
Hari Tiara terlihat begitu cantik menggunakan gaun putih panjang. Hari ini adalah hari pernikahan Tiara dan Aldi. Semua orang terihat sedang sibuk menyambut tamu untuk acara akad nikah nanti. Sedangkan Aldi dan Tiara sekarang sedang duduk berdua di ruang hias pengantin.
Aldi tidak henti-hentinya menatap kagum pada Tiara saat ini yang sedang tersenyum padanya.
"Al" panggil Tiara.
"Iya" Balas Aldi sambil memegang tangan Tiara.
"Sebelum pernikahan ini, aku ingin kamu jujur padaku tentang semua hal yang belum aku tahu tentangmu" Kata Tiara.
"Tentu, kamu ingin tahu apa tentangku?" Tanya Aldi.
"Kamu belajar bela diri dan memegang senjata darimana dan sejak kapan?" Tanya Tiara.
"Sejak aku memutuskan untuk keluar negeri" Kata Aldi.
"Kamu belajar dari mana?" Tanya Tiara.
"Dari pelatih" Jawab Aldi.
"Kenapa kamu belajar bela diri Al?" Tanya Tiara. Aldi menarik nafasnya pelan. Memejamkan matanya sebentar kemudian menatap Tiara ragu.
"Aku ingin melindungimu dari Jenny Ra. Aku sudah memprediksi hal ini pasti akan terjadi. Tapi aku tidak akan menceritakanku detailnya. Karena aku tidak ingin kita mengingat masa lalu atau bersedih di hari bahagia kita" Kata Aldi.
"Tapi aku masih penasaran Al" Kata Tiara.
"Simpan rasa penasaranmu sayang. Hari ini hari bahagia kita. Nanti kita bicarakan lagi setelah malam pertama kita" Kata Aldi sambil mengelus pipi Tiara.
pipi Tiara memerah mengingat malam pertamanya nanti.
__ADS_1
"Issh, udah jangan dibicarakan dulu" Kata Tiara sambil menutup wajahnya. Aldi hanya terkekeh melihat tingkah Tiara. Dia benar-benar tidak pernah membayangkan bisa berakhir seperti ini dengan orang yang dia cintai.
Tiba-tiba mama Tania masuk dan menyuruh mereka bersiap-siap karena ijab kabul akan segera dilaksanakan.
Aldi terlihat sedang mengikrarkan ijab kabul dengan Tiara disampingnya. Dengan satu kali tarikan nafas, Aldi berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Semua orang terlihat tersenyum bahagia ketika kata sah terdengar sempurna.
Tiara pun langsung mencium tangan Aldi setelah cincin pernikahan terpasang sempurna dikedua jarinya. Aldi tersenyum bahagia ketika memandang Tiara yang saat ini sudah sah menjadi istrinya. Dia pun mencium kening Tiara dan setengah berbisik.
"Terima kasih Ra, aku mencintaimu" kata Aldi, terdengar sangat tulus ditelinga Tiara sehingga membuat Tiara tidak kuasa menahan air matanya. Para orang tua dari kedua belah pihakpun terlihat sedang menghapus air mata mereka masing-masing. Tangis haru juga terlihat di wajah Putri, Dimas, Aldo, dan Tasya.
Selanjutnya adalah acara resepsi. Beberapa tamu undangan terlihat sedang bersalaman pada kedua pengantin.
"Selamat Al, Ra" kata Aldo, kemudian menyalami keduanya.
"Jaga Tiara Al. Jangan sakiti dia lagi" Kata Aldo dengan penuh peringatan.
"Tentu saja" Kata Aldi sambil menarik pinggal Tiara tanda kepemilikan.
Aldi hanya diam saja sambil melihat Aldo dengan wajah dinginnya.
"Iya-iya, aku hanya bercanda. BTW, nanti saat malam pertama kalian, jangan lupa live streaming ya" Kata Aldo saambil terkekeh.
"Ishh, Aldo" Kata Tiara dengan wajah yang sudah memerah.
"Haha, udah jangan ganggu Araku lagi" Kata Dimas yang saat ini sudah berada disamping Aldo.
Dia mendapatkan tatapan yang tidak kalah menyeramkannya juga dari Aldi.
"Haha, bercanda Al. Btw, selamat ya buat kalian. Doain aku cepat menyusul" Kata Dimas.
__ADS_1
"Terima kasih Dim" Kata Tiara kemudian memeluk Dimas.
"Terima kasih untuk semuanya, aku harap kamu mendapatkan wanita yang terbaik nantinya" Kata Tiara sambil mengusap air matanya.
"Sama-sama Ra. Sudah kamu jangan menangis. Ini hari bahagiamu" Kata Dimas, Tiara pun langsung mengusap air matanya dan mengangguk.
"Selamat Al, aku titip Tiara. Jangan sakiti dia. Sekali saja kamu sakiti dia, aku tidak segan-segan mengambilnya darimu" Kata Dimas.
"Tentu, tanpa disuruhpun aku pasti akan menjaganya" Kata Aldi kemudian mengecup kening Tiara.
"Baru sah saja udah berani cium-cium ya" Kata Aldo mengejek.
"Iya dong, jomblo iri terus" Kata Aldi.
"Jangan salah, yang jomblo disini hanya si Dimas. Aku kan sudah punya Putri. Itu Tasya sudah ada gandengan saja" Kata Aldo.
"Aku tidak merestuimu dengan adekku" Kata Dimas.
"Aku tidak perlu restumu" Kata Aldo sambil melihat Putri yang saat ini tengah sibuk dengan makanannya.
"Sudah-sudah, kalian ini dimana-mana ribut saja" Kata Tasya.
"BTW, selamat ya Ra, sahabatku cantik sekali" Kata Tasya kemudian memeluk Tiara.
"Terimakasih Ca, aku berharap kamu menyusul" Kata Tiara sambil melirik laki-laki yang saat ini tengah disamping Tiara.
"Haha, entahlah, aku menunggu dia peka saja ini" Kata Tasya. Lelaki yang disamping Tasya hanya tersenyum kemudian mengucapkan selamat pada Tiara dan Aldi bergantian.
"Itu kan tidak peka" Kata Tasya. Yang langsung dibalas gelak tawa oleh semuanya.
__ADS_1
-Bersambung-
Kisah Tasya ada di novel "Haruskah aku Berhenti Mencintaimu" ya. Jadi buat yang kepo ceritanya seperti apa, langsung check saja ya