
"Al, aku hanya mencintaimu, dari dulu bahkan sampai sekarang. Tapi, sampai kapan aku harus menunggu. Sisa 2 bulan lagi. Mungkin jika kamu tidak menyatakan perasaanmu juga. Aku akan mencoba melupakanmu" Kata Tiara sesaat setelah panggilan telpon dari Aldo terputus.
"Ra, aku mencintaimu. Ntahlah, aku tidak tah sejak kapan. Tapi aku mulai takut kehilanganmu saat kamu mulai lebih dekat dengan Aldo daripadaku. Tapi, sejak Aldo mengatakan mencintaimu, aku mencoba menghilangkan perasaan ini. Tapi semakin aku mencoba, aku semakin gila karena mu. Dan sekarang, ketika aku ingin mengungkapkan perasaanku. Ketakutanku muncul lagi. Haaah, sudah umur 25 tahun, kenapa susah sekali mengungkapkan perasaan sendiri" kata Aldi kemudian menutup matanya.
Dimas yang saat itu sedang duduk di balkon rumahnya, sambil memandang foto masa kecilnya bersama Tiara. Tiba-tiba meneteskan air mata. "Ra, aku tahu. Sekarang keadaannya sudah berbeda. Kita tidak seperti dulu lagi. Janjiku dulu saat kita bermain bersama mungkin tidak bisa aku penuhi. waktu tinggal 2 bulan lagi. Aku takut aku tidak bisa mendapatkan hatimu lagi. Tapi, apapun hasilnya nanti. Aku harap kamu akan bahagia dengan pilihanmu yang sekarang. I Love You Ra, Always" Kata Aldo sambil memandang foto Tiara kecil yang saat itu tengah menggandeng tangannya. Saat dimana, sebelum insiden yang menyebabkan kepala Tiara terbentur dan melupakan semua kenangan masa kecilnya bersama Dimas. Sebelum foto itu diambil, Tiara meminta Dimas berjanji untuk menjadikannya Putri seperti kisah Cinderella yang sering dia tonton.
#Flashback
"Didim" Teriak Tiara yang saat itu melihat Dimas di depan rumahnya.
"Ara, aku punya mainan baru loh" Kata Dimas sambil memperlihatkan mainan mobil-mobilan di genggamannya.
"Ara juga punya" Kata Tiara sambil memperlihatkan sepasang boneka Barbie.
"Wah, ada dua, tapi lebih bagus punya aku" Kata Dimas.
"Bagusan punya Ara, ini (laki-laki) Didim, dan ini (perempuan) Ara" Kata Tiara sambil melihat kedua boneka di genggamannya.
"Aku tidak mau jadi itu, rambutnya jelek sekali" Kata Dimas.
"Biarin, yang penting Ara suka. Nanti kalau udah gede Didim sama Ara kayak ini" Kata Tiara.
"Aku tidak mau berpasangan dengan Ara. Ara cengeng" Kata Dimas.
"Ya sudah jika tidak mau, Ara tidak mau berteman dengan Didim lagi" Kata Tiara kemudian membelakangi Dimas.
Dimas terkekeh. "Sebentar lagi dia akan menangis"Kata Dimas, sambil menghitung. 1 2 3.
__ADS_1
"Hiks Hiks" Tiara tiba-tiba menangis. Dimas tersenyum kemudian menarik tangan Tiara.
"Bercanda Ara" Kata Dimas yang membuat Tiara semakin menangis.
"Jangan menangis lagi, Iya iya, Didim mau jdi pasangannya Ara jika besar nanti" Kata Dimas yang membuat Tiara berhenti menangis.
"Beneran? janji?" Kata Tiara.
"Iya, cengeng" Kata Dimas.
"Yeay, Ara sama Didim nanti hidup bahagia seperti pangeran dan cinderella" Kata Tiara antusias. Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Tiara.
#Flashback Off
***
"Dim" Kata Tiara saat melihat Dimas tengah duduk di ruang tamu bersama Mama Tania.
Dimas langsung menoleh ketika mendengar suara Tiara. Dia terdiam sebentar, dia menelan ludahnya dengan susah saat melihat Tiara.
"Astaga Ra, kenapa kamu berdandan seperti itu" batinnya.
"Ayo, Dim, oya Putri mana?" Tanya Tiara.
"Dia sedang di rumah Aldo" Kata Dimas.
"Owh, ya sudah, ayo" Kata Tiara kemudian berpamitan pada Mama Tiara.
__ADS_1
"Ma, Tiara berangkat dulu" Kata nya kemudian berlalu meninggalkan Dimas.
"Kebiasaan memang anak itu, yang sabar ya nak Dimas" Kata Mama Tania saat Dimas mencium tangannya.
"Iya Tan, Dimas pamit dulu ya" Kata Dimas kemudian menyusul Tiara.
"Ra" Panggil Dimas yang membuat Tiara langsung menoleh.
"Tolong jangan ikat rambutmu seperti itu" Kata Dimas.
"Kenapa?" Tanya Tiara.
"Kamu terlihat jelek sekali" Kata Dimas yang membuat Tiara langsung terdiam.
"Masak sih" Kata Tiara kemudian melihat pantulan dirinya di kaca mobil. Tiara merasa perkataan Dimas benar, jadi Tiarapun langsung melepaskan ikatan rambutnya dan menyimpannya di tas.
"Alhamdulillah, aku tidak akan tahan melihat dia seperti itu, apalagi sampai dipandang oleh banyak laki-laki nanti, terutama Aldi" Batin Dimas.
"Bagaimana Dim?" Tanya Tiara.
"Sudah cantik" Kata Dimas kemudian mengelus rambut Tiara.
"Aku sudah tahu. Kamu tunggu disini. Aku mau memanggil Putri, Aldo, dan Aldi dulu" Kata Tiara kemudian pergi meninggalkan Dimas.
Dimas menghela nafasnya. Dia berharap Aldi diare sehingga tidak bisa ikut.
-Bersambung-
__ADS_1