Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
cemburu? tukang ojek


__ADS_3

"keluuuuaaarrrrr!"teriak Zoya yang sadar sudah diikuti dari tadi.


"duarrrrr!!!!!" Zoya menembak salah satu tiang,tempat pengawal dari Seno bersembunyi.


mereka berdua muncul dihadapan Zoya


"siapa yang menyuruh kalian?"tanya Zoya


"tuan..tuan Seno nyonya"ucap salah seorang pengawal ketakutan


"telpon dia!" perintah Zoya


anak buah itu langsung menelpon Seno,dan menyerahkannya pada Zoya


"bagus ya... kamu pikir aku ini siapa dan apa perlunya 2 pengawalmu ini" ucap Zoya marah marah di telpon


"heh, ternyata mereka belum apa apa sudah ketahuan sama kamu"


"apa kamu, menyamakan aku dengan wanita wanita yang ada disampingmu ha??"


"tenanglah tidak ada wanita disamping ku"ucap Seno mengalihkan pembicaraan


"hah..aku tidak membahas itu" ucap zoya kesal


"tapi aku pikir kamu ingin menanyakan hal itu"


"kamu sangat narsis ...narsis...narsis" teriak Zoya di telpon dan langsung mematikannya.


Seno hanya tersenyum setelah Zoya mematikan telpon itu..


"suruh felix keruangan ku.." Seno menelpon sekertarisnya


sekertaris itu pun menghubungi Felix


10menit kemudian Felix datang keruangan Seno...


"ada apa bos?"tanya Felix


"anak buah yang aku suruh mengawasi Zoya sudah ketahuan olehnya" ucap Seno


"ya jelaslah ketahuan,dia itu Zoya bukan Katy" ucap Felix sambil memegang keningnya


"tapi aku ingin menjaganya" ucap Seno


"he..kamu ingin menjaganya?" ucap Felix


"iya"


"jika dia mau dengan sekali ciumannya saja bisa mengakhiri nyawamu, terus kamu ingin menjaganya, aku sarankan kamu untuk menjaga dirimu sendiri dari pada menjaganya" ucap Felix


"ya.. mungkin itu benar juga ya..."ucap Seno sambil berfikir


"ya pasti benar,kamu pasti gila jika sampai menyuruh orang lagi untuk memata matai wanita itu, bisa bisa orang kita habis dengan sia sia" ucap Felix


"ya sudahlah" ucap Seno mengalah


"baiklah kalau begitu aku akan pulang" ucap Seno


"ah..kenapa bos grup elang jadi seperti burung Pipit yang selalu merindukan rumahnya" ucap Felix


"heh, makannya segeralah menikah!"


"haisss.. dasar penghina jomblo" ucap Felix bercanda padahal menangis di dalam hati karena iri.


Seno meninggalkan perusahaan dan langsung pulang kerumah. 30 menit dia sampai dirumah dan melihat Zoya diantar laki laki naik motor kemudian Zoya beramah tamah dan laki laki itupun pergi meninggalkan rumah itu..

__ADS_1


Seno pun memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam rumah dengan perasaan sebal.


"sudah pulang?"tanya Zoya yang baru minum air di dapur


"siapa laki laki tadi?" tanya Seno cemburu


"laki laki yang mana?" tanya Zoya


"mengantarmu pulang, siapa lagi.."


"oh dia.." ucap zoya


"iya, sepertinya kamu sangat akrab dengannya.."


"dia Rizwan anaknya pak mirwan tukang ojek langganan aku, dia hebat loh sekarang lagi ngelanjutin S2 nya ...bla.bla bla.."Zoya bercerita tentang Rizwan


"cukup mulai besok aku tidak mau lihat kamu naik ojek lagi, sekarang aku pesankan mobil untukmu.." ucap Seno menelpon sekertarisnya


"tidak..jangan" ucap Zoya sambil merebut ponsel Seno dan segera memutus panggilan tersebut


"kenapa,apa kamu pikir membelikan kamu mobil itu sesuatu yang berat untuk ku?"tanya Seno


"sudahlah sudah... kamu jangan marah marah aku tidak akan naik ojek lagi aku janji, besok aku akan membeli kendaraan sendiri" ucap zoya mengalah


"baik besok pagi aku temani kamu.." ucap Seno


"iya.. iya.. baik tuan Seno sekarang silahkan anda keatas untuk mandi, saya akan menyiapkan makanan dulu..." ucap Zoya di buat buat


"kamu memang pintar merayuku.." ucap Seno


"apanya yang merayu, aku ini malas bertengkar denganmu, padahal harusnya aku yang marah marah karena orang suruhanmu.." ganti Zoya yang mengomel


"cupppp..," Seno menCium bibir Zoya


Zoya kaget dan mendorong Seno karena takut akan ada adegan selanjutnya


"gak papa.."


"jangan jangan kamu takut pada ku ya" ucap Seno dengan senyum mesumnya


"kamu kamu.. mandi sana segarkan pikiranmu itu" ucap Zoya dengan wajah memerah malu..


"hahaha" Seno tertawa sambil melangkah pergi meninggalkan Zoya di dapur.


10 menit kemudian Seno sudah keluar dari kamar dan menuju dapur dengan bertelanjang dada


"ah, apa kamu tidak malu" ucap Zoya


"aku terbiasa tidak memakai kaos saat panas begini" ucap Zoya menghindari tatapan mata dari Seno


"ah, terserah kamu" ucap Zoya yang terus memasak.


"kamu pergilah mandi aku akan melanjutkan ini" ucap seno


"apa kamu yakin bisa?"


"kamu jangan meremehkan aku" ucap Seno


"baiklah jika memang kamu bisa, aku pergi mandi dulu ya.."ucap Zoya sambil melangkah pergi meninggalkan dapur.


20menit kemudian Zoya sudah turun dari kamarnya dan makanan pun sudah siap..


"ayo ini akan segera dingin"ucap Seno


"baiklah.."ucap Zoya yang segera duduk di meja makan

__ADS_1


Zoya mulai makan... dan ternyata masakan Seno sangat enak.


'ternyata dia pintar masak juga' pikir Zoya


"bagaimana rasanya?" tanya Seno


"enak.. ternyata kamu sangat pintar memasak"Zoya memuji Seno


'andaisaja dia mau jadi koki, aku pasti sudah membuat restoran dan pasti sangat laris' batin zenda sambil membayangkannya, zenda pun tersenyum senyum sendiri


"aku tidak akan mau, kamu jangan berpikir aneh aneh"ucap Seno jelas


"aku bahkan belum bilang apa apa,.." zoya


"aku sudah bisa membaca pikiranmu jadi kamu jangan berpikir yang tidak tidak"ucap Seno.


"iya.. iya aku tidak berfikir macam macam" ucap zoya


mereka melanjutkan makannya sampai selesai.. dan akhirnya Zoya membereskan meja.. dan mulai mencuci piring..


"sini aku bantu" ucap Seno


"gak usah, kamu istirahat aja tadi kamu udah bantu masak kok.." ucap Zoya


"baik kalau begitu" ucap Seno dan duduk kembali di kursi dan terus memandangi Zoya..


'ah, kenapa lagi dia harus memandangiku dari situ bikin gak tenang aja..' batin zoya


5menit kemudian Zoya sudah selesai beres beres.


"ayo kita pergi dari dapur, kamu kenapa masih ngeliatin aku kaya gitu?"


"gak papa cuma pengen liat aja.." ucap Seno ringan


"ah,lama lama kamu bisa jadi orang aneh kalau terus begitu"


"biar aja gak masalah jika aku jadi bos yang aneh hahahaha" jawab Seno sambil tertawa


"ah, terserah kamu deh.." ucap zoya yang kemudian berjalan ke ruang tv, dia teringat ada film horor yang akan tayang Malam itu


"em.. enak juga ya kalau gini kaya nonton film"gumam Zoya.


tak lama kemudian Zoya berdiri dan berjalan kedapur lagi mengambil beberapa camilan dan minuman ringan


"nah ini baru pass!" ucap Zoya semangat sambil meletakkan semuanya di meja


10 menit kemudian


"Ting tong..." suara bell


"yaaaaa!" sahut Zoya berdiri ingin membuka pintu


"udah kamu duduk aja biar aku yang buka"ucap Seno yang baru turun dari kamar


"baiklah"ucap Zoya


senopun berjalan membuka pintu dan dia menemukan seorang kurir


"selamat malam tuan, apa benar ini kediaman nona Zoya al-Faruq?"


"benar"


"ini ada kiriman bunga" kurir itu menyerahkan sebucket mawar hitam


"em... mawar hitam" gumam Seno

__ADS_1


bersambung 🍁


__ADS_2