Meluluhkan Manusia Es

Meluluhkan Manusia Es
Pertemuan keluarga yang rumit


__ADS_3

Tiara terlihat beberapa kali meremas tangannya. Saat ini dia sedang duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya dan keluarga Dimas membicarakan masalah pertunangan mereka.


"Jadi bagaimana? kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Tanya Papa Reza.


Tiara menatap Dimas, berharap Dimas membantunya. Dimas hanya mengangguk dan terlihat menarik nafas dalam-dalam.


"Papa dan Om Reza, Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas perjodohan ini. Saya sungguh bahagia bisa mengenal Tiara. Dia wanita yang sangat baik dan hebat. Namun" Sebelum menyelesaikan perkataannya, dia menatap Tiara terlebih dahulu kemudian tersenyum padanya.


"Namun, saya tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Karena kami tidak saling mencintai. Saya tidak ingin karena pernikahan ini. Hubungan kami akan renggang dikarenakan adanya paksaan. Jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya" Kata Dimas.


Tiara begitu terkejut atas jawaban Dimas tadi. Padahal kemarin dia sudah mengatakan pada Dimas untuk menerima perjodohan ini. Hal ini sungguh bertentangan dengan rencananya.


#Flashback


Dimas dan Tiara terlihat sedang duduk berdua memandang pantai di depan mereka, angin terlihat menari menyingkap rambut Tiara. Dia bahkan terlihat kewalahan merapikan rambutnya. Namun itu tidak mengurangi nikmat Tuhan yang sedang dia pandang saat ini.


"Dim" Panggil Tiara.


"Hmm" Kata Dimas kemudian mengalihkan pandangannya menatap Tiara.


"Aku sudah memikirkan ini matang-matang, aku ingin berhenti mengharapkan Aldi" Kata Tiara. Dimas terdiam tanpa mengalihkan pandangannya dari Tiara. Mencari keraguan dan kebohongan yang tersimpan disana.


"Hmmm, lalu?" Tanya Dimas.


"Aku menerima pertunangan ini" Kata Tiara.


"Hmm" Kata Dimas.


"Hmmm Hmmm terus, bagaimana Dim?" Tanya Tiara.


"Bagaimana apanya?" Tanya Dimas.


"Aku ingin kamu menerima pertunangan ini, apa kamu setuju" Kata Tiara.

__ADS_1


"Lihat saja nanti" Kata Dimas kemudian melihat laut yang terhampar luas di depannya. Entahlah, perasaannya sekarang campur aduk. Tapi hanya dia yang tahu, pilihan apa yang akan diambil kedepannya.


"Aku hanya mengharapkan kebahagiaanmu Ra" Batin Dimas.


#Flashback Off


Papa Reza menghembuskan nafasnya berat.


"Baiklah jika itu keinginanmu, aku selalu mendukung pilihan kalian" Kata Papa Reza.


Dari kedua orang tua Dimas pun hanya diam saja. Karena Dimas pernah berbicara sebelumnya pada mereka.


Ting dong (Bel rumah Tiara)


"Siapa yang bertamu jam segini" Pikir Papa Reza.


"Ra, bukakan pintu" Perintah Papa Reza yang membuat Tiara langsung berdiri.


Piara berjalan ke arah pintu. Namun, saat pintu terbuka dia diam seketika dan menutup pintu kembali.


"Hai" Sapa orang itu.


"Al" Kata Tiara kemudian berhambur ke pelukan Aldi. Aldi membalas pelukan Tiara. Mengobati rindu yang selama ini mereka pendam berdua.


"Hmmm" Deheman seseorang melepaskan pelukan mereka.


"Astaga, Om Tante" Kata Tiara kemudian mencium tangan keduanya bergantian. Dia sungguh malu saat ini karena tertangkap memeluk Aldi tadi, namun bercampur dengan perasaan bahagia. Jadi sebisa mungkin menyembunyikannya.


"Ra, Papa dan Mama mu ada?" Tanya Papa Jackson.


"Ada Om, silahkan masuk" Kata Tiara kemudian mengarahkan mereka ke ruang tamu tempat dimana Dimas dan orang tuanya juga sedang duduk.


"Astaga, Je" Sapa Rudi kemudian langsung bangun dan berhambur memeluk Jackson. Begitu pun dengan Papa nya Dimas, dia langsung berhambur menyalami Jackson dan memeluknya.

__ADS_1


"Wah, sudah lama sekali ya, kamu kemana saja?" Tanya Papa Reza.


"Aku sudah lama pindah ke London, mengurusi bisnis disana, maaf aku tidak memberitahumu" Kata Papa Jackson.


"Aku sudah biasa dilupakan olehmu" Kata Papa Reza dengan wajah kesal.


"Aku tidak mungkin melupakanmu, ceritanya panjang, kapan-kapan aku akan ceritakan, bolehkah aku duduk" Kata Papa Jackson.


"Tentu, silahkan" Kata Papa Reza


"Kalau begitu, Kami pulang dulu ya" Kaya Papa Dimas.


"Lah kenapa buru-buru?" Tanya Papa Jackson.


"Iya, kapan-kapanlah kita mengobrol bareng, urusan kami sudah selesai. Aku juga ada pekerjaan mendadak" Kata Papanya Dimas.


"Alibi saja, bilang saja kau tidak ingin duduk bersamaku" Kata Papa Jackson.


"Tidak Sungguh, kapan-kapan kita bertemu lagi, atau aku akan ke kantormu besok" Kata Papanya Dimas.


"Baiklah, aku tunggu, aku tidak sabar bekerja sama dengan perusahaanmu" Kata Papa Jackson.


"Aku tunggu, asalkan kamu tidak hilang lagi" Kata Papanya Dimas kemudian berpamitan pergi.


"Ra Al, aku pulang dulu" Kata Dimas yang langsung dibalas anggukan oleh keduanya.


"Terima kasih ya Dim" Kata Aldi kemudian dibalas anggukan oleh Dimas dan berlalu pergi menyusul kedua orang tuanya.


"Kamu berterima kasih untuk apa?" Tanya Tiara.


"Ada deh, perempuan dilarang tahu" Kata Aldi.


"Ish, Manusia Es batu" Kata Tiara kemudian diam untuk menyimak apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


-Bersambung-


Untuk kisah Tasya, Baca Novel author yang berjudul "Haruskah aku berhenti mencintaimu", Disana akan mengisahkan tentang kisah cinta tokoh aku yang begitu rumit, karena jatuh cinta pada orang salah.


__ADS_2