
"Pagi Ra" Kata Dimas yang sudah ada di meja makan.
Tiara yang baru turun dan akan berangkat kerja begitu kaget melihat Dimas disana bersama kedua orang tuanya.
"Pagi, kamu ngapain disini?" Kata Tiara menatap Dimas malas
"Ra, tidak boleh seperti itu, duduklah dulu dan sarapan. Dimas pagi-pagi kesini ingin menjemputmu dan mengantarmu ke rumah sakit" kata Papa Reza.
"Tiara punya mobilmu Pa, Tiara bisa ke rumah sakit sendiri" tolak Tiara.
"Tidak Ra, mulai sekarang Dimas yang akan mengantar dan menjemputmu, sesuai permintaan Papa Anton juga agar kalian lebih dekat, ya kan Nak Dimas" Kata Papa Reza yang langsung dibalas anggukan oleh Dimas.
Tiara langsung menatap Dimas kesal. Namun Dimas hanya tersenyum melihat Tiara, yang membuat Tiara semakin Jengkel.
"Aku berangkat Pa Ma" Kata Tiara yang telah selesai sarapan kemudian mencium pipi kedua orang tuanya bergantian dan meninggalkan Dimas yang juga sedang berpamitan kepada kedua orang tuanya.
" Ra tunggu" Kata Dimas yang membuat Tiara berhenti seketika. Namun Tiara berhenti bukan karena Dimas, namun karena Aldi yang sedang berdiri di dekat mobilnya sambil melihatnya dari kejauhan. Tiara pun melambaikan tangannya pada Aldi dan tersenyum. Aldi yang melihat itu langsung tersenyum dan mengangguk pada Tiara.
"Hati-hati" ucap Aldi dari kejauhan.
"Kamu juga" Kata Tiara.
"Ayo Ra, sudah telat ini" kata Dimas kemudian menarik tangan menuju mobilnya. Tiara langsung menepisnya dan memandang Dimas kesal.
"Iya-iya maaf, ayo" Kata Dimas dengan senyum di wajahnya.
Tiarapun langsung masuk ke mobil dengan perasaan kesal. Dia terus mengumpati Dimas dalam hati. Dia sungguh tidak suka pada Dimas. Bahkan tadi dia bisa melihat kekecewaan Aldi padanya.
"Ra" kata Dimas memecah keheningan di mobil saat itu.
"Hmm" ucap Tiara.
"Kamu marah padaku?" Tanya Dimas. Tiara tidak merespon sama sekali. Dia memalingkan wajahnya keluar jendela.
"Sudah tahu nanyak" batin Tiara.
"Maafkan aku Ra, aku hanya cemburu tadi. Itu senyum milikku saat kecil dulu" Kata Dimas. Tiara langsung menoleh dan manatap Dimas.
__ADS_1
"Maksudmu apa?" Tanya Tiara. Dimas tersenyum dan menatap Tiara sebentar.
"Tidak ada, lupakanlah. Belum saatnya kamu tahu" Kata Dimas. Tiara langsung menggerutu kesal.
"Tidak jelas" Kata Tiara kemudian kembali lagi melihat jendela. Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Tiara. Menurutnya Tiara sangat lucu dan menggemaskan.
"Maafkan Aku Rara, aku akan memberitahukanmu nanti. Sekarang belum saatnya." Batin Dimas.
***
Aldo terlihat sedang menyelesaikan pekerjaannya. Dia terlihat terus menatap jam dinding. Bahkan disaat ada rapat pun dia tampak mempercepat rapat karena pikirannya entah kemana. Dia benar-benar tidak fokus hari ini. Bayangan Tiara dijemput oleh Dimas tadi pagi benar-benar mengganggunya. Saat semua pekerjaannya selesai. Dia pun langsung bergegas keparkiran dan menyalakan mobilnya.
"Entah kenapa hatiku begitu tidak tenang hari ini. Setidaknya aku harus bertemu dengannya dan meminta penjelasannya." Kata Aldi kemudian melajukan mobilnya.
Belum beberapa meter dia menghentikan mobilnya. "Tapi aku ini siapa sampai harus meminta penjelasan padanya?" Pikirnya lagi.
"Ahhh, masa bodohlah, aku hanya ingin bertemu dengannya" Kata Aldi kemudian melajukan mobilnya kembali.
Aldi melajukan mobilnya begitu cepat. Dia takut jika Dimas tiba lebih dulu darinya. Sesampainya di rumah sakit dia langsung menunggu Tiara di depan. Dia terlihat mengambil Hpnya dan mengetik sesuatu disana.
Selang beberapa lama Tiara tampak turun dengan senyum diwajahnya. Dia bahkan terlihat sesekali menyapa pada pegawai di rumah sakit. Hal yang begitu langka untuk seorang Tiara.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Aldi yang langsung dibalas anggukan oleh Tiara. Aldi langsung mengajak Tiara untuk pergi dari sana. Dia memegang tangan Tiara dan menuntunnya ke parkiran. Tiara terus tersenyum seiring dengan langkahnya mengikuti langkah Aldi.
"Tanganmu kenapa dingin sekali Ra?" Tanya Aldi saat sudah sampai di depan mobil.
"Aku tidak tahu" Kata Tiara kemudian melepaskan tangannya pada Aldi dan masuk ke mobil. Aldi hanya tersenyum karena mengerti arti dari itu semua. Dia pun langsung masuk dan duduk di tempat kemudi.
"Ra, kita cari makan dulu ya" Kata Aldi, yang dibalas anggukan oleh Tiara. Tiara masih tidak percaya dengan semua ini. Apa ini yang dinamakan keajaiban. Pikirnya. Dia tidak pernah menyangka jika Aldi si manusia es bisa dia luluhkan saat ini. Bahkan dia sungguh manis sekarang. Rasanya dia tidak ingin jika momen-momen bersama Aldi ini cepat berlalu. Sepanjang perjalananpun. Aldi bisa melihat jika Tiara terus memandangnya. Dia pun menggenggam tangan Tiara dan tersenyum padanya, dengan satu tangan berada di kemudi.
"Kita mau ke mana Al?" Tanya Tiara.
"Ke Cafe Flower" Kata Aldi.
Sesampainya di Cafe Flower Aldi langsung turun dan diikuti Tiara. Aldi mendekati Tiara dan menggenggam tangannya. Tiara hanya tersenyum dengan sikap Aldi. Sungguh dia masih belum terbiasa dengan sikap Aldi yang seperti ini. Bahkan sekarang dia menarik kursi untuknya.
Drrttt Drrtt
__ADS_1
Hp Tiara tiba-tiba berbunyi.
Namun saat melihat nama yang muncul di home screen ya. Dia langsung menekan tombol reject. Hp Tiara berbunyi lagi. Tiara menolak lagi. Begitu terus sampai yang kelima kalinya. Tiara mengumpat kesal dihatinya.
"Ada apa?" Kata Tiara.
"Kamu dimana Ra?" Tanya Dimas dari seberang telpon.
"Di cafe flower" Kata Tiara.
"Dengan siapa?" kata Dimas.
"Aldi" Kata Tiara. Dimas menarik nafas berat dari seberang telpon. Dia pun langsung memutuskan panggilan telpon. Tiara mengumpat kesal karena Dimas mematikan telpon secara sepihak.
"Siapa Ra" Tanya Aldi yang baru selesai memesan makanan.
"Dimas" Kata Tiara yang membuat Aldi mengangguk ria. Apa dia tidak cemburu. pikir Tiara.
Beberapa saat kemudian, Dimas tiba-tiba muncul di depan mereka yang saat ini tengah menikmati makanannya.
"Dim" Kata Tiara yang saat ini sudah duduk di dekat Tiara.
"Aku sudah bilang padamu bahwa aku akan menjemputmu Ra. Kenapa kamu malah pulang bersama Aldi tanpa mengabariku terlebih dahulu. Kamu tidak tahu betapa khawatirnya aku" Kata Dimas menatap Tiara. Tiara tertegun dengan ucapan Dimas.
"Aku tidak pernah memintamu menjemputku" Kata Tiara kemudian kembali menikmati makannya.
"Tapi, papamu sudah mempercayakanku untuk melakukan itu semua" Kata Dimas.
"Kenapa kamu tidak menikah sama papaku saja sana. Kamu berjanji pada papaku kan bukan aku" Kata Tiara yang sudah meletakkan sendok ya. Sungguh dia sudah tidak berselera lagi.
"Hmmm" Aldi berdehem karena merasa diabaikan disana. Dimas menatap Aldi dan tersenyum kepadanya. Dia berusaha menahan kekesalannya sekarang. Bahkan Aldi pun begitu. Mereka bertatapan lama seiring dengan kemarahan yang mereka pendam masing-masing.
"Apa kabar Al" Kata Dimas, yang membuat Tiara langsung melihat Dimas.
"Kalian saling kenal?" Kata Tiara, yang langsung dibalas anggukan oleh keduanya.
-Bersambung-
__ADS_1
Kira-kira apakah pendapat Tiara setelah tahu Aldi dan Dimas ternyata saling mengenal?
Jangan lupa komen di bawah ya🤗