
"Ra, besok kamu ada acara tidak?" Tanya Dimas yang saat ini sedang duduk di depan kemudi.
"Sepertinya tidak, kenapa Dim?" Tanya Tiara.
"Besok aku ingin mengajakmu ke taman hiburan" Kata Dimas, sambil melihat Tiara yang saat ini duduk disampingnya.
"Kemana?" Tanya Tiara.
"Ke Dufan" kata Dimas.
"Hmmm, boleh, tapi Tasya juga harus ikut" Kata Tiara.
"Hmmm, aku hanya ingin kita pergi berdua Ra" Kata Dimas.
"Ya sudah, kamu pergi sendiri saja, berdua dengan mobilmu ini" Kata Tiara. Dimas menghela nafasnya kemudian berpikir sejenak.
"Baiklah, tapi aku tidak mau sendirian laki-laki nanti" Kata Dimas.
"Ya sudah, ajak Aldo dan Aldi juga, Putri juga boleh" Kata Tiara.
"Astaga Ra, aku tidak mau jika Aldi ikut" Kata Dimas.
"Ya sudah jika tidak mau" Kata Tiara.
"Ra, please, apa tidak bisa jika kita berdua saja? aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu, waktu ku tinggal 2 bulan lagi Ra" Kata Dimas.
"Hmmm, maaf Dim, tapi sungguh, aku belum terbiasa berdua dengan" Kata Tiara.
"Hmmm, baiklah, mereka ikut" Kata Dimas yang membuat Tiara langsung tersenyum senang. Dimas yang melihat itu juga tersenyum kemudian mengacak rambut Tiara.
__ADS_1
"Dim, aku sekarang mau bekerja, rambutku jadi berantakan kan sekarang" Kata Tiara.
"Tidak apa-apa Ra, kamu tetap cantik kok" Kata Tiara.
"Gombal banget" Kata Tiara yang membuat Dimas tersenyum gemas.
Bahkan ketika kamu cemberut seperti itu, aku makin mencintaimu peri kecilku. Seandainya peristiwa itu tidak pernah terjadi. Mungkin kamu masih mengingatku, dan kita sudah bahagia sekarang.
***
"Aku tidak tahu perasaanmu padaku Al, Apakah kamu mencintaiku? kamu bahkan tidak pernah mengutarakannya. Bahkan sampai detik ini, kamu menelponku lagi dan lagi. Setiap malam aku melihat wajahmu seperti ini. Aku bingung harus bagaimana. Aku tidak mungkin begini terus. Tapi aku terlanjur mencintaimu. Dulu ketika kamu bersikap dingin padaku, aku tidak apa-apa untuk itu. Namun sekarang, kamu sudah begitu hangat, walaupun terkadang sikap dinginmu sering menghiasi hariku. Tapi setidaknya es yang aku coba cairi sudah sedikit mencair. Ntah kenapa sekarang, aku malah mengharapkan pengakuan cinta darimu. sungguh tidak tahu diri" batin Tiara.
"Ra, kenapa kamu diam saja" Kata Aldi, saat melihat Tiara dari layar Hp nya ketika sedang Vidio Call dengannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 tapi mereka masih betah Vidio Call sampai sekarang.
"Oya, maaf Al, tadi aku melamun" Kata Tiara.
"Melamunkan apa?" Tanya Aldi.
"Hmmm, Dimas?" tanya Aldi.
"Iya, Dimas yang mengajak, ada Aldo, Putri, dan Tasya juga" Kata Tiara.
"Hmmm, baiklah" Kata Aldi.
"Oke, Oya Aldo dimana Al?" Tanya Tiara.
"Aku tidak tahu, mungkin belum pulang" Kata Aldi.
"Dia kemana?" Tanya Tiara.
__ADS_1
"Entahlah" Kata Aldi.
"Yahhh" Kata Tiara.
"Kenapa?" Tanya Aldi.
"Aku hanya merindukannya" Kata Tiara dengan senyum diwajahnya. Tiara sengaja memanas-manaskan Aldi. Dia berharap Aldi cemburu, sehingga dia bisa tahu perasaan Aldi terhadapnya. Namun, wajah Aldi terlihat biasa saja. Tiara semakin jengkel.
"Hmmm, ya sudah, kenapa kamu tidak Vidio dengan dia saja" Kata Aldi. Tiara bingung harus berkata apa. Tapi dia juga perlu tahu perasaan Aldi padanya.
"Baiklah, bye Al, aku matikan ya" Kata Tiara.
"Hmmm" kata Aldi dan panggilan telpon pun terputus.
Aldi langsung membanting Hp nya di kasur. Dia pun langsung berlari ke ruang tamu ketika mendengar suara Aldo yang ada di bawah.
"Hallo Ra" Kata Aldo dengan senyum andalannya sambil melihat Hp nya.
Aldi yang melihat itu, langsung masuk dan membanting tubuhnya di kasur. Memejamkan matanya kemudian menghela nafas.
"Kenapa hati ku tidak karuan begini. Aldo kan hanya sahabatnya" kata Aldi.
Disisi lain, Aldo terlihat tersenyum ketika rencananya berhasil. Dia sudah merencanakan ini semua bersama Tiara dan Tasya sebelumnya.
"Dasar cowok gengsian. Padahal aku sudah mengikhlaskan Tiara untukmu Al. Jika seperti itu terus. Mungkin aku akan maju lagi" Kata Aldo kemudian membaringkan tubuhnya di sofa.
Setelah menerima Vidio Call dari Tiara. Dia langsung meminta Tiara untuk mematikannya. Dia tidak ingin berlama-lama melihat wajah Tiara. Karena beberapa hari ini dia sedang berusaha untuk mengikhlaskan Tiara dan menghapus perasaannya. Dia tahu ini tidak akan mudah. Tapi mau tidak mau dia harus melakukannya. Karena dia yakin, Tiara bukan untuknya.
-Bersambung-
__ADS_1
Maaf ya, Up nya sedikit-sedikit. Karena author sedang magang sekarang, jadi jarang bisa update. Tapi author akan usahakan untuk update setiap hari ya. Happy reading semuanya.