinya Seno dan Zoya pergi ke rumah ke 2...sampai di depan pintu Zoya merasa ada yang aneh...
"kamu kenapa?"seno
"aku merasa ada yang aneh?" Zoya mengingat ngingat sesuatu
"apanya yang aneh?" Seno membuka pintu
"ah... benarkan..."Zoya berteriak..
"benar apanya?"
"yang aneh itu...dimana semua pelayan kamu?"
"aku pikir kamu gak suka ada pelayan" Seno
"iya emang aku gak suka tapi apa kamu memecat mereka semua?"
"memangnya kenapa?"
"kamu jangan pecat mereka .kasian mereka mereka membutuhkan pekerjaan ini untuk hidup"
"sepertinya kamu sangat memahami mereka"
"aku kan pernah jadi salah satu dari mereka" Zoya
"tenang aja... aku mengembalikan mereka kerumah mama"
"oh...ya udah kalau gitu.."
"tapi apa kamu yakin mau ngurus rumah ini sendiri.."
"em.....(Zoya berfikir) benar juga bisa pingsan aku kalau harus bersihin rumah Segedhe ini..aku butuh pembantu buat bersih bersih rumah ini seminggu 2kali itu aja cukup..untuk yang lainnya ini rumahku sekarang"Zoya tersenyum
"baiklah itu terserah kamu aja.." Seno
"cup" Seno mencium kening Zoya
"kamu apa apaan" Zoya mendorong seno. wajah nya memerah.
"kamu sangat imut"mencubit pipi Zoya
"ah..." Zoya meninggalkan Seno di depan pintu sendiri
"aku akan mendapatkan kamu pasti itu.."
"kringggggghhhhh" ponsel Seno berbunyi
"ya hallo..."
"dasar anak gak berbakti.. pernikahan apa itu.. kamu itu anak ku satu satunya menikah itu harus dengan mewah apa apanya hanya di catatkan begitu saja" mama Seno berteriak teriak di telpon
"iya ma.."Jawab Seno
"mana menantuku?"
"dia sedang di..."
"jadi kamu gak bersama dia apa kamu menikahinya... bla bla blabla*******" mama Seno terus mengomel tidak jelas
"Tut..." Seno memutuskan telpon itu
"kringggggghhhhh" ponsel Zoya berbunyi
"ini siapa ya kok nomer baru?"ucap Zoya
Zoya mengangkat telponnya
"halo.. ini siapa ya..."
"dimana anak kurang ajar itu.. dia berani beraninya memutuskan telponnya"
"maaf anda siapa ya nyonya?"
"aku ibu mertua mu..mana anak kurang ajar itu..."
"oh... Tante"ucap Zoya
"Tante apa..aku ini mama kamu sekarang" omel mama dalam telpon
"iya ma...aku bawa telpon ini ke Seno"
"kak kak kak...kak Seno.."panggil Zoya
"iya.."sahut Seno
"ini"Zoya menyerahkan hp nya dan sengaja melloudspiker hp nya."
"siapa?" tanya Seno
"kamu anak kurang ajar berani beraninya mematikan telpon mama mau aku kutuk jadi kura kura kamu?"
__ADS_1
"gak ma.."jawab Seno pasrah
Zoya tertawa berguling guling di sofa melihat Seno.
Seno yang hanya melihat zoya
"kamu ini bikin Mama kesel aja...dan bahkan sampai sekarang kalian belum menemui mama"
"ini kan baru 2 hari ma.."
"ya harusnya kalian itu langsung menemui mama..ini pasti kamu yang gak mau membawa Zoya kemari"
"bukan ma..ini semua karena kita masih sibuk aja"
"mana menantuku aku mau bertanya pada dia"
Seno menyerahkan hp itu ke Zoya..
"iya ma"
"nak apakah Seno menyulitkan mu?"
"sedikit ma.."
"jadi dia yang gak membawamu kerumah ini"
"benar ma" Zoya menahan tawanya.
'ah..sialan wanita ini mengerjaiku'batin Seno
"Seno" mama berteriak di telpon
"iya ma..."
"pokoknya malam ini kamu bawa menantuku itu kemari"
"baik ma"
"ya itu baru benar" nada suara mama menurun sudah mulai tenang
"hah.. baiklah.. mama tunggu dirumah nanti malam.tenggorokan mama sakit gara gara marah sama kamu"
"iya ma.."
"Seno tutup telponnya dulu ya.."
"hah...."Seno bernafas lega
"kamu mengerjai ku ya.." Seno
"maaf maaf tapi mama mu sangat berbeda ya .. dengan saat pertama kali aku bertemu.."
"itulah mama..jika dia sudah menyukai seseorang"
"oh.. seperti itu..."
"iya...dan mama itu sangat gak suka dengan orang yang suka berpura pura"
"em.. begitu.."
"dia juga seperti kamu"
"aku?"
"ya..dia itu sederhana"
"benarkah itu?"
"tentu"
"hemmm" Zoya berfikir
"oh iya zo.. aku akan keluar ada urusan sebentar.."
"iya.. jangan lupa nanti malam .. kalau nggak besok pagi kamu akan jadi kura kura" canda Zoya
"benarkah.. jadi kamu sudah siap jadi nyonya kura kura"
"udah pergi sana"
"oh.. iya.. kamarnya ada di lantai atas
"jadi aku gak bisa milih kamar sendiri"
"kalau sampai kamu meletakkan baju mu di kamar lain akan ku bakar semua baju itu.."ancam Seno
"haisss...dasar bossy... iya iya.. udah kamu pergi sana"Zoya
seno pun pergi ke kantor dengan gembira..
sampai di kantor
__ADS_1
"selamat pagi pak..." semua orang kompak memberikan salam
"iya.. selamat pagi" Seno menjawab nya dengan senyuman
seisi kantor terdiam ... mereka kaget bisa melihat senyuman dari bos nya itu
**diruang and kantor seno**
"pagi pengantin baru.."ucap Felix
"kenapa kamu bilang begitu..?" tanya Seno
"kamu tau seisi kantor gempar karena kamu tersenyum, lihat ini.." felix menunjukkan grup WeChat kantor
pesan di dalam grup WeChat kantor
"*uh .. senyum nya bos"
"iya iya.. serasa AC nya Doble di kantor"
"bener bener.."
"semoga senyum ini bertahan selama lamanya"
"iya.. iya"
"tapi kira kira ada apa ya?"
" iya siapa yang tau?"
" gak tau"
"ga tau juga"
"ah.. yang penting dia tersenyum bahagia gitu aja udah sejuk dunia ini..."
"bener bener ..semoga setelah ini gak akan marah marah lagi"
"amin.."
"amin.."
*************
"jadi bisakah aku tau penyebabnya. atau dia meracuni mu sehingga kamu terus tersenyum" Felix
"iya dia meracuni ku lix"
"kalau gitu kita kerumahnya sakit sekarang"
"ah.. kamu gak mengerti lix.. hati ku keracunan lix.. kenapa dia benar benar istimewa" Seno membayangkan wajah Zoya
"ah.. dasar kamu ini bos grup elang tapi bisa bisanya jadi bucin.."
"gak tau lix..pantas saja aku harus mempertaruhkan nyawa ku untuk mendapatkan nya.. dia memang istimewa"
"jadi apakah kamu mendapat kan hasil tadi malam.."
"tidak.. jika aku mendapat kan hasil tadi malam, aku pasti tidak akan pernah muncul di hadapan mu lagi..."
"wah... dia itu udah bagaikan iblis" Felix
"bukan... dia itu bidadari pencabut nyawa.. menyeramkan tapi tetap saja cantik bagaimanapun juga.."
"ah.. aku rasa sebentar lagi kamu bisa gila bos.."
"iya iya... sudah kamu pergi sana"
*****di rumah****
"ah.. kamar ini terlalu besar.. untuk apa kamar sebesar ini.. ah.. sudahlah.." Zoya meletakkan kopernya
"dimana ya ruangan bajunya" Zoya mencari cari pintu dan akhirnya menemukan sebuah tombol..
"nah ini dia..."Zoya menekan sebuah tombol.
"hah... baju baju ini.. ini baju baru.. apakah benar dia yang menyiapkan semua ini.." Zoya tidak percaya.. kemudian dia membuka lemari lemari itu.. ternyata ada baju Seno juga di dalamnya.
"ini.. apa ini kamar Seno?"
"jadi dia mau kita sekamar"
"ah terserah lah..toh dia juga suami ku.. anggap aja balas jasa kemarin" ucap Zoya
ah.. aku akan beres beres aja dulu.. tak terasa dia beres beres lama sekali.. hingga dia tertidur
sore pun tiba..
"Ting...tong......"suara bel rumah
bersambung 🍁
__ADS_1