
Mobil Aldi berhasil melewati mobil yang ditumpangi Jenny. Dia pun langsung mengerem mendadak sehingga membuat mobil Jenny juga berhenti tiba-tiba.
Aldi langsung turun dari mobilnya dengan membawa pistol ditangannya diikuti Dimas dibelakangnya.
"Sejak kapan dia bisa menggunakan senjata itu" pikir Dimas.
"Turun kalian, atau aku tembak kepala kalian satu-satu" Kata Aldi.
Jenny pun langsung turun dan tersenyum pada Aldi.
"Jangan senyum-senyum, wajahmu itu membuatku ingin muntah, serahkan Tiara cepat. Aku tahu kamu yang menculiknya" Kata Aldi.
"Haha, untuk apa aku menculiknya? sungguh tidak ada kerjaan. Dari pada repot-repot mencari wanita jalang itu, kenapa kamu tidak bersamaku saja. Kita habiskan malam berdua" Kata Jenny sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Aku peringatkan sekali lagi, jika kamu tidak menyerahkan Tiara sekarang, aku pastikan peluru ini akan menembus kepalamu" Kata Aldi.
"Memang kamu punya bukti jika aku yang menculik si jalang itu?" Kata Jenny.
"Tentu saja, CCTV di mall menjadi bukti kuat kau pelakunya" Kata Aldi.
"Sial" Kata Jenny kemudian berniat masuk ke mobilnya namun di cekal Aldi.
"Bunuh dia" Kata Jenny pada beberapa orang suruhannya. Dengan sigap Aldi langsung menembaki semua laki-laki itu secepat kilat yang membuat Jenny dan Dimas melongo dibuatnya.
Wajah Jenny langsung memucat karena takut. Dia mundur berniat untuk kabur. Namun dengan sigap Aldi mencekal tangannya.
"A-aku sungguh tidak tahu dimana Tiara" Kata Jenny dengan wajah memucat.
"Sekali lagi kamu mengelak, aku tidak segan-segan menancapkan peluru ini dikepalamu" Kata Aldi.
__ADS_1
"Ba-baiklah, orang suruhanku membawanya ke rumah kosong di jl anggrek" Kata Jenny.
"Jika terjadi sesuatu dengan Tiara, aku tidak segan-segan untuk mebunuhmu" Kata Aldi kemudian bergegas pergi meninggalkan Jenny yang sudah tersungkur lemas di jalan.
"Aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini, lalu bagaimana dengan mereka?" Kata Jenny sambil melihat jasad orang-orang suruhannya yang sudah tergeletak penuh darah.
"Haaaaaaaa" Teriaknya frustasi.
***
Tiara terihat meringkuk di lantai dengan tangan dan kaki yang terikat.
"Lepaskan aku" Teriak Tiara.
"Diam, aku tidak segan-segan untuk merobek mulutmu jika kau tidak diam" Kata Ketua geng.
"Bos, bagaimana ini, katanya teman-teman kita sudah tertembak mati, dan si nenek sihir itu menghilang" Kata anak buahnya.
"Siap bos" Kata anak buahnya kemudian menyeret Tiara ke mobil. Namun belum sempat mereka keluar, suara pintu jatuh mengalihkan fokus mereka.
"Lepaskan Tiara, jika tidak aku akan membunuh kalian semua" Kata Aldi dengan wajah yang sudah acak-acakan.
Dengan sigap ketua geng tersebut memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Aldi. Aldi pun dengan sigap menyimpan pistolnya dan bertarung dengan mereka semua.
Tiara terlihat begitu terkesima melihat Aldi.
"Ini tidak seperti Aldi yang aku kenal, kapan dia belajar bertarung" Pikir Tiara.
Dimaspun langsung berlari untuk membantu Aldi. Aldi menghajar dan membanting musuh dengan mudah. Dimas pun dengan segala kekuatannya berusaha membantu Aldi dengan tongkat yang ada di genggamanannya.
__ADS_1
"Aaaa" Teriak Tiara saat seseorang menarik lehernya.
Aldi langsung melihat Tiara, kemudian mengeluarkan pistol di sakunya. Menembaki semua musuh dengan sekali hentakan. Sisa satu orang yang sekarang memegang leher Tiara.
"Jika kamu mendekat. Aku akan membunuhnya" Kata nya.
Aldi terdiam, berpikir sejenak kemudian tersenyum dingin menatap laki-laki itu.
"Baiklah, jika kamu membunuhnya maka setelah ini aku pastikan kamu sampai tujuh turunan akan merasakan akibatnya" Kata Aldi.
"Ji-jika aku melepaskannya, apa kamu melepaskanku?" Kata laki-laki itu.
"Tentu" Kata Aldi.
"Baiklah" Kata lelaki itu kemudian melepaskan Tiara dan mendorongnya menjauh.
Aldi langsung menangkap Tiara dan menariknya ke dalam pelukannya. Tiara menangis sesegukan di pelukan Aldi.
"Dim, ikat tangannya" Kata Aldi.
Dimas pun langsung mengikat tangan lelaki itu.
"Bu-bukannya tadi kamu bilang akan melepaskanku" Katanya.
"Iya, memang aku akan melepaskanmu, tapi dengan cara seperti ini" Kata Aldi kemudian berlalu meninggalkannya sendiri disana dengan kaki dan tangan terikat.
Tiara terus menangis di dalam pelukan Aldi sampai mereka masuk ke dalam mobil. Dimas yang saat itu bersama mereka hanya terdiam menatap tidak percaya pada Aldi.
"Aku tidak percaya dia mempunyai karakter seperti itu dalam dirinya" Batin Dimas.
__ADS_1
-Bersambung-