Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
diculik


__ADS_3

tak tak' suara langkah kaki berjalan.


seorang laki laki dengan wajah tampan dan postur tubuh yang bagus berjalan ketengah acara itu


laki-laki itu menjadi pusat perhatian.


"siapa dia?" ucap Zoya bertanya kepada guno


"dia adalah putra tertua dari keluarga song, song gong"ucap guno


"keluarga song?" ucap Zoya sambil berpikir


"benar tercatat mereka juga bekerja sama dengan perusahaan kita" ucap guno menerangkan


"Oh seperti itu" ucap Zoya kemudian zoya pergi duduk di sebuah sofa.


semua orang sibuk ingin mengenal dan mencari relasi, tapi Zoya memilih santai duduk di sofa sambil menikmati beberapa kue yang di tangannya


"selamat malam nona" ucap seorang laki laki


"iya selamat malam juga ada apa ya?" tanya zenda


"maaf nona ini ada surat dari tuan saya" ucap laki laki tersebut


"tuanmu?"


"iya dia Disana" ucap laki laki itu sambil melirik kearah song gong


"oh tuan song" ucap zenda sambil beradu pandang dengan song gong


"baik nona kalau begitu saya permisi" ucap pelayan itu lalu pergi"


kemudian Zoya membuka surat tersebut


"ketika di sebuah malam aku bermimpi


mawar hitam yang cantik


datang dihadapanku


membawa racun yang memabukkan


aku tidak akan bisa melupakannya


membuatku berjalan terseok-seok


tapi aku suka


aku membuat sebuah kesepakatan dengan dewa


jika aku bertemu dengannya lagi


akan ku berikan rasa yang sama"


isi surat tersebut.


"Hem akhirnya musuh datang juga" gumam zoya sambil tersenyum menatap song gong


"ada apa Nyonya?" tanya Guno merasa ada yang tidak beres


"setelah acara ini selesai kamu segeralah pulang" ucap zoya


"lalu nona?"


"kamu tenang saja aku tidak apa-apa"

__ADS_1


"baik nona" ucap Guno tidak melawan kata kata Zoya


*2jam berlalu dan semua acara sudah selesai.


"baiklah kamu pulang duluan aku masih ada urusan" ucap zoya


"tapi nona"


"kamu tenanglah tidak akan ada apa apa, aku cuma ingin berjalan jalan sebentar" ucap Zoya


"baik nona kalau begitu saya kembali dulu" ucap Guno.


"baik"


kemudian Guno pergi dari hadapan Zoya


kemudian zoya berjalan santai di halaman di tempat itu dan terus berjalan sampai taksi pesanannya sampai.


kemudian Zoya langsung masuk ke dalam taksi tersebut


"kita mau kemana nona" ucap supir taksi dengan suara serak


"kita ke jalan xx" ucap Zoya


"baik" ucap sopir taksi tersebut


di sepanjang perjalanan suasana didalam mobil itu sepi, hanya sesekali Zoya melirik sopir tersebut


'kenapa aku curiga dengan sopir ini, apa aku terlalu banyak berpikir' batin zoya


lebih baik aku waspada.


Setelah 10 menit berlalu semua masih berjalan baik baik saja.


Lalu 5 menit kemudian


“heh nona anda sungguh sangat sombong, masih bisa duduk dengan tenang di saat seperti ini” ucap sopir itu


“ya mungki aku terlalu terbiasa melihat orang seperti kalian”


"Sungguh seorang wanita yang sangat tinggi hati" ucap sopir tersebut


“baiklah aku hanya ingin tau siapa bosmu?”


“kamu pasti akan gemetar saat mendengar namanya”


“oh ya..”


“dia adalah laki laki yang sangat kejam di dunia bawah”


“hem, kejam.. menarik. Aku ingin tau siapa dia”


“baiklah kamu akan tau sebentar lagi”


Merekapun sampai di sebuah kawasan yang sangat luas tenang dan indah tapi sangat banyak penjaga di kawasan itu


Zoya berjalan santai di tengah tengah jalan yang dihiasi banyak bunga dan tanaman tanaman hijau


“segarnya disini” ucap zenda sambil tersenyum santai menikmati pemandangan di sana


“apa kamu gila” ucap sopir tadi


“hei kenapa jadi kamu yang tegang, bukannya aku yang kamu culik?”


“apa kamu tidak mengerti jika kamu dalam keadaan berbahaya”

__ADS_1


“bahaya atau tidak itu bukan kamu yang menentukan”


“baiklah kamu bisa sombong sekarang” ucap sopir itu


"Ya itu terserah aku saja"


Merekapun berjalan masuk kedalam kediaman besar tersebut, zenda terus berjalan santai sambil melihat kanan kiri menghirup udara segar.


‘ah aku menemukannya’ batin zoya melihat celah di belakang rumah tersebut


Setelah itu mereka masuk kedalam rumah itu, zoya dibawa naik kelantai 2. Ternyata disana ada seorang laki-laki sedang menghadap jendela.


‘sepertinya aku tidak asing dengan sosok ini’ pikir zoya


“selamat datang nona zoya” ucap laki-laki itu sambil berbalik


“oh, terima kasih atas sambutannya aku merasa sangat diterima disini” ucap Zoya sambil tersenyum


‘ternyata benar dia’ batin zoya.


“tentu mana mungkin kamu tidak di terima disini” ucap song gong


“tuan muda song apa sebelumnya kita punya salah paham?”


“kita memang tidak ada salah paham, tapi ayah kamu berhutang pada keluarga song"


“oh ternyata dendam lama” ucap zoya dengan wajah inosennya


“nona zoya atau bisa saya panggil si mawar hitam jadi bisakah saya mengundang anda untuk menginap disini beberapa waktu?” tanya song gong dengan sopan


“itu tergantung bagaimana cara kamu menghormati seorang tamu”


“emmm” guman song gong dengan pandangan sinis


“satu lagi itupun jika tidak ada yang sedang mencariku” ucap zenda


“memang untuk orang dengan predikat kuat seperti anda semua hal ini sudah biasa, tapi jangan meremehkan keluarga song"


“iya iya aku tahu lagi pula aku tidak pernah meremehkan siapapun" ucap zoya


“baguslah kalau begitu”


“pelayan bawa tamu kita ke kamar yang sudah disiapkan” ucap song gong pada pelayan disekitarnya


“baik tuan” jawab pelayan


Zoya pun mengikuti pelayan yang sedang menunjukkan jalan.


***


Sampai keesokan paginya…


“dimana wanita itu, kenapa dia tidak mengangkat telponnya, baru aku tinggal sehari saja dia sudah melupakan aku” ucap Seno baru turun dari pesawat.


“bos” ucap anak buanya


“kenapa, apa kamu sudah menemukan keberadaan nyonya?”


“emmmm ini…”


“ini apa, katakan!” bentak Seno tidak sabar


“nyonya.. wsswswsws” anak buah itu berbisik di telinga Seno


“klak..” bunyi kacamata yang di pegang Seno

__ADS_1


“berani macam macam pada istriku” geram Seno


Bersambung 🍁


__ADS_2