
Drrttt Drrtt
Hp Tiara tiba-tiba berbunyi. Dia tersenyum, karena orang yang sangat dia rindukan muncul disana. Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengangkat telpon itu.
"Ra" Kata Aldi.
"Iya Al, bagaimana keadaanmu?" Tanya Tiara.
"Sudah mendingan Ra, Terima kasih ya" Kata Aldi.
"Iya Al, ada apa kamu menelpon?" Tanya Tiara kembali.
"Aku juga tidak tahu" Kata Aldi, yang membuat Tiara langsung tersenyum.
"Kamu merindukanku Al?" Tanya Tiara. Aldi diam saja, dia bingung harus menjawab apa. Memang benar dia merindukan Tiara. Namun dia malu untuk mengakuinya.
"Hmmm, entahlah, Apakah besok kita jadi menonton Ra?" Tanya Aldi mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tentu Al. Jam berapa?" Kata Tiara.
"Jam 3 aku jemput bagaimana?" Tanya Aldi.
"Oke, apakah kita berdua saja Al?" Tanya Tiara. Aldi tersenyum kemudian mengiyakan.
"Berarti kita kencan Al?" Tanya Tiara lagi dengan senyum mengembang sempurna di wajahnya.
"Bisa dibilang begitu" Kata Aldi. Tiara menahan senyumnya. Rasanya dia ingin berteriak saat ini saking bahagianya. Namun dia tahan, karena ini sudah malam. Takut jika Mama dan Papa nya terbangun. Bahkan itu membuatnya melupakan rasa lelahnya saat ini.
"Ya sudah Ra, kamu istirahatlah, sampai besok ya" Kata Aldi kembali.
"Iya Al, kamu juga" Kata Tiara dan panggilan pun terputus.
Tiara menutup dirinya dengan bantal dan berteriak dibawah sana.
"Besok akan menjadi kencan pertamaku" Kata Tiara dengan senyum yang mengembang sempurna diwajahnya.
***
Aldi terlihat sedang memilih baju yang akan dia pakai nanti.
"Aku sungguh bingung harus menggunakan apa, ini kencan pertamaku" Katanya.
__ADS_1
Aldo yang tiba-tiba masuk, langsung bisa menebak apa yang dilakukan oleh saudara kembarnya.
"Al, kamu sedang apa?" Tanya Aldo basa-basi.
"Tidak ada, kamu keluarlah, jangan ganggu aku" Kata Aldi, denga mata yang masih sibuk mengamati baju yang ada di depannya.
"Kamu yakin tidak butuh pendapatku?" Tanya Aldo. Aldi terdiam, dia berpikir sejenak. Menurutnya itu bukan ide yang buruk, lagi pula dia membutuhkan pendapat orang lain juga.
"Baiklah, diantara ini, aku lebih cocok pakai yang mana?"Tanya Aldi.
"Hmmm, menurutku yang warna putih tidak buruk" Kata Aldo.
"Memangnya kamu mau kemana dengan Tiara?" Tanya Aldo.
"Darimana kamu tahu jika aku akan pergi dengan Tiara" Tanya Aldi. Aldo tersenyum kemudian mendekati Aldi.
"Itu terlihat jelas dari tingkahmu Al, dan kita saudara kembar. Aku pasti tahu dengan mudah untuk itu. Aku sungguh cemburu padamu. Tapi jika kamu bahagia, aku juga bahagia" Kata Aldo. Aldi hanya mengangguk tanda mengerti. Dia tidak ingin membahas ini lebih jauh. Pasti tidak akan ada akhirnya. Dia kemudian mencoba baju yang dipilih Aldo. Menurutnya itu tidak buruk.
"Baiklah, aku akan menggunakan ini" Katanya.
"Sialan, dia mengabaikan kata-kataku" Kata Aldo, kemudian pergi meninggalkan Aldi.
"Aku bingung harus menggunakan baju yang mana, semua ya terlihat sama saja, apa aku harus membeli baju lagi. Tapi, bajuku masih banyak yang bagus, kata mama kita tidak boleh membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak kita butuhkan, lagipula waktunya tidak akan cukup. Baiklah, aku akan meminta saran mama untuk ini" Katanya, kemudian mencari mama Tania, dan berteriak memanggil-manggil Mamanya. Mama Tania yang saat itu sedang menonton sinetron kesayangannya begitu kesal pada Tiara karena begitu berisik.
"Kamu menganggu mama saja Ra" Kata Mama Tania kemudian membesarkan volume TV yang dia tonton. Tiara yang merasa diabaikanpun langsung mematikan TV.
"Tiaraaaaaaaa" Teriak Mama Tania kesal.
"Hehe, Maaf Ma" Kata Tiara. Kemudian menyodorkan beberapa baju di depan Mamanya.
"Menurut mama, mana yang paling bagus untuk Tiara pakai?" Tanya Tiara.
"Kamu mengganggu Mama hanya untuk ini. Astaga. Kamu nyalakan dulu Tv itu, baru mama jawab" Kata Mama Tania. Tiarapun langsung menyalakan Tv.
"Yang putih" Kata Mama Tania.
"Terima kasih Ma" Kata Tiara kemudian berlari lagi ke kamarnya.
Mama Tania hanya menggeleng melihat tingkah Tiara.
"Dasar, dia seperti remaja yang baru jatuh cinta saja" Kata Mama Tania, kemudian melanjutkan sinetron yang sedang dia tonton.
__ADS_1
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 2.50. Aldi terlihat sudah siap di depan mobilnya.
"Ra, aku sudah di depan" Kata Aldi melalui panggilan telpon.
"Iya, tunggu sebentar Al" Kata Tiara kemudian mengambil sepatu yang akan dia gunakan.
Saat keluar, Tiara langsung terkesima melihat penampilan Aldi.
"Ohh tidak, dia begitu tampan" Batin Tiara.
Aldi yang melihat Tiara langsung tersenyum. Kemudian membukakan pintu mobil untuk Tiara. Namun sebelum Tiara masuk, Mama Tania tiba-tiba muncul.
"Tante" Kata Aldi langsung mencium tangan Mama Tania.
"Al, kalian mau kemana?" Tanya Mama Tania.
"Saya dan Tiara akan pergi menonton Tante, apakah Tiara tidak memberitahu Tante?" Tanya Aldi yang langsung dibalas gelengan oleh Mama Tania. Aldi kemudian melirik Tiara. Tiara hanya membalas tatapan Aldi dengan senyum kikuk.
"Ngomong-ngomong, Tante tidak pernah melihatmu Al, kamu apa kabar?" Tanya Mama Tania.
"Baik Tante, Tante apa kabar" Tanya Aldi.
"Tentu baik juga Al. Oya, kalian berangkatlah, Tiara terlihat sudah begitu kesal menunggu. Mama titip Tiara ya Al, ingat jangan pulang terlalu malam" Kata Mama Tania.
"Tentu Tante" Kata Aldi dengan senyum ramah. Walaupun, sebenarnya saat ini, dia menahan tangannya yang gemetar. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan Mama Tania kembali setelah sekian lama. Dan situasinya sekarang berbeda. Dulu saat bertemu dengan Mama Tania, dia belum menyadari perasaannya pada Tiara. Namun sekarang, dia merasa seperti bertemu dengan calon mertua.π
"Baiklah, hati-hati ya. Ra, kamu jangan menyusahkan Aldi" Kata Mama Tania.
"Ishh Mama, Tiara sudah besar, tidak mungkin menyusahkan orang" Rengek Tiara. Mama Tania hanya tersenyum mengejek. Tiara yang kesal langsung masuk ke mobilnya.
"Tante, Kami berangkat dulu ya" Pamit Aldi yang langsung dibalas anggukan oleh Mama Tania. Saat mobil mereka sudah tidak terlihat lagi. Mama Tania langsung mengusap air matanya yang dia coba tahan sedari tadi. Dia sungguh bersyukur karena akhirnya Tiara mendapatkan cintanya.
"Terima kasih ya Allah SWT, aku harap Tiara selalu bahagia seperti itu. Permudah dia untuk bersatu dengan orang dia cintai" Kata Mama Tania.
-Bersambung-
"Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, selama kita yakin dan terus bersabar"
(Tiara)
__ADS_1