
BBBRRRAAAAAKKKKK... Suara pintu di tendang.. semua melihat kearah pintu...
" berani kamu mengganggu kami!!!"felix
seorang laki laki muda datang ... dengan wajah tampan dan aura menyeramkan...
" bagus nona Zoya al-Faruq.. kamu berani tanda tangan..."
"Ra... Ra.. rawan..." Zoya gagap ternyata dia adalah tunangan Zoya
" kamu siapa?" tanya Seno
" apakah wanita itu tidak memberitahumu .. aku tunangannya..." rawan
*************
" pak ada pintu keluar lain gak disini" bisik Zoya ke pak Harto .
" ada di sana.." pak Harto menunjuk pintu samping.
**********
" benar itu zo?"tanya seno
" iya..dia itu rawan tunangan aku... jadi surat nikah itu bisa di batalin mumpung masih disini..." Zoya cengengesan...
'bisa jadi ini kesempatan aku... terimakasih tuhan....' batin Zoya optimis
"pintar kamu ya... kalau kamu macam macam kamu lupa malam ini malam apa..." bisik Seno di telinga Zoya.
Zoya.. merinding mendengar kan ucapan Seno...
" e... e.... rawan aku udah tandatangani surat ini jadi aku udah istri laki laki ini.. kamu jangan membuat masalah."
semua orang di ruangan itu hening...
" ptfffff"... felix menahan tawa..
Seno melihat felix tajam...
' bisa bisa nya wanita itu secepat itu mengubah pikiran.. dan ngomong sekonyol itu' pikir felix
"heh..." rawan memegang keningnya...
"kamu memang Zoya wanitaku..." ucap rawan...
" sekarang Zoya istriku kamu jangan coba coba mendekati dia. ." Seno memegang pinggang Zoya
"di dunia ini apapun yang aku inginkan tidak bisa di rebut orang lain..." rawan
" sudah sudah... aku laper aku pergi makan dulu ya... da da ... semuanya" Zoya berjalan dengan cepat lewat pintu samping kantor itu...
semua hening...
' situasi macam apa ini...' pikir semua orang..
" ehem... baik ingat aku akan merebut Zoya" ucap rawan pergi...
sesudah rawan dan semua anak buahnya keluar kantor itu.......
" pfffffffgggg ... hahahaha..." felix tertawa terpingkal pangkal sampai terduduk di lantai..
" diam kamu.. semua keluar" bentak Seno
" maaf maaf...aku gak bisa tahan lagi... hahaha..." felix masih tertawa
" 100x sit up.." bentak Seno.
" kamu pikir kamu guru olahraga... hahaha.." felix...
" belum berhenti juga..."
" iya.. iya .. udah udah... aku capek.." felix
" lacak dimana dia..."
felix mencari lokasi Zoya dari hp nya.
" dia ada di sekitar sini ternyata.."
" kita kesana..."
" perlu bawa orang gak..?"
"gak usah..."
mereka mencari Zoya.. ternyata Zoya sedang minum kopi di warung sederhana...
" buk gorengannya belum jadi to?" Zoya memanggil penjual kopi..
" ini neng pisang goreng dan tahu gorengnya masih panas..."
" wah ini nih.. udah aku tunggu dari tadi.."
" jarang jarang loh ada cewek cantik kaya Eneng datang minum kopi disini... biasa nya pada ke kape " cerocos penjual kopi
"masa sih buk.. itu perasaan ibuk aja... aku biasanya juga suka ngopi di warung warung tapi emang baru ini kesini.."
" emang Eneng abis dari mana?"
"abis nikah buk..."
"hahahaha... bisa aja Eneng bercanda.."
" beneran buk.. aku abis nikah.."
"masak nikah bajunya gitu..."
" iya juga sih buk.." zoya menggaruk kepalanya
__ADS_1
" tak tak tak..." suara langkah sepatu.
" ada pembeli... ibu tinggal dulu ya neng.."
"iya Bu..."
didepan warung...***
"tuan mau minum apa?" melihat Seno dan felix dari atas bawah.
"kami mencari perempuan dia memakai rok jeans dan sweater.."
" oh.. rambut nya panjang cantik ya mas?"
" iya.."
"dia di ruang belakang mas... emang mas ini siapa.."
" saya suami nya"
" em...jangan jangan mas baru nikah ya?"
" kok kamu tau?"
" Eneng tadi bilang baru nikah .. tak pikir dia bohong..."
"gak" jawab Seno sambil pergi berlalu ke tempat Zoya
Seno dan felix melihat Zoya sedang makan pisang goreng sambil mendengar musik dengan headset ..
" eeeeeeeee...." Zoya kaget pisang gorengnya di tarik Seno dari belakang..
" bagus ya..kamu makan makanan seperti ini disini..."
" kamu..." Zoya tidak bisa menjawab
" nyonya Zoya perbuatan mu tadi bisa masuk rekor sejarah" felix mengacungkan 2 jempolnya
"maaf deh..." zoya melanjutkan makan gorengan nya
" kamu ini bisa gak bersikap yang wajar.." Seno
" duduk dulu biar enak ngomong nya.." Zoya
"kamu itu wanita sekarang istriku..." seno mulai bicara
" husssss... siapa yang nyuruh kamu jadiin aku istri.. " potong Zoya
" kamu...." Seno menahan marah
seno berdiri dan menggendong Zoya seperti barang di tangAnnyA..
" lepasin..." teriak Zoya
" beneran mau q lepasin disini..,?" senyum Seno menyeringai
" kalau gitu diem..."
Seno menggendong Zoya ke mobil..
"lix kita pulang ke rumah Zoya..."
"iya sen..." felix
" tapi ayah... " ucap Zoya
"tenang aja.. dia ayah kamu kan..."
" iya sih.. tapi dia pasti marah..."
" tentu saja.." ucap Seno menggantung
sampai di grup frozz....
" selamat datang nona..." sambut pelayan..
" ayah dimana?"
"dia di ruang baca.."
" baik ayo kita kesana." ucap Seno
**di ruang baca..***
" ayah" panggil Zoya.
" kamu sudah pulang zo kamu dari mana?"
" dia baru menikah dengan Ku.." sahut Seno
" oh.. kamu bergerak cepat ya.."
"untuk mendapatkan istri ini harus cepat."
" apa kamu menyukai dia?" ayah bertanya ke Zoya..
" emmmmm... mungkin yah..."
" kalau dia berani menyakitimu.. kamu kembali kerumahnya ini .. ngerti..."
" ngerti ayah..."
" dan kamu... sekarang kamu menantuku ..tidak boleh lagi ada masalah diantara kita... kamu ngerti.."
" ngerti ayah..!" ucap Seno serius.
" sekarang kalian makan siang di sini"
"baik ayah.."
__ADS_1
setengah jam kemudian...
diruang makan..
" Zoya.. apa kamu yakin dengan ini semua" ayah
" yakin sih..." jawab Zoya mengambang
" aku tahu anak ku gak begitu suka kamu.. terus kamu gimana?"
" aku bakal mempertahankan dia..."
" heh... baiklah.. itu akan jadi urusan kalian berdua.."
" iya ayah," Seno
" tapi aku minta kamu bantu Zoya tetap mengurus perusahaan dan grup ini.."
" emmmmm.." Seno melirik Zoya
" apa kamu tidak kasih tau anak ini.. kalau 3 hari lagi aku akan menjadikan kamu pemimpin grup dan perusahaan kita.."
" emmmmm.... belum sempat ayah..."
" gak papa aku akan mendukung Zoya dalam menjalankan semuanya.."
" baik.. Kalau begitu kita makan..."
setelah makan dan istirahat di rumah itu.. sore hari nya... Seno ingin bawa Zoya pulang ke rumah besar tempat dia bekerja dulu...
" sen... haruskah kita pulang ke rumah itu.?" zoya
"kenapa?" Seno
" sepertinya akan aneh jika mereka melihat aku jadi istrimu..."
" apa kamu mau kabur lagi?"
" gak gak... bukan gitu... bisakah aku pulang kerumahku dulu aja..."
" baik..."
" beneran...?"
" bener..."
" kamu emang paling baik deh..." Zoya tersenyum memeluk Seno...
" UPS..." Zoya melepaskan pelukannya
" kenapa kamu melepaskan nya?"
" gak papa... " Zoya cemberut lagi ke inget kejadian tadi pagi...
" cemberut lagi..."
" kalau ke inget tadi... ke bahagiakan aku langsung turun 50%..."
" benarkah?"
"iya..."
" kamu inget janjimu Kan?"
" ha!!!! janji itu masih kurang?"
"aku belum puas..."
" akhhhhh" zoya mengacak ngacak rambut nya
" kamu tau kamu itu makin sexy kalau seperti ini.."bisik Seno
" jauh.. jauh..." zoya mendorong Seno...
" hehehehe.." Seno tertawa licik..
" kamu jangan macem-macem sama aku..." ancam Zoya
" kenapa?"
" a..aku bisa buat itu mu gak bisa lagi.." Zoya membuat ancaman yang asal
" hahaha... kalau kamu berani lakuin aja..."
" kamu.. kamu... akhhhhh..." Zoya kalah berdebat.."
' tuhan... aku harus gimana supaya bisa lepas dari orang ini... oh tuhan... apa aku racun i saja ya dia...' pikir Zoya.
"jangan mikir macam macam... kalau kamu berani meracuni ku... perusahaan mu akan dalam masalah lagi..."
' e... bahkan dia tau pikiran ku... udah lah aku jalani aja dulu' batin Zoya
merekapun menuju rumah kontrakan Zoya....
di depan rumah sudah ada Luna ...
" Luna... kapan kamu balik...?" ucap Zoya berlari memeluk Luna
" kamu itu yang kemana? udah 3hari aku pulang kamu baru nongol ini..."
Seno turun dari mobil...
" gebetan mu nih..."
" bukan saya suami nya..."
" he... suami...?" Luna terkejut
bersambung 🍁
__ADS_1