Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Kemunculan Jenny


__ADS_3

Setelah selesai menonton, Tiara tiba-tiba ingin ke kamar mandi. Dia pun meminta izin pada Aldi.


"Apa perlu aku antar Ra?" Tanya Aldi.


"Tidak perlu Al" Kata Tiara kemudian meninggalkan Aldi.


Saat akan masuk ke kamar mandi, Tiara hampir terjatuh karena seseorang yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan menabraknya. Tiara memegang bahunya yang terasa sakit. Saat ingin memarahi orang yang menabraknya. Wanita itu sudah tidak ada, bahkan terlihat berlalu meninggalkannya.


Tiara tidak memperdulikannya, lagipula bukan dia yang salah, pikirnya. Dia langsung berlari ke kamar mandi karena sudah kebelet.


Disisi lain, Aldi terlihat sedang menunggu Tiara sambil memainkan Hpnya. Dia melihat beberapa laporan yang dikirim oleh sekretarisnya hari ini.


"Al" Kata seorang wanita yang iba-tiba sudah berdiri di depannya. Aldi mendongak, dan wanita itu tersenyum padanya. Aldi begitu kaget melihat wanita yang di depannya sekarang.


"Je-jenny" kata Aldi.


"Apa kabar?" Tanya Jenny.


"A-apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Aldi kemudian berdiri. Dia begitu takut jika Jenny melihatnya bersama Tiara disini. Dia bahkan belum bisa melupakan perkataan Jenny 8 tahun yang lalu.


"Itu bukan pertanyaan pada seorang teman yang baru bertemu setelah sekian lama Al" Kata Jenny.


Aldi hanya terdiam. Dia sungguh malas berurusan dengan Jenny. Jika bisa dia akan mengusir Jenny saat ini juga.

__ADS_1


"Aku bukan temanmu lagi Jen. Pergilah" Kata Aldi.


"Haha, secepat itu kamu melupakan semua kenangan kita Al" kata Jenny.


Aldi yang saat itu melihat Tiara berjalan ke arahnya. Langsung pucat.


"Jen, aku minta tolong pergilah" Pinta Aldi. Jenny tersenyum. Dia sangat tahu jika Tiara sedang berjalan ke arah mereka. Dia pun mendekati Aldi dan memeluknya. Aldi begitu terkejut dengan apa yang Jenny lakukan padanya. Dia berusaha melepaskan pelukan Jenny padanya. Dia bisa melihat wajah Tiara yang juga sangat terkejut sekarang.


"Apa yang kamu lakukan Jen" Kata Aldi.


"Aku hanya merindukanmu" Kata Jenny. Kemudian mencium pipi Aldi.


"Jen, apa yang kamu lakukan?" Kata Aldi yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Ingin sekali dia menampar Jenny saat ini. Tapi, dia tidak akan bisa menyakiti seorang wanita. Dia pergi meninggalkan Jenny dan berlari menuju Tiara.


"Ra, ini tidak seperti yang kamu pikirkan Ra" Kata Aldi mencoba menggenggam tangan Tiara. Namun Tiara menjauhkan tangannya. Dia mencoba menahan sekuat tenaga air matanya, namun ternyata pertahanannya tidak terlalu kuat. Air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.


"Tidak Al, kamu tidak perlu menjelaskan apapun, aku bukan siapa-siapamu, kamu berhak melakukannya, hiks, aku terlalu bodoh sampai menangis seperti ini. Aku ingin pulang Al" Kata Tiara kemudian berjalan meninggalkan Aldi.


"Ra, aku mohon" Kata Aldi kemudian mengejar Tiara. Tiara terus berjalan menuju keparkiran, mengabaikan Aldi yang terus mengejar kan dan mengucapkan kata maaf.


"Buka pintunya Al" Kata Tiara. Aldi menurut, Tiara pun masuk ke mobil namun dia memilih duduk di belakang.


"Ra, tolong, ini tidak seperti yang kamu pikir" Kata Aldi yang sudah duduk di belakang kemudi. Tiara hanya diam Daan terus menangis. Bahkan Aldi terlihat frustasi sekarang, karena dia paling tidak bisa melihat perempuan menangis, apalagi orang yang dicintainya.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tidak ingin mendengarkan penjelasan Ra. Sekarang kita pulang" kata Aldi kemudian melajukan mobilnya. Tiara hanya diam saja sambil menghapus air matanya.


Disisi lain, Jenny terlihat sedang tersenyum karena rencananya berhasil.


"Haha, rasakan kamu Ra. Itu lah yang aku rasakan dulu, ketika orang-orang yang aku cintai kau rebut, mulai dari Dimas sampai Aldi pun kau rebut" Kata Jenny kemudian tertawa. Orang-orang yang melihat Jenny bahkan sampai bergidik ngeri mendengar suara tawanya.


Flashback


Hari ini Dimas mendapatkan surat cinta yang sama di bawah mejanya. Tanpa pikir panjang Dimas langsung membuang surat-surat itu. Karena Dimas yang saat itu masih di bangku SMP belum bisa melupakan cinta pertamanya. Ketika banyak wanita mendekatinya, dia selalu menolaknya mentah-mentah. Bahkan dia sering memalukan wanita itu di depan orang banyak. Termasuk yang dia lakukan pada Jenny saat ini.


Dia langsung pergi ke meja Jenny yang saat itu sedang bersedih karena surat-suratnya dibuang begitu saja oleh Dimas.


"Hey kamu, wanita culun" Kata Dimas. Jenny langsung menatap Dimas. Dia begitu terkejut karena Dimas sekarang berada di depannya. Apa Dimas menerima cintaku. pikirnya.


"Jangan mengirimiku surat lagi, kamu sadar diri dong, lihat wajahmu itu. Wanita cantik saja aku tolak beberapa kali. Apalagi kamu" Kata Dimas pada Jenny. Teman-temannya memperhatikan mereka. Bahkan menyoraki Jenny dan mengatai Jenny tidak tahu malu. Jenny hanya tertunduk menahan malu. Bahkan dia terlihat menitikkan air matanya. Dia pun berlari ke kamar mandi karena tidak sanggup lagi menahan kesedihannya. Teman-temannya menyorakinya kembali dan bertepuk tangan karena berhasil menyudutkan Jenny.


Sejak saat itulah, Jenny bertekad menjadi cantik. Dia melakukan segala perawatan bahkan melakukan operasi mata agar bisa melepaskan kaca matanya. Menjalani serangkaian program kecantikan, hingga dia seperti bidadari seperti sekarang ini. Semua teman-temannya bahkan sampai mengagumi kecantikannya, terkecuali Dimas. Dimas tetap menganggap Jenny wanita culun yang tidak menarik sama sekali. Karena perasaan Dimas memang hanya untuk peri kecilnya yaitu Tiara.


Sejak saat itu, Jenny berubah menjadi sosok ambisius dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Hingga dia bertemu dengan Aldi, perasaannya pada Dimas sudah hilang, digantikan dengan Aldi. Namun, naas, perasaannya pada Aldi juga tidak terbalaskan. Dan, kedua laki-laki yang dia cintai itu, mencintai perempuan yang sama. Dia pun bertekad untuk memberikan perhitungan pada Tiara. Dia tidak akan membiarkan Tiara mendapatkan salah satu dari mereka.


Flashback Off


Aldi terus menatap Tiara dari kaca depan mobilnya. Tiara terdiam sudah berhenti menangis dan menatap ke arah jalan. Aldi sungguh frustasi saat ini, karena dia tidak bisa melakukan apapun. Dia tidak pandai membujuk wanita sama sekali. Untuk itulah dia membiarkan Tiara seperti itu. Dia berharap setelah pikiran Tiara tenang, dia akan bisa menceritakan semuanya.

__ADS_1


-Bersambung-


Thanks for reading


__ADS_2