
"Tante tahu Tasya?" Tanya Tiara. Mama Nadin langsung mengangguk.
"Tasya anak dari sahabat Tante" Kata Mama Nadin.
"Owh benarkan, dunia ternyata sesempit ini ya" Kata Tiara. yang langsung dibalas anggukan oleh semua orang.
"Tante apa kabar?" Tanya Tasya kemudian mencium tangan Mama Nadin.
"Baik Ca, Mama mu bagaimana?" Tanya Mama Nadin.
"Baik Tante, masih sibuk dengan butiknya" Kata Tasya.
"Haha, kalau tidak sok sibuk bukan Mama mu namanya Ca" Kata Mama Nadin.
"Hehe, Iya Tante" Kata Tasya.
"Iya sudah, Ayo masuk Ca Ra" Kata Mama Nadin. Mereka pun masuk ke dalam mengikuti Mama Nadin menuju ruang makan.
Mama Nadin adalah sahabat Mama Sari yang merupakan Mama dari Tasya. Mereka bersahabat dari SMA, namun karena kesibukan masing-masing mereka jarang sekali bertemu.
***
Aldi terlihat sibuk dengan Hp nya. Berulang kali dia mengetik pesan disana. Namun dia terus menghapusnya kembali.
"Aduh, kenapa susah sekali" Kata Aldi kemudian membanting Hp nya di kasur. Dia pun merebahkan dirinya disana.
"Hmmm, ini yang membuatku tidak ingin jatuh cinta" Kata Aldi.
"Apa aku tanya Aldo saja, Tapi aku tidak yakin dia sudah tidak mempunyai perasaan pada Tiara lagi" Kata Aldi kemudian memejamkan matanya.
Drrttt
Sebuah pesan masuk di HPnya. Dia pun langsung bangun dan membukanya. Dia langsung tersenyum ketika nama Tiara yang muncul disana.
"Al, apa kamu sudah tidur?" Tiara.
Tanpa menunggu lama. Aldi langsung menelpon Tiara.
"Hallo Ra" Kata Aldi.
__ADS_1
"Hallo, Tahu tidak Al?" Kata Tiara terdengar antusias.
"Hmmm" Kata Aldi.
"Tahu atau Tidak Al?" Kata Tiara.
"Tidak, kamu belum menceritakanku kan Ra" Kata Aldi.
"Hehe, Tasya ternyata mengenal Tante Nadin" Kata Tiara.
"Tante Nadin?" Tanya Aldi.
"Iya, Mama nya Dimas" Kata Tiara. Yang langsung membuat raut wajah Aldi berubah.
"Hmmm" Kata Aldi.
"Hmmm Hmmm terus, dasar manusia es" Kata Tiara.
"Apa sih Ra, Tante Nadin kenapa?" Tanya Aldi.
"Ternyata dia mengenal Tasya, dan dia besahabat dengan Mamanya Tasya" Kata Tiara.
"Astaga Al, kamu menyebalkan sekali" Kata Tiara. Aldi menghembuskan nafasnya kasar.
"Iya-iya, Lalu kenapa?" Kata Aldi
"Kenapa kita tidak menjodohkan Tasya dengan Dimas" Kata Tiara. Aldi terdiam sejenak. Dia tidak suka mencampuri urusan orang lain. Apalagi jika sampai menjodoh-jodohkan orang lain.
"Hmmm, aku tidak bisa Ra" Kata Aldi.
"Kenapa? bukannya bagus Al, jadi jika Dimas mencintai Tasya, dia akan menolak perjodohan ini" Kata Tiara dengan suara lemah.
"Ra, dengarkan aku" Kata Aldi.
"Iya Al" Kata Tiara.
"Kita tidak berhak untuk mengurusi urusan orang lain Ra, mereka berhak untuk pilihan hidup mereka sendiri. Dan, mengenai perjodohanmu, aku akan berusaha dengan caraku agar kita bisa bersama" Kata Aldi. Tiara tersenyum kemudian mengangguk.
"Baiklah Al, padahal aku sudah excited untuk menjodohkan mereka" Kata Tiara.
__ADS_1
"Kalau mereka berjodoh, mereka akan bersama dengan cara mereka" Kata Aldi.
"Baiklah Al, ngomong-ngomong Al, aku boleh bertanya?" Kata Tiara.
"Tentu Ra" Kata Aldi.
Tiara terdiam beberapa saat. Dia tiba-tiba ragu untuk bertanya. Dia takut jika Aldi malah menganggapnya perempuan murahan nantinya karena pertanyaannya ini.
"Ra" Panggil Aldi.
"Hmm, tidak jadi Al" Kata Tiara.
"Kenapa?" Tanya Aldi.
"Tidak ada, lupakan saja, besok kamu ke kantor?" Tanya Tiara.
"Tentu, kamu mau berangkat bareng tidak?" Tanya Aldi.
"Boleh Al?" Kata Tiara.
"Tentu" Kata Aldi. Tiara langsung tersenyum kegirangan.
"Oke Al, aku tunggu besok ya" Kata Tiara.
"Kamu tinggal keluar saja Ra, rumahku kan di depan rumahmu" Kata Aldi.
"Hehe iya" Kata Tiara.
"Iya sudah kamu tidurlah, ini sudah malam" Kata Aldi.
"Iya Al, kamu juga" Kata Tiara.
"Iya sudah, aku tutup ya" Kata Aldi. Tiara mengiyakan dan panggilan pun terputus.
Tiara menghempaskan tubuhnya di kasur. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Apakah Aldi mencintaiku? Dia bahkan tidak pernah mengatakan jika dia mencintaiku" Kata Tiara memejamkan Matanya.
"Ternyata begini rasanya ada pada hubungan yang belum jelas, tapi tidak apalah, dia bersikap manis padaku seperti ini saja aku sangat bahagia" Tambah Tiara lagi, kemudian tersenyum.
__ADS_1
-Bersambung-