Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Bertemu teman masa kecil


__ADS_3

"Ma, jelaskan padaku, apa maksud dari perkataan papa tadi" Kata Tiara.


"Yang mana sayang?" Tanya Mama Tania.


"Kata Papa, aku dan Dimas berteman sejak kecil, tapi kenapa aku merasa baru mengenal Dimas pertama kali saat makan malam itu" Kata Tiara.


"Hmmm, itu karena" Mama Tania berhenti sejenak mencoba berpikir. Mungkin ini saat nya Tiara mengingat masa kecilnya.


"Karena apa Ma?" Tanya Tiara.


Mama Tania menarik nafas sebentar dan menghembuskan ya pelan, kemudian menceritakan semua tentang kisah masa kecil Tiara.


"Auu" Teriak Tiara saat sekelabat kenangan masa kecilnya muncul. Dia memegang kepalanya. 2 orang anak kecil sedang tertawa disana muncul dikepalanya.


"Ra, kamu baik-baik saja?" Tanya Mama Tania mulai khawatir. Namun Tiara tetap memegang kepalanya. Bahkan terlihat begitu sakit seiring dengan kenangan masa kecil nya muncul.


"Pa, tolong" Teriak Mama Tania. Papa Reza yang saat itu mendengar teriakan Tania langsung berlari menuju kamar anaknya, begitu juga dengan Aldi yang saat itu masih berbicara dengan Papa Reza.


"Ma, Tiara kenapa?" Tanya Papa Reza panik.


"Maafkan aku Pa, aku menceritakan masa kecilnya" Kata Mama Tania.


"Kenapa kamu menceritakannya Ma?" Kata Papa Reza.

__ADS_1


"Om Tante, sekarang bukan saatnya berdebat, ayo kita bawa Tiara ke rumah sakit" Kata Aldi yang juga terlihat sangat panik.


"Tidak perlu Al, aku baik-baik saja, aku hanya perlu istirahat" Kata Tiara sambil memegang kepalanya.


"Kamu yakin Ra?" Tanya Aldi.


"Iya Al" Kata Tiara, dan Aldi pun kemudian membawa Tiara ke ke kasurnya dan membaringkannya disana.


"Istirahatlah Ra" Kata Aldi. Tiara pun terpejam mencoba menahan sakit dikepalanya. Berharap setelah bangun semua ini hanya mimpi. Semua kenangan yang muncul tadi juga hanya akan menjadi mimpi.


"Pulanglah, dan terima kasih" kata Papa Reza pada Aldi.


"Baik Om, saya permisi" Kata Aldi dengan wajah lemah. Dia masih mengkhwatirkan Tiara. Namun dia tidak bisa berbuat apapun.


"Tunggu aku Ra, aku akan berusah mewujudkan keinginan papa, setelah itu aku akan melamarmu" Batin di.


Tiara terbangun ketika kenangan masa kecilnya muncul kembali di dalam mimpinya. Seorang anak gadis yang sedang menyatakan cinta pada anak laki-laki membuatnya tidak henti-hentinya tersenyum.


"Apa karena itu, Dimas mempertahankan perjodohan kami" kata Tiara. Dia pun mengambil HP nya dan menelpon seseorang.


"Ayo bertemu di cafe flower" kata Tiara. Setelah mendengar jawaban dari seseorang di seberang telpon, dia langsung bangun dan bersiap-siap.


Beberapa menit kemudia, Tiara terlihat turun dengan dress warna abu-abu dan rambut tergerai sempurna.

__ADS_1


"Ra, kamu mau kemana? kamu masih sakit sayang" kata Mama Tania.


"Tiara tidak apa-apa Ma, lihat ini" kata Tiara sambil berjingkrak.


"Lalu kamu mau kemana?" tanya Mama Tania.


"Aku ingin bertemu teman masa kecilku Ma" kata Tiara.


"Kamu sudah mengingatnya?" Tanya Mama Tania. Tiara pun mengangguk dan tersenyum.


"Syukurlah, jadi kamu menerima perjodohan ini?" Tanya Papa Reza yang tiba-tiba muncul dari dapur.


"Pa" Panggil MaMa Tania untuk memberikan kode.


"Maaf Pa, Tiara sudah bilang, Tiara mencintai Aldi" Kata Tiara.


"Kita lihat saja nanti" Kata Papa Reza dengan senyum diwajahnya yang tidak bisa diartikan.


"Ma, Tiara berangkat ya. Pa" Kata Tiara kemudian mencium tangan kedua orang tuanya.


Saat akan mengambil mobilnya dia tidak sengaja melihat Aldi yang juga keluar buru-buru.


"Al"Panggil Tiara. Namun Aldi tidak mendengarnya. Aldi terlihat masuk ke mobilnya dengan wajah cemas, setelah beberapa saat mobil Aldi melaju dengan cepat.

__ADS_1


"Al, kamu kenapa?" Tanya Tiara dengan suara lemah. Namun dia berpikir, mungkin akan lebih baik menanyakannya nanti saja. Sekarang dia punya janji, jadi dia pun masuk ke mobilnya dan berangkat ke tempat tujuan.


-Bersambung-


__ADS_2