
"Ayo kita masuk, biarkan saja mereka bertiga disini" Kata Tiara kemudian menarik tangan Putri. Putri hanya mengikut saja karena dia sudah kehilangan mood nya saat ini.
Tiara dan Putri pun berjalan mendahului ketiga lelaki itu.
"Putri mau naik wahana apa?" Tanya Tiara.
"Apa saja kak" Kata Putri.
"Iya sudah, Ayo kita naik itu saja" Kata Tiara sambil menunjuk ke satu wahana yang sangat ekstrim.
"Tidak, aku tidak akan mengizinkan kalian naik itu" Kata Dimas yang saat ini di belakang mereka.
"Memang kenapa?" Tanya Tiara.
"Itu berbahaya Ra" Kata Dimas.
"Hmmm, bilang saja kamu takut. Ya sudah, kita masuk rumah hantu saja" Kata Tiara.
"Kamu yakin Ra?" Tanya Aldo, Dimas, dan Aldi bersamaan.
"Kenapa harus tidak yakin" Kata Tiara. Putri hanya terdiam yang membuat Aldo mengeryit heran.
"Putri berani masuk rumah hantu?" Tanya Aldo. Putri hanya mengangguk.
"Putri berani? kalau tidak berani, sini sama kakak" Kata Aldo sambil menggenggam tangan Putri.
"Modus" Kata Tiara. Dia pun bergerak mendekati Aldi.
"Al, saat di dalam, kamu jangan jauh-jauh ya" Kata Tiara.
"Tadi katanya berani" Kata Aldi dengan senyum mengejek.
"Aku berani, ayo" Kata Tiara mendahului mereka berempat.
Saat mereka sudah masuk. Tiara terlihat ragu, namun dia berusaha untuk menguatkan diri. Dia harus membuktikan bahwa dia pemberani pada Aldi. Aldi hanya melihat Tiara dari belakang. Dia sangat tahu jika Tiara punya ketakutan tersendiri pada hantu sejak kecil.
Dimas yang saat itu juga penakut. Berada di samping Aldo.
"Do, kita pindah wahana saja yuk" Kata Dimas.
"Astaga kamu itu cowok masih saja penakut, lihat ini Putri, dia diam saja bahkan tidak terlihat takut sama sekali" Kata Aldo dengan tangan yang masih memegang erat tangan Putri.
"Aku tidak takut Do, hanya menawarkan saja" Kata Dimas.
"Ya sudah, kamu jangan banyak bicara, ayo" Kata Aldo.
"Put, jika kamu takut, nanti bilang kakak saja ya" Kata Aldo sambil mengusap kepala Putri. Putri pun tersenyum dan mengangguk. Dia bahkan melupakan perkataan Aldo di mobil tadi. Begitu mudah hatinya di bolak balikkan oleh Aldo. Dia berharap hari ini tidak cepat berlalu.
Tiara dan Aldi sudah tidak terlihat lagi, karena mereka asik mengobrol.
"Tiara dan Aldi kemana?" Tanya Dimas yang saat ini menyadari mereka hilang.
"Ntahlah" Kata Aldo.
__ADS_1
"Haaa" Teriak Dimas sambil memegang dadanya saat melihat seorang wanita bermuka hancur di depannya.
"Hahaha, katanya berani" Ejek Aldo. Putri pun juga ikut tertawa melihat ekspresi kakak nya.
"Kak Dimas penakut" Kata Putri.
"Tidak, dia tadi muncul tiba-tiba, jadi itu refleks spontan" Kata Dimas.
"Alasan"Kata Putri yang membuat Aldo tertawa.
Disisi lain, Tiara terlihat berjalan sambil sesekali menutup matanya dengan tangan yang sudah gemetaran. Aldi yang saat itu di samping Tiara langsung memeluknya.
"Jika takut, tidak usah keras kepala ingin masuk" Kata Aldi.
"Maaf" Kata Tiara yang saat itu berada di pelukan Aldi. Jantungnya bahkan bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya, karena sebelumnya dia jantungnya sudah berdetak kencang karena takut sekarang ditambah karena dia berada di pelukan Aldi saat ini.
"Al, aku bisa mendengar detak jantungmu" Kata Tiara.
"Kalau tidak berdetak, namanya aku mati Ra" Kata Aldi.
"Ishh, Tapi ini sangat terdengar jelas" Kata Tiara.
"Biarkan saja,ya sudah ayo lanjut agar kita bisa keluar dengan cepat dari sini" Kata Aldi.
"Ayo" Kata Tiara kemudian melepas pelukannya dan berganti memeluk lengan Aldi.
"Begini saja" Kata Aldi kemudian melepaskan pelukan Tiara di lengannya, berganti dengan memegang pinggang Tiara.
"Al" Panggil Tiara.
"Latihan Ra" Kata Aldi.
"Ha?" Tanya Tiara.
"Lupakan" Kata Aldi. Tiara hanya terdiam mencoba mencerna perkataan Aldi tadi. Saat sudah mengerti, dia pun tersenyum.
"Aku mengerti Al" Kata Tiara.
"Baguslah, ayo cepat" Kata Aldi.
Tiara pun mengangguk. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga mereka pun berhasil keluar dari rumah hantu.
"Terima kasih Al" Kata Tiara saat sudah berada di luar.
"Iya, sekarang mau kemana?" Tanya Aldi.
"Makan es cream" Kata Tiara antusias.
"Ya sudah ayo" Kata Aldi kemudian menggenggam tangan Tiara.
"Al, beli dua ya" Kata Tiara.
"Tidak satu saja, aku tidak makan es cream" Kata Aldi
__ADS_1
"Siapa juga yang mau memberikannya padamu, itu semua buat aku" Kata Tiara.
Aldi sesaat terdiam. "Tidak, nanti kamu sakit" Kata Aldi.
"Tidak mau, pokoknya harus dua" Kata Tiara.
"Ya sudah, tunggu disini, aku belikan dulu" Kata Aldi. Tiara pun hanya mengangguk. Dia tersenyum saat Aldi mulai mengantri untuk membeli es cream.
"Al, jika bisa, aku ingin berdoa agar waktu terus berputar di hari ini. Aku begitu bahagia" Kata Tiara sambil melihat Aldi yang saat ini melihatnya dari kejauhan.
Setelah beberapa lama. Aldi terlihat kembali dengan dua es cream ditangannya.
"Terima kasih Al" Kata Tiara kemudian mengambil kedua es cream itu dan memakannya dengan lahap.
"Ra, hati-hati, belepotan seperti itu kan jadinya" Kata Aldi kemudian membersihkan wajah Tiara dengan tangannya. Tiara terkejut hingga melongo di depan Aldi.
Entah kenapa, tangan Aldi terdiam di bibir Tiara. hasratnya sebagai laki-laki tiba-tiba muncul. Dia melihat bibir itu, ada dorongan kuat dari dalam dirinya untuk mencicipinya. Ini pertama kalinya dia sedekat ini dengan seorang wanita. Namun dia mencoba menahan sebisa mungkin.
"Ra, lain kali jika makan, pelan-pelan, aku tidak ingin kamu makan seperti ini di depan laki-laki lain" Kata Aldi, kemudian memalingkan wajahnya.
"Maaf Al" Kata Tiara kemudian menunduk. Dia sudah berharap Aldi menciumnya saat itu. Karena itu berarti Aldi mencintainya. Namun, ternyata sebaliknya. Ntah mengapa dia merasa kecewa saat ini, bahkan tidak mood makan es creamnya lagi.
"Ra" Kata Aldi sambil mengangkat wajah Tiara yang tertunduk.
"Kenapa?" Tanya Aldi.
"Apa dimatamu, aku bukan wanita Al?" Tanya Tiara.
"Maksudmu?" Tanya Aldi.
"Tidak ada, lupakan saja" Kata Tiara.
"Ya sudah, habiskan es cream itu" Kata Aldi.
"Aku sudah tidak berselera Al, ini buat kamu saja" Kata Tiara.
"Ya sudah" Kata Aldi kemudian mengambil es cream ditangan Tiara tinggal satu, dengan senyum diwajahnya.
"Dasar tidak peka" batin Tiara.
"Ra, bukannya ini berarti kamu sudah menyerahkan ciuman pertamamu padaku" Kata Aldi saat es creamnya sudah habis.
"Ha?" Kata Tiara.
"Ini" Kata Aldi sambil membersihkan beberapa sisa es cream di bibir Tiara, kemudian bibirnya dengan tisyu.
"Al, astaga" Kata Tiara kemudian menutup wajahnya malu.
Aldi tersenyum, kemudian mendekati Tiara dan memegang tangan Tiara.
"Ra" Panggil Aldi.
-Bersambung-
__ADS_1
Kira-kira apakah yang akan dilakukan oleh manusia es setelah ini?
-Bersambung-