Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
ASYIK... BEBAS


__ADS_3

"Iya...!"teriak zoya


akhirnya zoya pun turun ke ruang makan, dia melihat banyak makanan


"wah siapa yang masak sepertinya enak" seru zoya


"aku yang masak" ucap seno


"benarkah?''


"Kenapa, kamu gak percaya?"


"em.....percaya" sahut Zoya cepat karena khawatir jika sampai ada seson 2


"ya sudah ayo kita segera makan" ucap seno


"Iya.. Iya"


mereka berdua makan dengan santai dan tenang.


tiba tiba


"ttingg.."suara hp Zoya


zoya membuka chat di hp nya


'*nona apakah anda baik baik saja?' bunyi chat dari guno


'Iya, tidak masalah' balas Zoya


'syukurlah jika nona tidak apa apa...'guno


'ya...' balas Zoya*


seno hanya melirik zoya yang terus membalas chat, dia pun semakin penasaran


'tak ...' suara sendok yang dipukulkannya ke meja makan.


Zoya pun kaget, dia sadar jika dia sedang makan dan tidak baik jika bermain hp,dia langsung meletakkan hpnya


"siapa?" tanya seno..


'jika aku jawab guno dia pasti akan marah besar' batin zoya


"Ini orang kantor menanyakan kabarku".ucap Zoya


"oh..jadi orang kantor?" tanya seno Setengah meledek


'apanya yang orang kantor itu pasti dari asisten s****n itu' batin seno tidak senang


."Iya.. iya " jawab Zoya cepat, semakin memperjelas kebohongannya.


'kenapa dengan dia sulit banget buat bohong.' batin zoya


''baiklah aku yakin kamu pasti tahu aku tidak akan bosan untuk memberimu hukuman" ucap seno dengan senyum nakalnya...


bulu kuduk zoya langsung berdiri mendengar kata kata seno.


"iya.aku tahu'' ucap zoya pura-pura tenang padahal ngeri juga jika sampai hal seperti tadi terulang lagi..


"baiklah..2 hari ini aku akan pergi keluar kota" ucap seno


"benarkah?"tanya zoya bahagia


"sepertinya kamu sangat senang?"tanya seno


"nggak, itu perasaanmu saja"ucap Zoya


"awas saja kalau kamu berani tebar pesona..." ucap seno


"Iagian kalau aku terbar pesona, siapa yang bakal tertarik..." ucap Zoya menggerutu


"jangan sok tidak tau..."


"iya iya..." ucap zoya


akhirnya malam itu mereka istirahat lebih awal


keesokan paginya....


"huah........'' zoya menguap, dia merenggangkan badannya ke kiri dan ke kanan


"apa dia sudah pergi ya?" ucap zoya

__ADS_1


zoya pun turun ke bawah .. dia mencari seno kesana kemari.


"ah..benar ternyata dia sudah pergi..." ucap zoya


"baiklah hari ini aku akan lebih semangat lagi, tanpa dia pasti akan lebih menyenangkan" ucap Zoya


kemudian zoya melakukan aktifitas seperti biasanya


****************


akhirnya sampai di perusahaannya


"selamat pagi nona...'' ucap Satpam


" ya... Pagi juga" ucap zoya menjawab sapaan dari satpam tersebut


semua orang memandangnya


'apa ada yang salah denganku, kenapa semua orang memandangku seperti itu' zoya merasa aneh. dia pun berjalan dengan santai sampai di depan ruang kerjanya


"apa apaan ini" ucap Zoya


di depan ruangannya sudah ada puluhan bucket bunga mawar


salah seorang karyawan datang menemui Zoya


"nona " panggil karyawan tersebut


"iya, apa?"


"sebenarnya tadi ada kurir yang mengantarkan bunga bunga ini" ucap karyawan tersebut


"terus siapa yang mengirimnya?"


"kurir tersebut tidak mau mengatakan siapa pengirimnya"


"baiklah, dimana guno?"tanya Zoyo


"maaf nona saya di sini" sahut guno dari kejauhan


"jadi ini semua tanggung jawab mu, bawa ini semua pergi. bagikan pada karyawan atau buang saja terserah kamu."ucap zoya


"baik nona'' ucap guno


"hais.....masih pagi kenapa sudah ada kejadian menyebalkan" gerutu zoya.


Kemudian Zoya membuka laptopnya dan mulai bekerja...


tak lama kemudian Guno datang ke ruang itu


"tok tok tok..."


"ya masuk.."


"nona ini kopi anda" ucap Guno


"ya, terimakasih" ucap Zoya


"oh ya.. sudah kamu pindahkan semua bunga itu?" tanya Zoya


"sudah"


"oh.." ucap Zoya singkat


"nona" panggil Guno


"em..ya"


"kapan anda ingin melihat pembangunan ruang anak di samping kantor?" tanya Guno


"sudah hampir finishing"


"baiklah sekarang kita kesana" ucap Zoya sambil menutup laktopnya


" baik nona" ucap Guno


mereka pun berjalan ke tempat tersebut.


"pagi nona" ucap karyawan di tempat tersebut


"ya.. pagi juga" sahut Zoya berwibawa


"nona jadi ini akan di bangun seperti ini" ucap kepala divisi pelaksana sambil menunjukkan selembar sketsa bangunan tersebut

__ADS_1


Zoya memperhatikan gambar tersebut, walaupun dia masih awam dalam hal hal tersebut tapi dia sudah dapat membayangkan bangunan tersebut.


"baiklah saya setuju, dan aku rasa ini cukup bagus" ucap Zoya memuji.


"terimakasih nona, kami akan bekerja dan berusaha sebaik mungkin" ucap kepala divisi tersebut dengan semangat


"ya... itu juga yang aku harapkan dari kalian, terus kita kira kapan ini bisa selesai?" tanya Zoya


"mungkin Minggu depan sudah bisa digunakan"


"baiklah, saya menunggu hasil yang baik." ucap Zoya


"baik nona"


Zoya dan Guno pun meninggalkan tempat tersebut


"nona, saya sangat menghawatirkan keadaan anda kemarin" ucap Guno


"em..tidak apa apa, semuanya baik baik saja" ucap Zoya bohong


"apakah dia benar benar suami anda?" tanya Guno


"iya dia suamiku.." ucap Zoya


tangan Guno mengepal erat seakan akan Sedang marah, giginya gemretak..


"kamu kenapa?" tanya Zoya


"tidak apa apa nona" ucap Guno langsung tersenyum


merekapun masuk kedalam kantor lagi..


"Guno" panggil Zoya


"iya nona" jawab Guno langsung


"hari ini apakah ada jadwal lain?"


"ada undangan dari tuan ji nanti malam ke pesta ulangtahun anaknya" ucap guno


"apa sebelumnya kita berteman baik dengan mereka?" tanya Zoya


"sepertinya iya nona, dari hasil catatan kita telah bekerja sama dengan mereka dalam waktu yang lama dan semuanya cukup memuaskan" ucap Guno menerangkan


"iya baiklah.. nanti malam kamu ikut aku.." ucap Zoya


"baik nona."


setelah itu Zoya kembali berkonsentrasi Bekerja..


hingga saat malam tiba.. Zoya dan Guno datang bersama ke pesta ulangtahun anak tuanJi..


"selamat datang nona dan tuan" ucap penjaga pintu


"iya" jawab guno.


mereka berdua melewati pintu utama, semua mata tertuju pada Zoya dengan gaun merah hati yang cukup seksi dan riasan yang natural tapi elegan membuat Zoya terlihat memukau..


"siapa ya wanita itu.." bisik orang orang belum begitu mengenal Zoya


"selamat datang nona Zoya" ucap tuan Ji menyambut Zoya


mereka berjabat tangan terlihat sangat akrab.


"iya, terimakasih tuan Ji sudah berkenan mengundang ayah, tapi ayah sedang tidak bisa hadir jadi sekarang saya yang mewakili ayah.." ucap Zoya


"ah.. nona Zoya terlalu merendah, saya yang seharusnya berterimakasih anak muda seperti kamu sudah mau meluangkan waktu untuk ke acara kami" ucap tuan ji.


kemudian nyonya ji datang dan ikut bersalaman dengan Zoya dan Guno


"apakah anda nyonya ji?" tanya Zoya


"iya, saya nyonya ji"


"pantas saja tuan Ji terlihat selalu bahagia ternyata ini alasannya, nyonya ji memang sangat cantik dan awet muda" ucap Zoya


"ah.. kamu nona muda, apa kamu selalu minum madu setiap kenapa kamu bisa berbicara manis sekali.." ucap nyonya ji sambil tertawa senang karena ucapan zoya


"saya ini berkata jujur nyonya, mungkin kapan kapan saya harus belajar dari anda rahasia supaya awet muda" imbuh Zoya


"iya iya.. boleh" ucap nyonya ji


'tak..tak..tak...'

__ADS_1


__ADS_2