
"Kalian saling mengenal?"Tanya Tiara, yang langsung dibalas anggukan oleh keduanya.
"Sejak kapan?" Tanya Tiara lagi. Menatap mereka berdua bergantian.
"8 tahun yang lalu, kami sudah saling mengenal Ra" Kata Aldi.
"Baiklah tolong jelaskan aku, jika kalian saling mengenal mengapa tadi malam saat kamu melihat Dimas Al, kamu tidak menyapanya sama sekali. Kamu bahkan diam saja, begitu juga kamu Dim" Kata Tiara.
"Karena kami tidak begitu dekat Ra, aku mantan teman Aldo. Karena mereka saudara jadi aku mengenal Aldi juga" Kata Dimas.
"Ha? tidak ada yang namanya mantan teman" Kata Tiara.
"Percaya atau tidak, itulah yang terjadi" Kata Dimas. Aldi hanya melihat Dimas dengan tatapan dingin tanpa berniat untuk berbicara.
"Al, apakah benar itu?" Tanya Tiara sambil menatap Aldi karena tidak mudah untuknya percaya dengan orang yang baru dia kenal. Aldi terdiam sebentar kemudian mengangguk.
"Aku belum percaya. Aku akan meminta Aldo datang kesini" Kata Tiara. Dimas memandang Aldi berharap menghentikan Tiara. Karena dia tidak ingin bertemu dengan Aldo, dia sangat malas jika berdebat dengan Aldo lagi. Namun Aldi hanya membalas tatapannya dingin. Menurutnya itu bukan urusannya. Urusannya disini hanya dengan Tiara. Dan saat ini dia masih kesal karena kedatangan Dimas.
Tiara kemudian menelpon Aldo, dan saat panggilan tersambung.
"Hallo Do, cepat ke cafe flower. Kalau tidak, aku tidak ingin berteman denganmu lagi" Kata Tiara kemudian memutuskan panggilan telpon secara sepihak.
Selang beberapa lama, Aldo tiba dengan tergopoh-gopoh. Dia pikir ada hal yang begitu mendesak, karenaa Tiara berbicara seperti itu di telpon. Namun betapa terkejutnya dia, ketika melihat di dekat Tiara ada Aldi dan Dimas.
"Mengapa mereka bertiga berkumpul disini? ohh tidak. Feelingku sungguh tidak enak" Kata Aldo. Dia pun berniat ingin balik, namun panggilan Tiara menghentikannya. Mau tidak mau dia menoleh dan kembali melanjutkan langkahnya menuju meja Tiara. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika melihat ketiga orang yang di meja itu sedang melihatnya.
"Do" Sapa Dimas terlebih dahulu. Kemudian memeluk Aldo. Aldo sungguh tahu jika Dimas sekarang sedang berakting jika hubungan mereka baik-baik saja. 1 tahun yang lalu kamu memaki dan memarahiku Dim. pikirnya.
"Dim, kamu apa kabar?" Tanya Aldo berusaha mengikuti akting Dimas.
__ADS_1
"Aku sangat baik Do. Sudah sangat lama ya" Kata Dimas kemudian duduk kembali di samping Tiara.
"Jadi, kalian benar-benar sudah saling kenal?" Tanya Tiara.
"Iya, kami teman baik dulu. Iya kan Do?" Kata Dimas, dan dibalas anggukan oleh Aldo. Dia berusaha tersenyum. Menyembunyikan rasa canggungnya saat ini.
"Wah, dunia ini sangat sempit" Kata Tiara.
"Dim, aku pernah bilang, jika aku mencintai seorang laki-laki kan, untuk itulah aku tidak bisa menerima perjodohan ini" Kata Tiara.
"Iya aku tahu, lelaki itu Aldi kan Ra?" Kata Dimas.
"Ha? darimana kamu tahu?" Tanya Tiara.
"Hahaha, itu sudah menjadi rahasia umum Ra. Tapi walaupun begitu, aku akan tetap berusaha untuk mendapatkanmu Ra" Kata Dimas sambil menatap Tiara. Tiara bisa melihat ada ketulusan dari tatapan Dimas. Namun dia berusaha tidak memperdulikannya.
Dia menatap Aldi. Tatapan dingin itu kembali lagi.
"Hmmm, memang benar-benar kamu Dim. Kamu menyakiti dua saudara kembar sekaligus." Batin Aldo.
Aldo yang saat itu merasa suasana mulai memanas langsung bertindak.
"He, Ra. Kenapa kamu memintaku kesini?" Tanya Aldo, mencoba mengalihkan pembicaraan
"Aku hanya ingin membuktikan, apakah kamu mengenal Dimas atau tidak" kata Tiara.
"Ha? aku capek-capek kesini. Hanya untuk itu saja. Kamu tahu aku masih ada banyak kerjaan di kantor Ra" Kata Aldo.
"Heheh, maaf. Ya udah kamu kembali ke kantor sana. Dan kamu Dim, kamu pulang duluan saja" Kata Tiara.
__ADS_1
"Sialan, kamu mengusir kami?" Tanya Aldo dan Dimas serempak. Aldi hanya diam saja sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Iya, kalian sungguh pengganggu" Kata Tiara.
"Tidak, aku tidak mau. Aku sudah bilang pada papamu. untuk mengantar jemputmu setiap hari Ra" Kata Dimas.
"Nanti Tiara pulang bersamaku" Kata Aldi tiba-tiba. Tiara langsung melihat Aldi dan tersenyum padanya.
"Tidak bisa Al. Aku sudah berjanji pada papa Reza" Kata Dimas.
"Tidak apa-apa, nanti biar aku yang bilang pada papa Reza bahwa tadi kamu telat menjemputnya" Kata Aldi.
"Sialan kamu Al, kamu ingin membuat papa Reza tidak suka paadaku? Tanya Dimas.
"Tidak, aku hanya mengatakan fakta" Kata Aldi.
"Sudah-sudah. Aku pulang bersama Aldo saja. Kalian Diamlah disini. Kalian selesaikan perdebatan kalian. Ayo Do" Kata Tiara yang langsung meninggalkan mereka.
Aldo pun tersenyum. Kemudian mengikuti Tiara. Dia menjulurkan lidahnya pada keduanya. Kemudian meninggkalkan mereka.
" Sialan kamu Do. Tu kan. ini semua karena kamu Al" Kata Dimas. Namun Aldi hanya diam dan menghela nafasnya kasar.
"Kenapa susah sekali untuk berdua an denganmu Ra, padahal tadi aku ingin mengakui perasaanku. Mungkin waktunya benar-benar tidak tepat. Aku sungguh malas jika berdua dengan si Penganggu ini" Batin Aldi. Kemudian bangkit dari duduknya dan meninggalkan Dimas tanpa berbicara sepatah katapun.
Dimas mengumpat kesal pada Aldi. Ini sungguh hari yang menyebalkan. Kenapa semua orang meninggalkannya. Dia pun bangkit dan mengikuti Aldi menuju keparkiran. Dia bahkan melupakan makanan yang sudah dia pesan sebelumnya.
-Bersambung-
"Mereka sungguh aneh kan?"
__ADS_1
author