Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Kejutan dari Aldi


__ADS_3

"Jadi, Aldi ini anakmu Je?" Tanya Papa Reza.


"Yups, mirip kan?" Kata Jackson.


"Mirip Clarisa" Kata Papa Reza.


"Dih, dia itu mirip aku, lihat gantengnya sama kan?" Kata Jackson


"Cih, tingkat PD mu tidak berkurang sama sekali" Kata Papa Reza.


"Ja-jadi Papa sudah kenal dengan Om Jackson?" Tanya Tiara mulai bersuara.


"Tentu, Siapa yang tidak kenal dengan playboy cap kakap seperti dia. Dia teman papa waktu SMP dulu." Kata Papa Reza.


"Aku sudah tobat ya, Sekarang dihatiku hanya ada istriku tercinta" Kata Papa Jackson menimpali sambil merangkul istrinya.


"Pa, malu ih" Kata Mama Clarisa yang mulai bersemi merah. Sedangkan Aldi hanya menggeleng dengan wajah masa bodoh melihat tingkah kedua orang tuanya.


"Haha, terserahlah. Ngomong-ngomong, ada acara apa kamu kemari setelah sekian lama menghilang?" Tanya Papa Reza mulai terlihat serius.

__ADS_1


"Pertanyaanmu itu, tanya kabar dulu ke" Kata Papa Jackson.


"Haha, sensitif amat kayak bocah, jika dilihat dari tampangmu, kamu pasti baik-baik saja. Buat apa bertanya panjang lebar" Kata Papa Reza.


"Hmmm, Terserahlah. Aku kesini ingin menemani anakku, katanya ada yang ingin dia sampaikan padamu" Kata Papa Jackson yang langsung memberikan kode untuk Aldi mulai berbicara.


Dengan wajah khasnya, Aldi mulai berbicara.


"Sebelumnya, saya mohon maaf karena mengganggu Om malam-malam begini. Terutama kami datang saat ada tamu tadi. Saya mohon maaf sekali lagi. Saya kesini berniat untuk menagih janji Om beberapa bulan yang lalu. Berikut bukti perusahaan saya dan peningkatannya selama beberapa bulan ini" Kata Aldi kemudian menyerahkan berkas-berkas di genggamannya.


Papa Reza membaca sekilas dan menatap tidak percaya. Dia diam sebentar kemudian melihat Aldi.


"Apa kamu sungguh-sungguh mencintai anakku" Kata Papa Reza.


Tiara yang saat ini duduk di depan Aldi. Menatap Aldi tidak percaya. Apa kah ini akhir dari penantiannya? Namun kenapa Aldi tidak memberitahukan hal ini padanya. pikirnya.


"Baiklah, jawaban aku serahkan pada Tiara. Karena dia yang menjalaninya nanti. Bagaimana Tiara?" Tanya Papa Reza.


"Astaga apa-apa an ini. Baru beberapa menit yang lalu jantungku sudah tenang dengan pertunanganku dengan Dimas. Sekarang, aku diposisikan pada pilihan lagi. Kenapa sekarang aku takut menikah ya. Bagaimana ini" Batin Tiara.

__ADS_1


"Bagaimana Ra?" Tanya Mama Tania.


Tiara berpikir sejenak. Dia menatap Aldi yang saat ini sedang menatapnya juga. Terlihat jelas dari raut wajahnya, bahwa dia sedang bimbang saat ini. Dengan satu tarikan nafas dia pun mengangguk. Aldi pun tersenyum dengan sangat manisnya.


"Terima kasih Ra" ucapnya tanpa bersuara.


"Sama-sama" Balas Tiara dengan isyarat.


"Alhamdulillah, akhirnya aku punya menantu juga" Kata Papa Jackson antusias.


"Wah, setelah ini kita akan menjadi besan Za" Tambah Jackson lagi.


"Hmmm" Kata Papa Reza sambil menatap Tiara. Sebenarnya ada perasaan tidak rela ketika dia harus melepas Tiara. Namun, dia juga harus menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.


"Aku sungguh bahagia" Kata Mama Clarisa.


"Aku juga" Kata Mama Tania.


Aldi terus menatap Tiara dengan senyuman mengembang diwajahnya. Begitu pun Tiara. Dia bahkan melupakan semua pertanyaan yang sudah disiapkannya saat bertemu Aldi.

__ADS_1


"Akhirnya, penantianku selama ini, tidak sia-sia. Terima kasih ya Allah SWT aku sangat bahagia. Terima kasih sudah mendengar doa-doaku selama ini. Aku tahu, hari ini pasti akan datang. Karena hanya engkau yang tahu kapan waktu yang tepat untuk kebahagiaanku" Kata Tiara kemudian menghapus air mata harunya saat ini.


-Bersambung-


__ADS_2