Mawar Hitam Milik Zoya

Mawar Hitam Milik Zoya
asisten guno


__ADS_3

"dan ini obat oles untuk pinggang nya.. saya sarankan untuk malam ini anda menghentikan dulu aktifitas itu, tapi kalau memang sangat mendesak pilihlah posisi yang aman" ucap dokter


mendengar kata-kata dari dokter, telinga Seno memerah


'ini pasti Felix yang mengatakan macam macam pada dokter ini' gerutu Seno didalam hati


"baik dok,saya akan mengikuti saran anda" ucap seno menahan amarahnya pada Felix


"baik kalau begitu saya pergi dulu, obatnya diminum, saya yakin nanti malam akan membaik" ucap dokter sambil pergi meninggalkan ruangan dan diantar sekertaris Seno


"pffffffffff.... hahaha..."Felix tertawa terbahak-bahak


"baiklah karena ini sangat lucu, bulan ini akan ku potong gajimu" ucap Seno santai


Felix langsung diam.


"hahaha.. kalau kamu berani memotong gajiku, akan aku berikan rekaman ini pada Zoya, aku yakin akan mendapatkan lebih banyak dari dia" ucap Felix tetap tertawa..


"heh, kamu yakin itu... dan seandainya jika ternyata dia marah karena hal ini bagaimana?" ucap Seno mencoba mengancam Felix


"dia marah? itu tidak mungkin.. jika dia melihat rekaman ini dia pasti akan ikut tertawa bersama ku.." ucap Felix yakin


"haiiissss... jadi sekarang kamu memihak pada dia" ucap seno


"kamu tau, dia itu sama berbahaya dan kejamnya Dengan kamu, tapi karena dia seorang wanita cantik dia pasti lebih menyeramkan dari kamu saat marah, buktinya saja kamu sampai harus mengikatnya saat menikah dengannya , coba kalau dia tidak seberbahaya itu, pasti kamu hanya akan menyeretnya.." ucap Felix mengingat kejadian bersejarah yang menggelikan itu...


"dan kamu tau sen, pernikahan kamu itu bisa masuk catatan sejarah.. menjadi pernikahan teraneh dunia" ucap Felix terus meledek Seno


"tungggg" Seno menjitak kepala Felix dengan keras.


"ah,kepalaku" felix mengelus kepalanya


"itu agar otak kamu bisa digunakan untuk mikir.." ucap Seno kesal


"iya iya bos, Felix salah mengaku salah" ucap Felix


"sekarang kamu keluar, sebelum laptop ini terbang ke muka kamu" ucap Seno


"iya bosss..." Felix langsung kabur dari ruangan itu


"zo.. zo... kamu membuat semua sumber kebahagiaan dan kelemahan ku ada pada kamu" ucap Seno sambil memandangi foto Zoya di kantornya


****************


sementara di kantor Zoya


"Hem... Guno, 2 data ini berbeda tapi gak ada 1pun yang aku kenal sebenarnya siapa orang ini" gumam Zoya


"tok..tok..tok.."


"iya masuk.." ucap Zoya sambil terus menatap file data guno


" maaf nona saya terlambat, saya Guno asisten baru anda"


Zoya langsung menatap wajah si empu yang bicara.

__ADS_1


'wajah ini, kenapa aku tidak asing .. tapi dimana?' pikir Zoya


"em, buatkan aku kopi" perintah Zoya langsung


"baik nona" ucap Guno langsung pergi menyeduh kopi..


semua karyawan perempuan langsung riyuh, membicarakan Guno dan mencoba menyapa Guno, seorang yang tampan dan berwibawa yang bekerja menjadi asisten seorang perempuan yang manis tapi sangat tegas yang mampu menaklukkan seisi kantor dalam waktu beberapa hari saja..


5 menit kemudian Guno datang membawa kopi.


"haciiiiuuu..." Zoya bersin


"anda sakit nona?" ucap Guno asisten baru zoya sambil meletakkan kopi buatannya


"tidak, mungkin agak dingin aja" sahut Zoya


"apakah perlu mencarikan dokter untuk anda?"


"tidak usah.. aku baik baik saja, mungkin perlu sedikit istirahat saja" ucap zoya


"jika memang anda capek, urasan disini biar saya saja yang handle, anda bisa istirahat dulu" ucap Guno memberikan perhatian pada Zoya.


"iya,, mungkin kamu benar juga.. em.. gun.. apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Zoya curiga


"saya rasa mungkin nona melihat orang yang mirip denganku, maklum muka pasaran.." ucap Guno bercanda


"ah, nggak.. Kamu tampan kok gun.." ucap zoya terus menyeruput kopi.


"benarkah nona?" tanya Guno


"ya... lumayan...hahahaha" canda zoya


"hahaha... kamu pinter memuji..." ucap Zoya


"ini bukan pujian, saya mengatakan yang sejujurnya, anda sangat cantik.." senyum guno


Zoya kaget, kecurigaannya meningkat..


"udahlah, kamu ngomong apa sih.. ngomong ngomong kenapa kamu memilih melamar menjadi asistenku, aku rasa kamu bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari ini?" Zoya mencoba mengetes guno


"saya rasa anda orang yang menjanjikan untuk saya, jadi saya memilih menjadi asisten anda" ucap Guno serius


"oh ya,, kamu tau darimana jika aku ini bisa menjanjikan hal yang baik untuk kamu?"tanya Zoya


"dari mata anda," jawab Guno


"oh ya..?" Zoya mendekatkan wajahnya ke guno, sampai Zoya bisa mencium wangi Guno


'wangi ini, pada siapa aku pernah menciumnya kenapa aku tidak bisa ingat' pikir zoya


"em.. apakah anda sedang menggoda saya nona?" tanya Guno


"aku pikir kamu patung, ternyata kamu tau juga arti menggoda orang" ucap Zoya


"tentu saya tau" ucap Guno

__ADS_1


"berarti kamu sadar sedang menggodaku dengan kata kata kamu?" tanya Zoya


"mana ada, tapi anda memang pantas untuk di goda" ucap Guno santai


"kamu laki laki yang sulit"


"saya rasa saya tidak lebih sulit dari anda"


"kamu tau aku bisa mengeluarkan kamu sekarang juga" ucap Zoya mulai kesal


"aku rasa akan sangat merusak nama perusahaan, jika ada karyawan yang belum 1 hari bekerja dan sudah keluar dari perusahaan" ucap Guno


'hem.. laki laki ini mulai terpancing"batin zoya


"tapi kenapa aku mau menaruh duri di dalam daging?" ucap Zoya penuh arti


"tenang saja, saya tidak akan menjadi duri yang anda maksud"


"apa kamu yakin?"


"tentu"


"baik, saya berharap kamu bisa bekerja dengan serius dan bisa setia pada perusahaan ini"


"baik nona"


"dan darimana kamu tau ini kopi kesukaan ku?"


"aku lebih tau dari siapapun tentang itu"


'apa maksud laki laki ini, dia sangat misterius aku sudah memeriksa datanya tapi aku tidak menemukan satu hal yang salah.. tapi kenapa aku merasa tidak asing dengan dia' batin Zoya


"baiklah kamu boleh pergi, kita bicarakan ini lagi nanti"


"baik nona" Guno meninggalkan ruangan Zoya.


"ini tidak benar, dia tidak menyembunyikan bahwa dia bukan orang biasa, bahkan dia berani menantangku . apakah benar jika dia memang ingin mengikutiku atau ada hal lain..ah ini membuatku pusing, apa aku harus mengatakan ini pada Seno?" ucap zoya sambil menggaruk pelipisnya


Zoya pun melanjutkan pekerjaannya di kantor,...


waktu pulang pun tiba, Zoya bergegas pergi pulang.


"ah, aku harus cepat ke sorum, tadi pagi aku menolak Seno dan berkata ingin pergi sendiri, jika aku pulang nggak bawa kendaraan bisa bahaya ini.." ucap Zoya sambil melihat jam tangan dan berjalan menuju lift .


didalam lift itu ternyata ia bertemu lagi dengan guno,


"em.. nona mau kemana?".


"mau pergi,,"


"baiklah apa perlu saya antar?"


"tidak usah"


"anda yakin"

__ADS_1


"tentu .


bersambung 🍁


__ADS_2