Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
pertemanan indah


__ADS_3

"hahahaha .." seno tertawa terbahak bahak


"kamu liat temen kamu.. punya temen kaya gitu masih di jadi in boss" zoya


"sen.... elo ketawa apa nya yang lucu..." felix


"pantes aja... kalau cewek ini yang jadi mawar hitam... lihat posisimu lix..."hahaha.. seno tertawa lagi.


"lihat... elo punya temen sedeng kaya gitu.. elo pertahanin juga..." ucap zoya sambil memukul kepala felix.


"udah udah... tolong lepasin dia nona zoya..."


" gak! enak aja .. lo liat pakain gue rusak gara gara ulah kalian..." zoya


" baik nanti aku gantiin pakaian mu" seno melempar jas ke pada zoya.


"oke lah... tapi aku mau penjelasan banyak hal..."


"iya... kamu duduk dulu"


zoya pun melepaskan felix..


"lepasin gitu aja gak bisa..." zoya


"zo... jangan marah dong..." felix.


"lo pikirin pake otak... kalau elo jadi gue... apa nya yang gak bikin gue marah..." zoya marah dan teriak teriak


" iya iya... kalau kamu gak marah lagi bonus bulan ini jadi 2x lipat" seno.


"oke. deal!!!"zoya


"pikiranmu berubah begitu cepat ..." seno


"bagi aku... sekarang yang penting uang..."


"tapi sepertinya kamu bukan tipe orang yang kekurangan uang..."felix


"ya... bisa iya bisa gak..." zoya


"kalau kamu bekerja di sini kamu bakal cepet dapat uang banyak.."bujuk felix


"sory lix... kalau soal itu gak mungkin"


"kenapa?"


"ada alasannya yang aku gak bisa kasih tau kamu..."


'kamu gak tau aja aku kabur demi gak jadi pemimpin grup itu.. kalau gabung di sini aku bisa dijadiin daging cincang' pikir zoya.


"ya udah gakpapa..." seno


"zo... aku penasaran "


"penasaran apa kak?"


"kamu sebenernya siapa... dengan kemampuan seperti itu pasti kamu bukan cewek dari panti kan..."


"aku memang waktu kecil tinggal di panti itu gak salah..."


"terus semua hal itu..." seno


"gak sengaja aja bisa.." ucap zoya ringan


"apanya yang gak sengaja... mana bisa hal kaya gitu gak sengaja..." felix


"kalau gak percaya kamu kan bisa cari data aku..." ucap zoya ringan


"aku udah cari tapi data kamu gak ada..." felix


"masak ..? tunggu berarti kamu udah nyelidikin aku lama"zoya

__ADS_1


"hehehe..." felix tertawa


"ah.. bener bener kalian ini... "


"zo... dengan kemampuan mu ini kenapa kamu bisa kerja jadi pelayan di rumah ku...?"


"ya ... karena gajinya lumayan..."


"hanya karena uang?"


"ya iyalah... kamu pikir jika bukan karena uang emang karena apa.. kontrak kerja pelayan itu lumayan menggiurkan ."


"tunggu kalian nyelidikin aku dari kapan sih..."


"sebenarnya saat kamu di rumah sakit..."


"emmmm... terus yang di pabrik itu?"


"iya.. itu aku yang kirim karena penasaran dengan kamu..." seno


"oh .. juga 1 lagi adegan hot di gudang kita juga lihat .." felix


"gudang?" zoya berfikir


"kamu benaran lupa? sungguh cewek gak punya hati..."


"oh .. lukas..." ucap zoya


"iya... apa yang kamu lakukan pada dia" felix


"apa kamu mau mencobanya ... aku yakin kamu pasti menikmati nya..." ucap zoya sambil mengelus bibir felix.


felix pun bergidik ketakutan.


"mau senikmat surga pun... kalau akhirnya jadi mayat hidup ... aku tidak tertarik.." felix menjauh


"hahaha... lihat kamu menakuti dia ... felix tidak pernah takut pada apapun, tapi padamu.. bahkan pada jarimu dia bisa takut. .." seno.


"maaf kak... tapi aku tidak tertarik ... kamu tau kak aq hanya ingin hidup santai jadi orang biasa dan hidup bebas..."zoya


"tapi kehebatanmu dan kecerdasanmu itu akan sia sia jika kamu abaikan begitu saja..." felix


"lix... lebih mudah hidup menjadi orang bodoh yang tahu sedikit hal dari pada pintar dan tau banyak hal.." ucap zoya setengah melamun.


"zo... " felix menepuk bahu ZOYA


"eh.. maaf aku melamun" zoya


"sepertinya kamu punya masalah... kamu bisa cerita pada ku aku siap mendengarkan..." felix memegang tangan zoya


"sepertinya kamu udah gak takut sama aku lagi..." zoya senyum manis


"eh....." felix melepaskan tangan zoya.


"zo... kamu ini benar berbeda . .." seno.


"iya... aku rasa aku ini punya hati seperti malaikat loh..." ucap zoya


"kamu malaikat?" felix


"iya malaikat... kata orang aku ini cantik baik juga... gak rugi kamu temenan ama aku pokoknya" ucap zoya sambil memeluk felix gemas seperti anak kecil.


" kalau kamu malaikat.. iblis itu kelakuannya kaya apa...?"felix


"apa yang aku lakuin.... aku rasa itu hanya membela diri aja..."zoya


"kamu jangan deket aku... ntar aku tiba tiba mati gimana... aku kan belum nikah..."


" kamu takut sekali sama aku...hahaha.." ucap zoya mencubit pipi felix


seno yang memperhatikan meraka ber dua dari tadi mulai cemburu.. hawa dingin pun memenuhi ruangan. felix merasakan hawa itu menusuk dirinya.

__ADS_1


'aku rasa seperti ada yang ingin menelanku hidup hidup 'pikir felix.


"ehm.. zo..." felix


"kenapa?"


"sebenarnya aku mau tau racun yang kamu berikan ke lukas itu apa"


"racun..?"


"iya aku lihat di cctv itu kamu mencium dia setelah itu dia koma"


"kamu mau tahu... mau coba... hahahah" zoya


" jika itu ada penawar nya aku bisa coba" ucap felix serius...


"karena kamu sudah aku anggep teman aku bisa beritahu kamu.. tapi ..." zoya melihat sekitar.


"kalian semua pergi tinggalkan ruangan" ucap felix


"baik semua sudah pergi"


" sekarang aku mau tanya buat apa kalian tanya tentang masalah ini.." zoya. serius


"aku hanya penasaran" felix


"tidak... jika kamu bisa memberikan racun itu pada kami aku bisa memberikan bayaran berkali kali lipat.." seno


"sebenarnya aku tertarik dengan bayaran itu .. tapi maaf pada kenyataannya racun itu tidak mungkin bisa kalian gunakan.."zoya


"kenapa" seno


"kak seno racun itu hanya untuk orang yang terangsang.. kalau orang dengan kondisi normal tidak akan berguna "ucap zoya.


"kalau penawarnya.." felix


"penawarnya juga mudah.. dia harus mendapatkan racun itu ke dua kalinya" ucap zoya.


"bararti kamu bisa menyelamatkan lukas"


"tentu bisa... tapi maaf aku tidak mau mencium dia lagi .. hahaha..."


"ckckck... sungguh sial sekali lukas itu" felix


"tapi kalau kamu mau menyelamatkan dia ada cara lain kamu bisa cari tabib akupuntur tapi mungkin setelah bangun bagian bawahnya akan lumpuh..."zoya


"wah kamu sadis zo... " felix


"no . . no.. no . . aku gak sadis .. aku sudah baik tidak membunuhnya .. sudah ku bilang aku ini malaikat..."


"iya malaikat pencabut nyawa" felix.


"sekarang mana pestanya.. katanya kamu ulang tahun..atau kalian menipu aku lagi?" zoya


"nggak . hari ini memang ulang tahun gue... mari kita mulai" felix


zoya pun mulai minum dengan felix dan mereka mulai berdansa dan menyanyi.. hingga zoya mabuk berat.. seno hanya memperhatikan zoya...


"baik kalian bereskan ini semua" ucap seno


"baik tuan.."


"haisss.. mereka berdua seperti anak kecil.."


seno pun menggendong zoya kemobil membawa dia pulang kerumahnya. ..


setengah jam kemudian seno meletakkan zoya di tempat tidur.


" jangan pergi... jangan pergi lex..." zoya memegang tangan seno sambil meneteskan air mata.


"alex....baiklah.. aku tidak pergi.. siapa pun dia aku. akan merebutmu darinya"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2