Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Baik-baik saja


__ADS_3

Tangan Tiara masih gemetaran, terlihat jelas dari tangannya yang tidak bisa menahan botol minum digenggamannya saat ini. Aldi melirik Tiara sekilas kemudian fokus ke depan lagi. Satu tangannya meraih tangan Tiara. Menggenggamnya erat, berharap bisa mengurangi perasaan takutnya.


"Semuanya sudah baik-baik saja, kamu jangan takut, ada aku disini" Kata Aldi. Tiara membalasnya dengan anggukan kemudian mempererat genggaman tangannya. Namun terlihat jelas diwajahnya jika dia masih takut. Aldi pun langsung meminggirkan mobilnya.


"Dim, bisakah kamu yang menyetir?" Kata Aldi.


"Iya, kalian berdua duduklah dibelakang" Kata Dimas.


Aldi pun langsung mengangguk dan mengajak Tiara duduk dibelakang. Namun Tiara tidak ingin melepaskan tangan Aldi.


"Sebentar saja Ra" Kata Aldi kemudian Tiara mengangguk dan melepaskan genggamannya. Setengah berlari, Aldi keluar dari mobil dan membuka pintu depan kemudian membopong Tiara menuju tempat duduk belakang.


"Ayo Dim" Kata Aldi yang membuat Dimas langsung melajukan mobilnya.


Aldi langsung menarik Tiara ke dalam pelukannya.


"Menangislah Ra, tidak apa-apa, aku tahu bagaimana perasaan takutmu saat ini. Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu" Kata Aldi berusaha menyembunyikan air matanya yang hampir keluar saat ini.


Tiara menggeleng, kemudian menenggelamkan wajahnya di pelukan Aldi dan menangis disana. Dia bahkan tidak sanggup untuk mengatakan bahwa bukan Aldi yang salah. Karena perasaan takutnya yang saat ini masih memenuhi dirinya.


"Maafkan aku Ra, aku akan memberikan perhitungan untuk orang-orang yang membuatmu seperti ini" Kata Aldi dengan tangan yang mengepal.


Dimas yang saat ini melihat mereka berdua dari kaca depan berpikir sejenak. Dia tidak pernah menyangka bahwa Aldi memiliki sisi seperti ini.


"Sebenarnya kamu siapa Al? ini bukan Aldi yang aku kenal, apa saja yang kamu lakukan saat menghilang 8 tahun ini" Batin Dimas.


***

__ADS_1


"Ra" Terik Mama Tania langsung memeluk Tiara yang baru keluar dari mobil.


"Tiara tidak apa-apa Ma" Kata Tiara sambil mengusap air matanya.


"Tidak apa-apa bagaimana, lihat tanganmu memar begini. Ayo masuk. Mama akan mengobati lukamu" Kata Mama Tania kemudian membawa Tiara masuk, meninggalkan Aldi dan Dimas yang sedang diam mematung karena tatapan mengintimidasi Papa Reza.


"Masuk, jelaskan padaku apa yang terjadi" Kata Papa Reza kemudian masuk ke rumah disusul Aldi dan Dimas.


Aldi yang saat ini sudah duduk di depan Papa Reza langsung mulai berbicara. Dia menceritakan semuanya, mulai dari bagaimana Tiara diculik sampai berhasil menyelamatkannya. Dia juga menceritakan tentang Jenny sehingga kejadian penculikan ini terjadi.


"Hmmm, syukurlah Tiara tidak apa-apa. Dan sebelumnya aku berterima kasih pada kalian berdua karena berhasil menyelamatkan anakku. Untukmu Aldi, aku harap kamu menjaga Tiara lebih baik lagi sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi kedepannya. Aku percayakan Tiara padamu, jadi aku harap kamu menjaga Tiara dengan seluruh jiwa dan ragamu" Kata Papa Reza.


"Iya om, pasti akan saya lakukan. Saya akan menjaga Tiara dengan sepenuh hati saya" Kata Aldi.


"Dan terima kasih juga untuk Nak Dimas. walaupun semua hal buruk yang telah Tiara lakukan padamu, kamu masih tetap membantu menyelamatkan Tiara" Kata Papa Reza.


"Baiklah. Berkaitan dengan pernikahan kalian, apa tidak sebaiknya kita mengundur acara pernikahan ini, mengingat Tiara pasti masih merasakan trauma karena kejadian ini" Kata Papa Reza. Aldi terdiam sebentar, menimang semuanya. Apa yang dikatakan Papa Reza ada benarnya. Namun, apakah dia sanggup jika harus mengundurkan acara pernikahan ini. Pikirnya.


"Tidak Pa, Tiara baik-baik saja" Kata Tiara yang tiba-tiba muncul.


"Ra, kamu istirahatlah" kata Papa Reza.


"Tidak Pa, Tiara baik-baik saja. Dan ini berkat Aldi. Tiara mohon jangan undur pernikahan Tiara" Kata Tiara kemudian duduk disamping Aldi.


"Rupanya anak Papa sudah tidak sabar menikah ini, baiklah jika kamu menginginkan seperti ini, berarti pernikahan kalian 1 Minggu lagi ya" Kata Papa Reza.


"Iya Pa" Kata Tiara dan Aldi serempak. Mereka saling pandang dan tersenyum masing-masing. Aldi memegang tangan Tiara sambil berucap terima kasih.

__ADS_1


"Hmmmm, Ingat Papa Reza masih disini" Kata Dimas yang duduk disamping Aldi.


"Dasar Jomblo. Ganggu saja" Kata Tiara sebal.


"Haha, Ya sudah kalian lanjutkan saja. Aku ke kamar dulu. Selamat malam" Kata Papa Reza kemudian beranjak berdiri.


"Tidak Om. Aku dan Dimas segera pulang saja. Tiara butuh istirahat. Jadi kami pamit ya Om" Kata Aldi.


"Yah, Tuh kan" Rengek Tiara.


"Besok kita bertemu lagi Ra" Kata Aldi sambil mengelus kepala Tiara yang membuat pemiliknya tersenyum bahagia.


"Ya sudah, kalian hati-hatilah" Kata Papa Reza.


Aldi dan Dimas kemudian berpamitan pulang, mencium tangan kedua orang tua Tiara bergantian dan meninggalkan rumah Tiara.


Setelah kepergian Aldi dan Dimas. Senyum Tiara langsung sirna ketika mengingat sesuatu yang mengusik pikirannya sejak tadi.


"Kamu berhutang cerita padaku Al" Batin Tiara.


-Bersambung-


Buat semua readerku,


Jangan lupa juga baca novel terbaru author yang berjudul "Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif" dan " Haruskan aku berhenti mencintaimu" ya.,


Terima kasih, dan Happy reading

__ADS_1


__ADS_2