
Keesokan harinya, Tiara terlihat mengerjap matanya beberapa kali.
"Sudah pagi" pikirnya, saat melihat cahaya yang masuk melalui celah gorden kamarnya.
Hari pertamanya sebagai istri sudah telat bangun saja. pikirnya. Dia pun berniat bangun untuk membersihkan wajahnya.
"aw" rintihnya saat menggerakkan kakinya.
Aldi yang saat itu disamping Tiara langsung terbangun. Dia terlihat begitu khawatir.
"Ra, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aldi.
"Sakit Al" Kata Tiara sambil menunjuk daerah sensitifnya.
"Maafkan aku" Kata Aldi lesu.
"Tidak apa-apa Al, aku yakin nanti akan baik-baik saja" Kata Tiara dengan senyum di wajahnya sambil mengelus wajah Aldi.
"Benarkah?" Tanya Aldi lagi.
"Iya sayang" Kata Tiara. Aldi tersenyum kemudian mengecup bibir Tiara sekilas.
"Aku mencintaimu, terima kasih sudah menjaga kehormatanmu dan memberikannya padaku" Kata Aldi sambil memeluk Tiara.
"Iya Al, aku juga mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu. Terima kasih sudah memilihku" Kata Tiara.
***
Beberapa bulan berlalu, mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia. Walaupun sesekali cek cok karena masalah kecil, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan baik.
"Sayang" Panggil Tiara yang saat ini sedang bergelayut manja di lengan Aldi.
"Iya" Kata Aldi yang saat ini sedang bermain dengan Hp nya.
"Aku ingin makan mangga" Kata Tiara sambil memainkan tangannya di kancing baju Aldi.
"Nanti kita beli saat ke rumah mama" Kata Aldi.
"Aku mau sekarang" Kata Tiara lagi.
"Tidak ada yang menjual mangga di kompleks kita Ra" Kata Aldi.
"Hmmm, di depan ada" Kata Tiara dengan senyuman membujuk.
"Itu punya tetangga Ra, astaga" Kata Aldi.
"Kan tinggal minta saja Al" Kata Tiara lagi.
"Tidak, kamu tahu sendiri bagaimana dinginnya tetangga kita" Kata Aldi.
"Hmmm, 11 12 sama kamu lah, jadi tidak apa-apa, sana mintain" Kata Tiara.
"Hmm, nanti saja aku belikan" Kata Aldi.
__ADS_1
"Hmmm, ya sudah" Kata Tiara kemudian pergi meninggalkan Aldi.
"Kenapa dia sensitif sekali sekarang" Kata Aldi frustasi kemudian meletakkan Hpnya. Dia memang tidak tega melihat istrinya merajuk seperti itu.
***
"Ra" Teriak Aldi memenuhi ruangan.
Tiara pura-pura tidak mendengar, fokus membaca buku. Hingga panggilan ketiga kalinya, mau tidak mau dia menyahut walaupun masih kesal pada Aldi karena tidak ingin menjadi istri pembangkang.
"Apa" Kata Tiara saat sudah sampai di ruang tamu.
"Ini" Kata Aldi dengan beberapa mangga ditangannya.
"Wahh, terima kasih sayang" Kata Tiara kemudian berlari ke pelukan Aldi.
"Sama-sama" Kata Aldi kemudian mencium dahi Tiara.
"Bentar-bentar, ini kenapa merah-merah" Kata Tiara melihat leher Aldi ada bintik-bintik merah.
"Tadi aku digigit semut saat memanjat pohon mangga" Kata Aldi.
"Apa? kamu memanjat?" Tanya Tiara tidak percaya.
"Iya, Pak Tono tidak punya galah, jadi mau tidak mau aku harus memanjat" Kata Aldi.
"Terima kasih Al, I Love you" Kata Tiara kemudian mencium bibir Aldi sekilas.
"Sama-sama sayang, makanlah, aku ganti baju dulu" Kata Aldi. Tiarapun mengangguk kemudian membawa mangga tersebut ke dapur.
"Ra, astaga, itu pasti asam, kamu makannya pelan-pelan, nanti kalau perutmu sakit bagaimana?" Tanya Aldi.
"Ini enak Al, ayo coba, aaa" Kata Tiara sambil menyodorkan buah mangga ke mulut Aldi.
"Tidak tidak, melihatmu makan saja aku sudah kenyang, Bersiaplah kita akan ke rumah Mama" Kata Aldi.
"Iya, Habiskan ini dulu ya" Pinta Tiara.
"Bawa saja, nanti makan di rumah Mama lagi. Keburu sore nanti" Kata Aldi.
"Baiklah, tunggu sebentar" Kata Tiara kemudian menuju kamarnya.
Beberapa menit kemudian dia terlihat keluar dengan dress kesukaannya, yang dibelikan Aldi tahun lalu.
"Ayo" Kata Aldi kemudian menggandeng tangan Tiara ke mobil.
Sesampainya di rumah Tania, Tiara langsung berlari ke dalam dan mencari Mamanya.
"Mama" Teriak Tiara kemudian memeluk Tania yang saat itu sedang memasak di dapur.
"Ueekk" Tiba-tiba Tiara mual, dia pun langsung berlari menuju ke kamar mandi. Dia memuntahkan semua mangga yang telah di makannya tadi.
"Astaga Ra, kamu baik-baik saja?" Tanya Aldi yang tadi langsung mengikuti Tiara yang berlari ke kamar mandi. Tiara tidak menjawab, dia terus memuntahkan isi perutnya.
__ADS_1
"Aku sudah bilang, jangan terlalu banyak makan mangga itu" Kata Aldi.
"Maaf Al, aku khilaf" Kata Tiara kemudian mengambil Tisyu untuk membersihkan mulutnya. Aldi hanya menarik nafasnya pelan, dia sangat tahu sikap Tiara yang keras kepala. Dia hanya berharap, Tiara baik-baik saja setelah ini.
"Minumlah Ra, kenapa bisa muntah begitu sih" Tanya Mama Tania sambil menyodorkan air putih pada Tiara.
"Tadi Tiara makan banyak mangga Ma" Kata Aldi.
"Bukannya kamu tidak suka mangga Ra?" Tanya Mama Tania.
"Tiara juga tidak tahu Ma, rasanya Tiara ingin sekali makan mangga tadi" Kata Tiara.
"Jangan-jangan kamu hamil Ra" Kata Mama Tania.
"Ha, masak Ma?" Tanya Tiara.
"Kapan terakhir kamu datang bulan?" Tanya Mama Tania.
"Hmm sepertinya 1 bulan yang lalu, agak telat sih Ma, bulan ini" Kata Tiara.
"Al, coba belikan Tiara tespack, mama sih curiga Tiara hamil" Kata Mama Tania.
"Baik Ma" Kata Aldi bersemangat dan setengah berlari menuju mobilnya.
"Ma, kalau aku tidak hamil bagaimana, kasian Aldi Ma, dia terlihat begitu bahagia" Kata Tiara.
"Kita coba saja dulu ya" Kata Mama Tania sambill memegang tangan Tiara mencoba menguatkannya.
Beberapa menit kemudian Aldi terlihat membawa sebuah plastik dan menyerahkannya pada Tiara.
"Cobalah sana Ra" Kata Mama Tania.
Tiara pun menuju ke kamar mandi seperti perkataan Mama Tania untuk menggunakan test pack itu. Beberapa lama menunggu, Tiara terlihat keluar dengan wajah tertunduk. Aldi yang melihat raut wajah Tiara langsung mendekatinya dan memeluknya.
"Tidak apa-apa Ra, mungkin belum rizky, yang penting kita sudah mencoba" Kata Aldi.
"Coba sini mama lihat hasilnya" Kata Mama Tania, dia begitu terkejut melihat 2 garis biru disana.
"Wahh, selamat sayang, kalian akan segera menjadi ibu dan ayah" Kata Mama Tania.
"A-apa maksud Mama?" Tanya Aldi.
"Aku hamil mas" Kata Tiara antusias.
"Apa, kamu beneran hamil, Alhamdulillah" Kata Aldi kemudian langsung sujud syukur. Tiara begitu terharu melihat kebahagiaan Aldi.
"Terima kasih sayang" Kata Aldi kemudian memeluk dan mencium puncak kepala Tiara.
-Tamat-
Jangan lupa baca karya terbaru author juga ya "Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif"
Terima kasih sudah membersamai novel ini sampai tamat. See you in the next novel.
__ADS_1
Nanti juga ada bonus chapternya loh, so ditunggu ya. Untuk sekarang ditamatin dulu. Karena author mau fokus menyelesaikan beberapa karya yang masih terbengkalai.
Happy reading all