Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Aku tidak pantas


__ADS_3

Setelah sampai di depan rumahnya. Tiara langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa melihat Aldi atau berbicara sepatah katapun.


"Ra" Panggil Aldi dengan suara lemah. Tiara berhenti kemudian menengok. Aldi langsung menggenggam tangan Tiara. Tiara hanya terdiam dan tertunduk. Dia bingung dengan perasaannya saat ini. Sungguh dia ingin mempercayai Aldi. Tapi matanya jelas-jelas melihat Aldi bersama Jenny begitu mesra tadi.


"Ra, maafkan aku, sungguh itu bukan seperti yang kamu pikirkan" Kata Aldi. Tiara memberanikan diri menatap Aldi. Matanya yang sembab habis menangis terlihat jelas disana.


"Al, kamu tidak perlu memberitahuku alasanmu, kamu berhak untuk itu, aku bukan siapa-siapamu, aku juga tidak pantas mendengar penjelasan darimu" Kata Tiara. Aldi terdiam. Ingin sekali dia membantah perkataan Tiara. Mengatakan jika Tiara begitu penting untuknya dan menyampaikan perasaannya pada Tiara. Namun bibirnya terasa kelu untuk mengatakannya. Dia tidak pernah mengatakan ini semua sebelumnya pada siapapun. Bahkan pada mama nya sendiri saja sampai detik ini dia malu mengatakannya.


Tiba-tiba Aldi menarik Tiara dan memeluknya erat. Setidaknya ini bisa membuktikan rasa cintanya.


"Al, lepaskan aku, tolong jangan buat aku berharap lebih padamu" Kata Tiara, mencoba melepaskan pelukannya, namun Aldi menahannya. Mau tidak mau, Tiara berhenti memberonta dan memilih menangis dalam diam dipelukan Aldi.


Setelah beberapa lama, Aldi melepaskan pelukannya dan menatap Tiara lekat-lekat. Dia menghapus air mata yang membasahi pipi Tiara. Hatinya sungguh kacau karena melihat Tiara menangis karenanya.


"Ra, dengarkan aku" Kata Aldi sambil memegang pipi Tiara. Tiara pun mengangguk


"Aku tidak pandai berkata-kata Ra, apalagi sampai mengungkapkan perasaanku. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, kamu wanita kedua setelah mamaku yang sangat ingin aku. Jadi tolong percayalah, aku tidak punya hubungan dengan Jenny" Kata Aldi.


"Tapi tadi kamu mencium Jenny" Kata Tiara.


"Bukan aku yang menciumnya Ra, dia yang mendekatiku duluan dan tiba-tiba menciumku" Kata Aldi. Tiara mengangguk tanda mengerti.


"Jadi, kamu percaya kan padaku?" Tanya Aldi.


"Iya" Kata Tiara. Aldi tersenyum.


"Gadis pintar" Katanya kemudian mengacak rambut Tiara dan memeluk Tiara kembali.


"Terima kasih Ra" Kata Aldi tanpa melepas pelukannya. Tiara mengangguk di dalam pelukan Aldi.


"Kenapa perasaanku di aduk-aduk seperti ini hari ini, cinta sungguh menyebalkan. Tapi aku suka ini" Kata Tiara memepererat pelukannya.


"Masuklah Ra" Kata Aldi.


"Iya, good night Al" Kata Tiara. Aldi mengangguk dan tersenyum.


"Bye Al" kata Tiara kembali dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


"Iya Ra, masuklah" Kata Aldi.


Tiara pun masuk ke rumahnya dengan sesekali melihat ke belakang. Rasanya sungguh berat sekali berpisah dengan Aldi.


Setelah memastikan Tiara masuk, Aldi langsung masuk ke rumahnya. Dia menghempaskan tubuhnya di kasurnya saat sudah sampai di kamar. Dia mengambil Hp nya lalu membuka galerinya. Ada banyak sekali foto Tiara disana. Dia menyimpan foto Tiara sejak SMP dulu. Dia begitu bersyukur karena sekarang dia tidak perlu berpura-pura lagi mengabaikan Tiara untuk menjaga perasaan Aldo. Walaupun sekarang muncul masalah lagi. Tapi dia berharap bisa melalui semua ini.


"Aku harus melindungi Tiara dari Jenny, setidaknya aku harus mencoba. Aku harus mengejar cintaku. Aku pasti bisa" Kata Aldi.


***


Paginya Tiara akan berangkat ke rumah sakit diantarkan oleh Dimas seperti biasanya. Tapi bedanya hari ini juga ada Putri.


"Kak Tiara" Teriak Putri saat melihat Tiara turun dari tangga.


"Putri" Kata Tiara tersenyum pada Putri kemudian menghampirinya. Putri yang saat itu memang berumur 17 tahun terlihat menggunakan baju SMA.


"Putri tidak ke sekolah?" Tanya Tiara.


"Sekolah Kak. Tapi hari ini Papa tidak bisa mengantar, jadi ikut kak Dimas, kak Dimas bilang mau jemput kak Tiara karena arah sekolah dan tempat kak Tiara bekerja searah" Kata Putri.


"Kamu tidak sarapan dulu Ra?" Tanya Mama Tania.


"Tidak Ma, nanti di rumah sakit saja" Kata Tiara.


"Baiklah, kalian hati-hati dijalan ya" Kata Mama Tania.


"Iya Ma, Tiara berangkat ya" Kata Tiara kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Dimas dana Putri.


"Kak Dimas, bukannya itu kak Aldo ya?" Tanya Putri, karena dia melihat Aldo dan Aldi sedang menaiki mobil mereka masing-masing. Dimas mengangguk dan membenarkan perkataan Putri. Putri langsung berlari menghampiri Aldo.


"Kak Aldo" Teriak Putri. Aldo menoleh dan melihat Putri. Namun dia bingung siapa gadis SMA yang sedang menghampirinya itu. Putri langsung memeluk Aldo. Aldo begitu terkejut karena tidak mengenali gadis yang sedang memeluknya sekarang. Namun ketika dia melihat Dimas dan Tiara sedang berdiri disana. Dia bisa menebak siapa yang memeluknya sekarang.


"Putri?" Tanya Aldo.


"Iya Kak, Putri sangat merindukan Kak Aldo. Kak Aldo kemana saja?" Tanya Putri yang telah melepaskan pelukannya


"Ya ampun, bocah kecil sudah gede ja. Kamu apa kabar?" Kata Aldo sambil mengacak rambut Putri.

__ADS_1


"Baik Kak, Kak Aldo bagaimana?" Tanya Putri dengan pipi bersemu merah.


"Kakak sangat baik, kamu tidak sekolah?" Tanya Aldo sambil memegang kepala Putri.


"Iya Kak, ini mau sekolah, kakak mau kerja?" Tanya Putri.


"Iya ini, kamu sekolah yang pinter ya" Kata Aldo sambil tersenyum.


"Iya Kak, pastinya. Kapan-kapan Putri main ke rumah kakak ya. Ini rumah kakak kan?" Tanya Putri.


"Wkwk, tidak Put, ini rumah orang tua kakak" Kata Aldo.


"Hehe, sama saja Kak, astaga" Kata Putri.


"Hehe. Iya-iya, ya sudah nanti kabari saja jika kamu ingin ke rumah kakak ya, kakak kerja dulu ya" Kata Aldo.


"Iya kak, Putri boleh minta nomor WA kakak?" Tanya Putri.


"Tentu sayang" Kata Aldo, yang membuat pipi Putri tersemu merah. Putri langsung mengeluarkan Hp nya, dan memberikannya pada Aldo, kemudian Aldo menuliskan nomornya disana.


"Terima kasih kak, sampai jumpa lagi" Kata Putri kemudian pergi meninggal Aldo. Aldo hanya tersenyum memandang Putri yang menjauh dan mendekati Tiara.


Aldi terlihat memandang Tiara tanpa berkata apapun. Begitu juga dengan Tiara, hanya mereka berdua yang mengerti arti dari pandangan itu.


"Al, Ayo" ajak Aldo. Aldi kemudian masuk ke mobilnya dan berpamitan pada Tiara. Begitu juga dengan Aldo. Putri terlihat melambaikan tangannya, dan berteriak hati-hati pada Aldo. Aldo hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


Setelah mobil mereka pergi. Tiara langsung bertanya pada Putri.


"Kamu kenal Aldo Put?" Tanya Tiara.


"Iya kak" Kata Putri.


"Sejak kapan?" Tanya Tiara.


"Sudah lama kak, Kak Aldo kan sering main ke rumah dulu" Kata Putri sambil membayangkan saat-saat bersama Aldo dulu.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2