Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Jalan-jalan


__ADS_3

"Hai Ra" sapa Dimas.


"Hmmm" balas Tiara yang sedang fokus dengan kertas2 di depannya.


"Besok kan libur, jalan-jalan yuk" kata Dimas.


"Aku malas Dim" kata Tiara.


"Ish, Ayo lah, jarang-jarang juga kan, sudah lama kita tidak jalan berdua" kata Dimas.


"Hmmm" Kata Tiara.


"Ra, ayo lah" Kata Dimas dengan wajah memelas. Namun Tiara hanya diam. Dimas pun berinisiatif mendekati Tiara, dan mulai mengganggunya.


"Dimmm" Kata Tiara.


"Bilang iya dulu" Kata Dimas.


"Kamu ini menyebalkan sekali. Ya sudah ya" Kata Tiara kemudian mengambil polpen yang diambil Dimas


"Gitu dong. Ini baru Araku" kata Dimas.


"Cerewet" kata Tiara kemudian fokus dengan kertas yang ada didepannya lagi. Dimas hanya tersenyum kemudian kembali duduk di sofa.


***


Hari ini, Dimas terlihat sedang berdiri di depan mobilnya menunggu Tiara memperbaiki rambutnya. Dia tersenyum melihat pantulan Tiara di kaca mobilnya.


"Begitu cantik" pikirnya.


"Ayo" ajak Tiara kemudian masuk ke mobil. Dimas pun langsung mengikuti Tiara.


"Pasang sabuk pengamanmu Ra" kata Dimas.

__ADS_1


"Sudah" kata Tiara setelah mendengar bunyi belt terpasang.


"Let's go" kata Dimas.


"Kita mau kemana?" Tanya Tiara.


"Nanti juga kamu akan tahu" Kata Dimas.


"Terserah lah" Kata Tiara kemudian bermain dengan Hp nya.


"Tidak ada notif sama sekali" pikirnya.


Kamu kemana Al, setelah kamu membuatku bahagia, kamu pergi tanpa ada kabar sama sekali sekarang, apa aku seperti mainan untukmu Al. pikir Tiara.


Sampai hari ini hatinya masih tersiksa dengan harapan bahwa Aldi akan menemuinya. Tapi setiap hari nya juga dia akan menerima kekecewaan itu. Setelah berbicara dengan ayahnya dulu. Aldi berubah, dan menghilang begitu saja. Tiara terus berusaha untuk berpikir positif bahwa Aldi sedang memberikan kejutan padanya di hari ulang tahun nya yang hanya akan menghitung hari.


"Ra" Panggil Dimas. Tiara langsung menoleh.


"Kita sudah sampai, ayo turun" Kata Dimas.


"Udah, tutup itu mulut. Nanti masuk lalat ja baru tahu rasa" Kata Dimas.


"Ishh terserahlah, tapi sungguh ini sangat indah" Kata Tiara.


"Kamu suka?" Tanya Dimas. Tiara pun langsung mengangguk mantap.


"Jika kamu suka, aku akan mengajakmu kesini terus" Kata Dimas.


"Ide bagus" Kata Tiara kemudian berlari melihat ke bawah. Pohon-pohon ijo terlihat berjajar rapi disana. Dia menutup matanya membiarkan sinar matahari bermain di wajahnya.


"Haaaa" Teriak Tiara tiba-tiba. Mengeluarkan semua beban yang memenuhi hati dan pikirannya beberapa waktu ini.


"Keluarkan semua bebanmu Ra, hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu" Batin Dimas.

__ADS_1


"Setelah ini kita kemana?" Tanya Tiara yang saat ini sedang menikmati mie instan setelah puas teriak tadi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Dimas.


"Hmmm, bagaimana jika ke pantai?" Tanya Tiara.


"Boleh, tapi apa kamu tidak takut menghitam?" Tanya Dimas.


"Tidak, kenapa harus takut. Nanti ada sunblock juga kan" Kata Tiara.


"Wkwk, sama saja kamu takut Ra, sampai-sampai harus pakai sunblock begitu" Kata Dimas.


"Sunblock itu untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV, kamu tahu tidak sinar UV bahkan bisa menyebabkan kanker kulit. Apalagi sekarang lapisan ozon yang menangkal sinar UV sudah menipis." Kata Tiara.


"Iya-iya, cerewet sekali. Makan mie nya sebelum dingin" Kata Dimas.


"Sebenarnya mie itu tidak sehat Dim" Kata Tiara.


Dimas pun langsung mengambil mangkuk ditangan Tiara.


"Lah, kenapa diambil?" Tanya Tiara.


"Tadi katamu tidak sehat" Kata Dimas.


"Ishhh, tapi aku lapar. Sini" Kata Tiara.


"Nanti kita makan di resto saja. Adaa kok di dekat sini. Kamu itu dokter harus memberikan contoh yang baik" Kata Dimas kemudian menghabiskan mie Tiara.


"Hmmm, baiklah" Kata Tiara sambil memanyunkan bibirnya.


"Aku menyesal bilang begitu" Batin Tiara.


Dimas hanya tersenyum sambil menikmati mie dan pemandangan di depannya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2