
-Di restoran-
"Ra" Panggil Aldo. Tiara pun langsung menghentikan kegiatan makannya. Dia melihat Tiara dengan senyum diwajahnya.
"Iya?" Tanya Tiara.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Aldo. Tiara memandang Aldo kesal. Kemudian melanjutkan makannya. Aldo memanggil Tiara kembali. Tiara pun memandang Aldo kesal.
"Kamu mengganggu kegiatan makanku hanya untuk menanyakan itu Do? Menurutmu keadaanku sekarang bagaimana?" Kata Tiara.
"Hehe, maaf Ra, kamu lanjutkan lah makanmu" Kata Aldo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tiara pun mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Kamu ternyata tidak berubah sama sekali Ra, kamu masih apa adanya, tapi ini lah yang membuatku menyukaimu" Batin Aldo sambil melihat Tiara yang begitu senang saat menikmati makannya.
Selang beberapa lama, Tiara selesai dengan makanannya. Dia kemudian melihat Aldo yang saat itu sedang menatapnya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Do?" Tanya Tiara.
"Aku sangat merindukanmu Ra, kamu semakin cantik saja" Kata Aldo.
"Aku memang cantik dari dulu, kamu saja yang tidak sadar" Kata Tiara.
"Haha, ternyata tingkat ke PD an my bertambah ya Ra" Kata Aldo sambil mengacak rambut Tiara gemas.
"Dooo, berantakan tahu" Kata Tiara sambil merapikan rambutnya.
"Kamu lebih cantik seperti itu tahu Ra" Kata Aldo sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.
"Enak saja, seperti singa begini kamu bilang cantik?" Kata Tiara sambil terus merapikan beberapa helai rambutnya yang terangkat akibat ulah Aldo.
"Hehe, kamu seperti apapun tetap cantik kok Ra" Kata Aldo.
"Ishhh, udah lah. Oya Do, kabar Aldi bagaimana?" Tanya Tiara yang langsung membuat perasaan Aldo berubah. Namun dia berusaha se biasa mungkin di depan Tiara.
__ADS_1
"Hmmm, dia sedang di kantor" Kata Aldo.
"Apakah dia sibuk Do? aku sangat ingin bertemu dengannya" Kata Tiara.
"Entahlah Ra, jika kamu ingin bertemu dengannya. Kamu bisa ke rumah. Rumah kita masih berdekatan Ra" Kata Aldo.
"Ha? yang bener? sejak kapan? kok aku tidak tahu Do? Kamu jangan coba-coba membohongiku" Kata Tiara yang mulai terlihat antusias.
"Iya Ra, pertanyaanmu satu saja Ra, astaga. Aku bingung harus jawab yang mana" Kata Aldo.
"Hehe, sorry Do. Sejak kapan kamu pindah?" Tanya Tiara.
"Sejak kemarin" Kata Aldo. Tiara pun mencoba mengingat kejadian kemarin. Tapi dia tidak pernah merasa mendengar ada suara orang pindahan di samping rumahnya. Jadi, dia berpikir mungkin Aldo membohonginya.
Aldo pun mencoba menjelaskan pada Tiara. Kapan dan bagaimana dia pindahan kemarin. Tiara pun hanya mengangguk tanda mengerti.
"Oke, jadi kalian belum merapikan apapun? jorok sekali" Kata Tiara sambil terkekeh.
"Belum sempat Ra, karena di kantor sedang banyak kerjaan, Tapi karena aku sedang mumet, makanya aku kesini menemuimu" Kata Aldo.
"Bukan begitu Ra, aduh salah bicara lagi kan" Kata Aldo sambil menarik rambutnya frustasi.
"Haha, aku bercanda Do. Yang terpenting sekarang kamu sudah ada di depanku, dan sebentar lagi aku akan bertemu Aldi. Aku sungguh merindukan Aldi" Kata Tiara. Aldo pun hanya membalas dengan senyuman yang terkesan dipaksa.
"Hmmm, ternyata benar-benar tidak ada yang berubah" batin Aldo.
***
Tok Tok Tok
Tiara terus mengetuk pintu rumah Aldo. Karena dia diminta oleh mamanya untuk mengantarkan makanan untuk mereka.
"Kemana sih Aldo, bagaimana jika Aldi yang keluar, aku belum siap bertemu dengan dia. Ehh tapi kata Aldo kan, Aldi biasanya pulang malam, ya sudah kalau begitu aku ketok lagi saja" Kata Tiara kemudian mengetok pintu rumah Aldo, dia beberapa juga sudah menekan bel, namun tidak ada jawaban sama sekali. Karena dia melihat ada mobil terparkir di depan jadi dia sangat yakin jika Aldo sedang di dalam.
__ADS_1
Selang beberapa lama menunggu. Pintu terbuka. Tiara Yang sedang duduk di teras dekat tangga tidak menyadari jika pintu sudah terbuka. Dia terus mengomel, menyalahkan pemilik rumah.
"Ini orang rumah budek atau bagaimana sih, tanganku kan jadi capek. Awas saja kau nanti Aldo, jika kau keluar akan ku hajar" Kata Tiara sambil memegang tangannya yang mampir sakit karena mengetuk pintu terlalu keras.
"Hmmmm" Kata seseorang yang sedang berdiri dibelakangnya.
"Sebentar, itu seperti bukan suara Aldo" batin Tiara. Jantungnya mulai berdegup kencang saat membayangkan siapa yang ada dibelakangnya saat ini.
"Ohhh tidak, mati aku" batin Tiara. Dia mulai ketakutan seiring dengan jantungnya yang berdegup semakin kencang.
"Hmmm, Ra" Kata Aldi yang membuat Tiara langsung menoleh. Dia terkejut luar biasa. Dia hampir kehilangan keseimbangannya. Tapi untuk saja Aldi langsung dengan sigap menariknya dan membawanya dalam pelukannya.
Tiara bisa mendengar jantung Aldi karena telinganya persis di dada Aldi. Tiara terpejam sebentar di dalam pelukan Aldi. Dia bisa mencium aroma tubuh Aldi yang baru dia tahu sekarang. Ini pertama kalinya dia berada dipelukan Aldi seperti ini.
"Apa ini mimpi, jika ini mimpi aku harap aku tidak pernah bangun" batin Tiara.
Aldi melepas pelukannya. Tiara memberanikan diri melihat wajah Aldi. Tatapan yang sangat dia rindukan selama 8 tahun. Tidak ada yang berubah dari Aldi. Namun wajahnya terlihat lebih berisi dan otot-ototnya yang mulai terlihat membuatnya terlihat semakin tampan.
"Bagaimana kabarmu Ra?" Tanya Aldi dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.
"A-aku baik Al, kamu bagaimana?" Tanya Tiara.
"Seperti yang kamu lihat Ra, kamu mencari Aldo?" Tanya Aldi. Namun Tiara menggeleng.
"Owh tidak ini pertama kalinya aku berbicara sepanjang ini dengannya" batin Tiara.
"Jadi?" Tanya Aldi dengan satu alis terangkat ke atas.
"E-eh ini dari Mama, untuk makan malam kalian, aku pergi dulu Al, Assalammualaikum" Kata Tiara dan menyerahkan makanan ditangannya kemudian berlalu pergi meninggalkan Aldi. Jantungnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Bisa-bisa dia pinsan jika terlalu lama disana.
Satu garis senyum menghiasi wajah Aldi saat ini. Hanya dia yang tahu bagaimana perasaan dan arti dari ekspresinya saat ini. Dia pun masuk dan membawa makanan yang di bawa Tiara. Kemudian membukanya di meja makan dan memakannya sendiri.
-Bersambung-
__ADS_1
"Aku tidak tahu, kenapa pertemuanku secepat ini dengannya, dan peristiwa tadi, aku sungguh tidak akan pernah menyangka ini akan terjadi dalam hidupku"
(Tiara)