
"Dim, hari ini jadi kan?" tanya Aldo.
"Pastinya, jangan lupa bawa snack yang banyak" Kata Dimas.
"Okey, kamu tenang saja. Itu masalah mudah" Kata Aldo. Setelahnya Aldo langsung pergi karena dari tadi Aldi terlihat membunyikan klakson mobil beberapa kali karena menunggu Aldo yang menurutnya begitu lama.
-di rumah Dimas-
Aldo terlihat beberapa kali memencet bel, Tapi tidak ada yang membukakan pintu untuknya.
"Sialan, kemana itu anak, aku pulang saja lah, PHP banget si Dimdim" Kata Aldo, kemudian beranjak pergi, namun belum sampai dia membuka pintu mobilnya, terlihat seorang gadis berusia 9 tahun membuka pintu.
"Cari siapa kak?" Tanya gadis itu ketus.
"Dimas ada?" Tanya Aldo.
"Kak Dimas ada diatas, ada perlu apa?" Tanyanya lagi.
"Kamu bocah, mau tahu saja urusan orang dewasa" Kata Aldo kemudian menyelonong masuk ke rumah Dimas.
"Ishhh, tidak punya sopan santun" Katanya.
"Apa kamu bilang? kamu itu jadi bocah tidak punya sopan santun pada orang yang lebih tua" Kata Aldo.
"Hmmm, terserah, bye" Katanya kemudian berlalu pergi.
"Woy bocah, kamar Dimas dimana?" Tanya Aldo.
"Cari saja sendiri" Katanya kemudian masuk ke sebuah kamar yang Aldo yakini sebagai kamar gadis itu.
"Dasar ABG labil" Kata Aldo tersenyum kemudian menelpon Dimas dan memintanya turun.
Saat di kamar Dimas. Aldo langsung bercerita tentang gadis yang dia temui tadi. Dia bercerita seakan gadis itu adalah gadis tersombong yang pernah dia temui.
"Itu adekku, Putri, dia memang seperti itu kepada orang baru, jangan terlalu diambil hati lah" Kata Dimas.
"Owh, jadi namanya Putri. Aku baru tahu kamu punya adek" Kata Aldo.
"Haha, aku memang tidak pernah menceritakannya pada siapapun kecuali kamu" Kata Dimas.
"Owh, BTW Dia cantik juga sih, tapi jauh lebih cantik Tiara" Kata Aldo.
"Hmmm, terserah lah, siapapun wanita yang kamu temui pasti kamu akan bilang bahwa Tiara paling cantik. Cinta memang buta" Kata Dimas.
-di dapur-
__ADS_1
Putri terlihat diminta untuk mengantarkan teh untuk Dimas dan Aldo. Namun Putri menolak beberapa kali. Karena dia sungguh malas melihat Aldo.
"Kan ada bibi Imah Ma" Kata Putri.
"Dia sedang memasak Put, kamu bisa lihat sendiri" Kata Mami Nadin.
"Ya sudah Mami saja" Kata Putri.
"Kamu tidak lihat, Mami sedang membuat kue, sana cepat. Atau kamu ingin Mami memotong uang jajan mu karena tidak menurut" Kata Mami Nadin.
"Selalu mengancam seperti itu" Kata Putri kemudian mengambil jus untuk Aldo dan Dimas. Dengan langkah malas dia naik ke lantai dua.
"Woy, Kak Dimas, cepat buka pintu, ini ada jus dari mami" Kata Putri dari luar.
"Masuk saja, pintu tidak dikunci. Kakak lagi main games" Kata Dimas.
"Tidak bisa kak, tangan Putri sedang memegang jus" Kata Putri lagi.
Aldo pun terlihat berinisiatif membuka pintu. Benar saja, Putri terlihat kesusahan memegang Jus ditangannya
"Haha, masih bocah, sok-sok an sih. Sini biar aku yang pegang" Kata Aldo.
"Ini buat Kak Dimas, bukan buat kamu" Kata Putri.
Putri hanya diam saja, kemudian masuk ke kamar untuk memberikan jus itu pada kakaknya. Namun belum selangkah kakinya tiba-tiba tersandung. Aldo yang ada dibelakangnya langsung menjaga tubuh Putri dan memegang nampan di genggaman Putri.
Putri sangat kaget dengan posisinya saat ini. Ini seperti posisi sinetron-sinetron yang sering dia tonton. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya. Pipinya pun terlihat merona.
"Makanya, udah aku bilang, biar aku yang pegang" Kata Dimas kemudian mengembalikan Putri seperti semula.
Putri hanya terdiam kemudian memberikan nampan tersebut untuk Aldo, dan berlari keluar.
"Dasar bocah aneh" Kata Aldo. Kemudian menaruh nampan tersebut di meja belajar Dimas dana melanjutkan permainan yang sempat tertunda tadi.
Sejak saat itu, entah kenapa Putri menjadi sering berdandan tidak seperti gadis seusianya. Bahkan dia pernah terlihat masuk ke kamar kakaknya untuk mengecek HP kakaknya. Dia mencari kontak orang yang membuatnya berubah seperti ini. Namun, saat mendapatkan kontaknya dia lupa jika dirinya tidak mempunyai Hp. Jadi dia menyimpannya di buka hariannya. Dia berharap jika Papinya nanti memberikannya Hp, kontak pertama di HPnya adalah orang itu. Orang itu, tidak lain adalah Aldo, sahabat baik kakaknya.
Suatu hari, Aldo terlihat ke rumah Dimas lagi. Putri yang tahu jika itu Aldo. Dia langsung berlari membukakan pintu untuk Aldo.
"Hai, bocah judes" Kata Aldo saat melihat Putri yang membukakan pintu untuknya.
"Hai Kak" Kata Putri malu.
"Lah" Kata Aldo karena dia mendapati sifat Putri yang berbeda dari sebelumnya.
"Kakak mencari kak Dimas?" Tanya Putri. Aldo langsung mengangguk.
__ADS_1
"Kak Dimas di atas kak, kakak naik saja" Kata Putri. Aldo tersenyum, entah kenapa dia suka sikap Putri yang lemah lembut dan malu-malu seperti ini. Menurutnya begitu menggemaskan.
"Oya, Terima kasih ya" Kata Aldo kemudian mengacak rambut Putri.
Dia pun naik ke atas meninggalkan Putri yang tersenyum padanya sambil memegang dadanya. Putri pun langsung berlari menuju dapur. Seperti biasa, Bibi Imah sedang memasak.
"Bibi, boleh minta tolong buatkan jus untuk kak Dimas dan kak Aldo" Kata Putri. Bi Imah langsung mengiyakan dan membuatkan jus seperti permintaan Putri.
Putri begitu bahagia hari ini. Terlihat jelas dari wajahnya yang terus tersenyum sampai Ni Imah menuangkan jusnya ke gelas.
"Terima kasih bi" Kata Putri kemudian membawakan Jus itu ke lantai dua.
"Biar Bibi saja Non" Kata Bi Imah ingin mengambil nampan di tangan Putri, namun ditolak Putri, jadi mau tidak mau bi Imah mengalah.
"Kak Dimas, jus kakak" Kata Putri, setelah beberapa saat Dimas langsung membukakan pintu dan mengambil jus ditangan Putri.
"Terima kasih dek" Kata Dimas kemudian ingin menutup pintu namun di halangi Putri.
"Kak, Putri pengen ikut main games juga" Kata Putri.
"Kamu masih kecil, belajar yang pinter saja sana. Ini mainan anak laki-laki" Kata Dimas.
"Putri sudah selesai belajar dari tadi. Ayo lah kak, sekali saja" Kata Putri.
"Do, Putri katanya ingin main games ni" Kata Dimas.
"Boleh, sini Put" Kata Aldo yang asih fokus menatap layar di depannya, dengan jari-jari yang begitu lincah memainkan stick di genggamannya.
"Oke kak" Kata Putri kemudian berlari masuk dan duduk di samping Aldo.
Dimas hanya bisa menggeleng melihat tingkah adik nya.
"Kamu bisa memainkannya kan?" Tanya Aldo. Putri kemudian menggeleng.
"Lah, terus?" Tanya Aldo.
"Ajarin kak" Kata Putri.
"Ya sudah sini" Kata Aldo.
Setelah itu, Putri terlihat sering ikut bermain ketika Aldo datang ke rumahnya. Hingga dia begitu ahli sekarang. Tidak jarang dia bisa mengalahkan Aldo. Sehingga membuat Aldo begitu senang bermain dengan Putri karena akhirnya dia mendapatkan partner bermain yang setara dengan kemampuannya. Lambat laun pun mereka menjadi akrab seperti sekarang.
#Flashback off
-Bersambung-
__ADS_1