
"Al" Panggil Jenny yang saat itu sedang duduk di depan Aldi dengan beberapa buku di depannya. Hari itu mereka sedang di perpustakaan berdua. Sedang belajar untuk ujian nasional yang sudah di depan mata.
"Iya" Kata Aldi, kemudian menutup bukunya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi kamu jangan marah padaku" Kata Jenny yang langsung dibalas anggukan oleh Aldi.
"Baiklah, aku mencintaimu Al" Kata Jenny dengan senyum diwajahnya. Aldi menghela nafasnya kemudian menatap Jenny lekat-lekat.
"Sejak kapan?" Tanya Aldi.
"Sejak pertama kali kita bertemu" Kata Jenny. Aldi sungguh terkejut dengan pengakuan Jenny. Sepertinya sudah saatnya dia harus jujur dengan perasaannya, pikirnya.
"Hmmm, maafkan aku Jen, aku tidak bisa menerima perasaanmu Jen, aku menganggapmu sahabatku, dan tidak bisa lebih dari itu" Kata Aldi. Dia bisa melihat raut kekecewaan diwajah Jenny. Jenny terdiam beberapa saat. Dia pun memberanikan diri untuk berbicara.
"Apakah sedikitpun kamu tidak memiliki perasaan padaku Al?” Tanya Jenny dengan mata penuh harap.
Aldi pun menggeleng. Dia sungguh berat mengatakan ini. Tapi dia harus mengatakannya.
__ADS_1
"Aku mencintai wanita lain Jen, maafkan aku" Kata Aldi. Jenny sungguh terkejut dengan pengakuan Aldi. Setahunya Aldi tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain dirinya. Dia sungguh marah dan kesal. Karena dia sudah sampai memikirkan hal ini matang-matang. Dia sudah menolak banyak pria hanya demi perasaannya pada Aldi. Dia sudah membayangkan jika Aldi juga mencintainya dan berakhir hidup bahagia bersamanya nanti. Namun, faktanya ternyata tidak semulus seperti membayangkannya.
"Aku tidak suka kekalahan, siapa wanita yang berani merebut hati Aldi? aku sungguh tidak rela" batin Jenny
"Siapa wanita itu? katakan padaku?" Tanya Jenny.
"Kamu tidak perlu tahu Jen" tolak Aldi. Jenny sungguh semakin kesal. Tapi dia mencoba mengendalikan emosinya.
"Baiklah, tidak apa-apa Al. Tapi aku sungguh tidak suka dengan penolakan Al. Kamu tahu aku tidak pernah kalah sejak dulu. Dan aku tidak suka kekalahan. Lihat saja nanti, aku pasti akan mendapatkan cintamu. Dan kau tidak boleh menikah selain denganku. Aku akan melakukan hal apapun agar kau hanya berakhir denganku" Kata Jenny dengan emosi. Sungguh pikirannya sudah dipenuhi kabut amarah saat itu. Sampai sifat aslinya yang sejak dulu dia coba sembunyikan muncul juga. Dari sejak pertama bertemu Aldi, dia berpura-pura menjadi sosok yang sangat baik dan manis dengan harapan bisa memikat hati Aldi. Beruntungnya dia mempunyai otak cerdas sehingga dia bisa mendekati Aldi dengan mudah. Semua itu dia lakukan atas perintah dari bibinya Juli.
Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri. Jika Aldi menerima cintanya. Dia akan berubah menjadi lebih baik dan akan memberitahukan semua rencana bibinya pada Aldi. Namun takdir berkata lain. Aldi menolaknya. Sifat buruknya kembali lagi. Aldi sungguh terkejut dengan perkataan Jenny barusan. Aldi tidak melihat sisi Jenny yang sebelumnya. Dia bahkan meragukan jika itu adalah Jenny sahabatnya.
"Jen, apa yang kau katakan?" Kata Aldi marah. Jenny pun tersenyum dan mendekati Aldi.
"Aku mencintaimu Al. Selama aku masih hidup, Aku tidak akan membiarkanmu bersama wanita lain." Kata Jenny berbisik di telinga Aldi. Aldi mengepalkan tangannya. Sungguh dia mulai membenci Jenny saat itu juga. Dia mencoba menahan emosinya. Ternyata selama ini dia sudah tertipu dengan sikap manis Jenny. Beruntungnya dia tidak sampai jatuh cinta padanya.
Aldipun memilih pergi meninggal Jenny. Dia memilih mengabaikan semua perkataan Jenny. Dia terus mengutuk dirinya karena kebodohannya. Seharusnya dia menjauhi Jenny sejak dulu. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Dia tidak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
"Al" sebuah panggilan dari seseorang yang sangat dia kenal mengehentikan langkahnya. Dia melihat gadis itu, ingin sekali dia tersenyum. Tapi sungguh itu sangat sulit dia lakukan ketika bertemu dengan gadis itu. Dia pun memilih duduk di sebuah bangku didekatnya berdiri. dan gadis itu mengikutinya. Hatinya sungguh tidak karuan saat itu. Namun, dia tidak bisa mengutarakan perasaannya. Dia sangat tahu jika saudaranya juga mencintainya. Dan dia sudah memutuskan untuk mengalah. Tapi dia benar-benar tidak bisa menghilangkan gadis ini dari pikirannya.
"Apa benar kamu akan melanjutkan kuliah ke luar negeri?" Tanya Tiara. Aldi pun membalasnya dengan anggukan. Tiara pun tertunduk lesu. Entah mengapa tangan Aldi langsung terarah untuk memegang pipi Tiara. Dia mengangkat wajah Tiara. Menghapus cairan bening yang mulai membasahi pipinya. Ingin sekali dia memeluknya saat ini. Namun dia tahan, karena tidak ingin memberi harapan lebih pada Tiara.
Dia pun tersadar ketika sepasang mata melihatnya dengan penuh kebencian. Iya, Jenny yang sedari tadi mengikuti Aldi begitu kesal ketika melihat Aldi bersama Tiara. Bahkan terlihat jelas ada tatapan cinta di wajah Aldi. Aldi pun langsung memilih pergi meninggalkan Tiara saat itu. Dia takut jika Jenny akan melakukan hal buruk pada Tiara karena mengetahui siapa wanita yang dia cintai.
"Ohh, jadi kau mencintai Tiara, apa bagusnya wanita itu daripada diriku. Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang" Kata Jenny dengan senyum menyeringai.
***
Sejak kejadian itu, Aldi terus mendapatkan teror pesan dari Jenny. Untuk itulah dia tidak pernah berdekatan dengan Tiara. Bahka dia semakin khawatir ketika Papanya memberitahukan tentang Juli dan Jenny adalah keponakannya. Sejak saat itulah Aldi dan keluarganya memutuskan untuk benar-benar pindah ke luar negeri. Dia mengganti nomornya bahkan tidak ada satu temannya pun yang tahu keberadaanya. Kecuali Tiara karena Aldo yang keras kepala dan dibutakan cinta selalu berkirim pesan dengan Tiara. Jujur, Aldi cemburu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Dia punya cara tersendiri untuk mencintai yaitu dengan melindungi orang yang dia sayangi walaupun pada akhirnya tidak bisa memilikinya.
#Flashback Off
Apakah Jenny akan masih menjadi penganggu saat ini? kita lihat saja nanti ya?🤭
Happy reading
__ADS_1