
"Ra" Panggil Aldi. Tiara melihat Aldi yang saat ini sedang menatapnya intens. Wajahnya terlihat begitu serius hingga membuat Tiara kesusahan bernafas menahan jantungnya yang berdetak kencang.
"Aku ingin berbicara serius denganmu disini" Kata Aldi. Tiara hanya mengangguk tanpa melepaskan pandangannya.
"Jujur aku sangat gugup, tapi aku tidak boleh berharap lebih dulu" Batin Tiara.
"Aku tidak pandai bersikap romantis Ra, bahkan aku tidak bisa mengekspresikan perasaanku dengan baik. Tapi yang harus kamu tahu Ra, aku tidak suka kamu tersenyum karena laki-laki lain. Aku tidak suka ketika kamu tertawa dengan begitu lepas di depan Aldo. Aku tidak suka ketika kamu duduk di sebelah Dimas Ra" Kata Aldi.
Tiara terdiam sebentar. Dia mencoba mencerna perkataan Aldi.
"Apa dia sedang mengungkapkan perasaannya" Batin Tiara.
"Maksudmu Al" Tanya Tiara, karena dia tidak ingin berspekulasi sendiri.
"Aku mencintaimu Ra" Kata Aldi tetap dengan eksperesi dinginnya.
Tiara terdiam. Bahkan cukup lama. Dia begitu syok saat ini. Dia tidak pernah menyangka jika doa nya terkabul begitu cepat. Dan sekarang dia bingung harus menjawab apa.
"Ra, apa kamu masih mencintaiku seperti dulu?" Tanya Aldi.
Tiara pun langsung mengangguk. Tanpa pikir panjang Aldi langsung menarik Tiara ke dalam pelukannya.
"Terima kasih Ra" Kata Aldi. Tiara hanya terdiam. Dia masih syok dengan semua ini.
__ADS_1
"Tunggu Al, apa ini artinya kita pacaran?" Tanya Tiara.
"Terserah kamu mau menganggap apa, yang pastinya aku tidak akan mengizinkan laki-laki manapun merebutmu dariku setelah ini" Kata Aldi.
"Posesif sekali" Kata Tiara sambil terkekeh pelan. Dia membalas pelukan Aldi dan tersenyum disana.
Mereka tidak sadar jika saat ini. 3 pasang mata sedang memperhatikan mereka.
"Hmmm" Kata Aldo.
Tiara dan Aldi sontak melihat Aldo. Wajah Tiara langsung bersemu merah karena merasa malu dengan adegan barusan.
"Ra" panggil Dimas dengan wajah sendu.
"Selamat ya" Kata Dimas kemudian mendekati Aldi dan Tiara.
"Maafkan aku Dim" Kata Tiara. Ntah kenapa dia merasa bersalah pada Dimas.
"Terima kasih Dim" Kata Aldi, kemudian memegang pinggang Tiara.
"Tidak apa-apa Ra. Kebahagiaanmu juga kebahagiaanku. Ini artinya 3 bulan kesempatanku sudah berakhir kan Ra?" Tanya Dimas, sambil mencoba tersenyum. Tiara pun mengangguk.
"Selamat ya Ra" Kata Dimas sambil mengelus rambut Tiara.
__ADS_1
"Hmmmm" Kata Aldi yang membuat Dimas menghentikan aksinya.
"Sorry-sorry, ternyata pacarmu posesif banget Ra" Kata Dimas dengan senyum diwajahnya. Tiara bisa melihat senyum itu bukan senyum yang biasanya Dimas berikan untuknya.
"Kak Tiara, selamat ya, wah gagal ni jadi kakak iparnya Putri" Kata Putri.
"Maaf ya put, dan terima kasih" Kata Tiara.
"Kakak bicara apa sih, kakak berhak untuk menentukan pilihan kakak. Kakak sendiri kan bilang bahwa kita harus bersama orang yang kita cintai" Kata Putri.
"Selamat juga buat kak Aldi, jangan dingin-dingin lagi kak, senyum dikit" Kata Putri.
"Iya nih, kalau dia dingin-dingin sama kamu Ra. Bilang saja biar aku yang menggantikan dia" Kata Dimas.
"Jangan harap" Kata Aldi.
"Akhirnya manusia es luluh juga, selamat ya Ra Al" Kata Aldo kemudian menyalami Tiara.
"Apaan sih, jangan pegang-pegang" Kata Aldi.
"Astaga, ini manusia es posesif banget" Kata Aldo yang membuat gelak tawa mereka pecah. Dimas berusaha sekuat tenaga bersikap biasa saja. Namun tetap saja Aldi bisa melihat itu semua.
"Maafkan aku Dim. Tapi Tiara satu-satu nya wanita yang aku inginkan sejak dulu" Kata Aldi.
__ADS_1
-Bersambung-