Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Flashback Dimas


__ADS_3

"Al" panggil Aldo pada Aldi yang saat ini sedang berbaring di kamarnya. Setelah Aldi melihat Tiara dengan Dimas tadi. Dia langsung masuk ke kamarnya dan menghempaskan dirinya di tempat tidur.


"Hmmm" Kata Aldi dengan mata terpejam.


"Kau tahu kan tadi siapa" Kata Aldo. Namun Aldi hanya diam saja. Dia sungguh tahu jika itu Dimas. Salah satu teman Aldo bermain futsal, namun berbeda sekolah dengnnya. Dimas dulu pernah ke rumah Aldo dan mengatakan ketertarikaannya pada Tiara.


#Flashback


"Hey Do, kamu pulang sama siapa?" Tanya Dimas.


"Bang Aldi lah, tapi kenapa dia tidak muncul-muncul ya" Kata Aldo.


"Ya sudah, yuk sama aku saja. Sekalian aku mau pinjam buku biologimu" kata Dimas.


"Buat apa Dim" Tanya Aldo.


"Ya buat dibaca lah. Namanya juga buku" Kata Dimas.


"Ya elah. Itu mah aku tahu. Ya udah yuk. Aku malas debat sama kamu" Kata Aldo. Dimas pun langsung bersorak ria dihatinya.


"Sebenarnya aku penasaran dengan Tiara yang sering kamu ceritakan itu, dia bahkan bisa mengambil hati dua saudara kembar sekaligus, aku harap hari ini aku bertemu dengannya untuk mengobati rasa penasaranku" batin Dimas. Mereka pun pergi ke rumah Aldo menggunakan mobil Dimas.


Sesampainya di rumah Aldo. Aldo langsung meminta Dimas masuk. Dimas melihat rumah yang berada tepat di depan rumah Aldo. Aldo pernah bilang jika Tiara tinggal disana. Namun rumah tersebut terlihat begitu sepi. Sehingga dia menghela nafas kecewa. Karena kesempatannya untuk melihat Tiara kali ini gagal. Dia pun masuk mengikuti Aldo dari belakang.


"Do, rumah Tiara yang bercat biru itu kan" Tanya Dimas.


"Iya, kenapa? jangan macam-macam" Kata Aldo.


"Macam-macam bagaimana? aku hanya bertanya. Karena aku sangat penasaran dengannya"Kata Dimas.


"Iya itu rumahnya. Jika kamu ingin bertemu dengannya. Sebentar lagi dia pasti pulang. Biasanya dia pergi ke toko buku jam segini" Kata Aldo. Dimas pun hanya mengangguk ria, arti mengerti.

__ADS_1


Aldo kemudian mengajak Dimas ke kamarnya. Disana dia langsung disuguhkan dengan beberapa foto Aldo dan Aldi. Dan juga ada foto Aldo bersama dengan seorang perempuan.


"Do, apakah itu Tiara?" Tanya Dimas pada Aldo yang saat itu sedang mencari buku biologi yang akan dipinjam Dimas.


"Iya, cantik kan?" Kata Aldo. Dimas hanya mengangguk. Dia terus mengamati foto tersebut baik-baik. Dia seperti tidak asing dengan Tiara. Sepertinya dia pernah bertemu. Tapi dia lupa dimana. Selang beberapa lama, dia teringat pada satu foto. Dia mengambil Hp nya dan membuka galerinya.


"Al, apakah ini Tiara saat masih kecil?" Tanya Dimas pada Aldo sambil menyodorkan Hp nya. Aldi pun mengangguk. Kaki Dimas langsung lemas. Kenangan masa kecil nya muncul seketika.


"Dim, kamu kenapa?" Tanya Aldo.


"Do, Tiara adalah orang yang aku cari selama, dia gadis yang menolongku saat ingin diculik dulu" Kata Dimas.


"Ha? serius? wah dunia ini sangat sempit" Kata Aldo. Dimas hanya mengangguk.


"Dia begitu cantik sekarang Do, aku sungguh hampir tidak mengenalinya. Dulu rumah kami hanya berbeda kompleks. Papa kami bersahabat baik. Dia sering bermain ke rumahku bersama kedua orang tuanya. Dia sungguh imut saat itu. Kami sering menghabiskan hari bersama. Namun naas suatu ketika, ada orang jahat yang ingin menculikku. Dia musuh papaku. Rara membantuku, Dia terus teriak, hingga kedua orang tuaku dan beberapa tetanggaku keluar. Penculik itu langsung mendorong kami sehingga membuat kami terjatuh. Kepala Rara langsung terbentur di batu dan menyebabkan kepalanya berdarah. Aku juga saat itu langsung tidak sadarkan diri karena syok dengan kejadian itu. Sejak saat itu, aku tidak pernah melihat dia lagi. Kata Papaku, Rara pindah rumah. Tapi aku yakin, alasan papaku tidak memberitahukan keberadaan Rara, pasti karena merasa bersalah dengan kejadian itu. Sehingga dia terkesan menjauhkan Aku dari Rara. Aku mencoba mencari Rara dengan caraku. Tapi aku tidak bisa menemukannya. Dan ternyata dia pindah kesini Do. Aku sungguh bersyukur bisa menemukannya sekarang" Kata Dimas sambil mengusap air matanya. Karena akhirnya dia menemukan peri kecilnya. Rara adalah panggilan kecil Tiara dari Dimas.


"Akhirnya aku menemukanmu peri kecilku" batin Dimas.


"Setelah kamu tahu Tiara adalah gadis itu, apakah kamu ingin menikahinya?" Tanya Aldo pada Dimas. Dimas langsung tertawa. Karena dia tahu bahwa Aldo juga menyukai Tiara.


"Aku tidak tahu Do. Setelah aku tahu dia tumbuh menjadi wanita secantik itu dan sehebat seperti yang sering kamu bicarakan. Aku merasa tidak pantes mendekatinya. Dia bahkan mencintai Aldi bukan? seperti yang kau katakan" Kata Dimas. Dia mulai membayangkan bagaimana dia akan bertarung untuk merebutkan Tiara dengan Aldi dan Aldo.


"Tapi sepertinya seru jika kita bertarung mendapatkan Tiara" Kata Dimas lagi.


"Jangan macam-macam kamu Dim" Kata Aldo menatap Dimas kesal. Dimas hanya tersenyum menatap Aldo, Kemudian bangkit dari duduknya.


"Do, maafkan aku. Aku harus mengejar cinta pertamaku. Tapi aku tidak akan bergerak sekarang. Aku akan memberikan kamu kesempatan untuk mendekati Tiara. Aku punya caraku sendiri untuk mendapatkannya nanti. Aku belum siap untuk mendekatinya sekarang. Aku belum punya apa-apa yang aku bisa banggakan di hadapannya. Aku akan datang nanti setelah aku sukses. Jika sebelum aku sukses Tiara sudah memilih diantara kalian berdua. Maka aku akan mundur. Namun jika sebaliknya, kamu tau yang akan aku lakukan. Aku lihat Aldi juga sering mengacuhkan Tiara kan. Sepertinya sainganku hanya kamu saja" Kata Dimas dengan nada meremehkan, kemudian tertawa.


"Sialan kamu. Aku yakin bisa mendapatkan cinta Tiara. Dan aku harap kamu akan menyesal telah mengatakan ini" Kata Aldo. Dimas menggeleng kemudian memegang bahu Aldo.


"Jodoh tidak ada yang tahu Do. Aku pulang dulu ya. Good Luck bro, jangan sia-siakan kesempatan mu. BTW terima kasih bukunya" Kata Dimas kemudian berpamitan pulang, dan mengambil buku biologi yang sudah Aldo taruh di mejanya.

__ADS_1


"Sama-sama, kamu tahu jalan pulang kan?" Tanya Aldo.


"Tentu, aku pasti tahu nanti. Aku harus menghafalkan jalan ini mulai sekarang. Masak jalan rumah calon istri, aku tidak tahu" Kata Dimas.


"Sialan Lo, pulang sana" Kata Aldo, yang langsung dibalas gelak tawa oleh Dimas.


"Maafkan aku Do, kali ini aku harus mengejar cintaku" batin Dimas.


"Besok aku antarkan buku ini ke sekolahmu ya" Kata Dimas yang langsung dibalas anggukan oleh Aldo.


Saat di depan, Dimas berpapasan dengan Tiara yang saat itu tengah masuk ke rumahnya. Tiara tersenyum ramah pada Dimas yang langsung dibalas senyuman oleh Dimas, dan kemudian masuk ke rumahnya.


"Rupanya kau tidak mengenaliku peri kecil. Tunggu aku, okey" kata Dimas kemudian melajukan mobilnya untuk pulang.


Flashback Off


"Al, bagaimana jika Dimas memenuhi kata-katanya dulu" kata Aldo.


"Kata-kata yang mana?" Tanya Aldi kemudian duduk menatap Aldo.


"Dia dulu pernah bilang padaku, jika dia sukses nanti dia akan kembali untuk menemui Tiara dan menjadikannya istrinya, dan sekarang kamu lihat sendiri. Dia beran-benar mewujudkannya. Dan aku juga tidak sangka, jika dia anak dan Sahabat om Reza yang akan dijodohkan dengan Tiara" Kata Aldo. Aldi sungguh pusing saat ini. Dia memijat dahinya. Baru tadi siang dia begitu bahagia, dan sekarang dia malah menemukan fakta yang membuat hatinya hancur.


"Ra, aku harap kamu tidak menerima perjodohan itu" batin Aldi.


-Bersambung-


"Mengapa untuk bersamamu harus sesulit ini"


(Aldi)


Hope you like this story guys

__ADS_1


__ADS_2